Gejala Demam Berdarah pada Anak yang Wajib Orangtua Ketahui

2
438
views
Ilustrasi demam berdarah pada anak

befren.com – Di tengah musim hujan yang masih terus berlangsung pada bulan Januari ini,  dampak terjangkitnya demam berdarah semakin meningkat di banding dengan musim panas. Perlu orangtua harus mengaetahui beberapa alasan kenapa penyakit demam berdarah dengue (DBD) lebih rentan terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa.

Hal ini biasanya terjadi karena daya tahan tubuh mereka yang lebih rendah. Selain itu juga karena aktivitas mereka di sekolah yang sebagian besar duduk di dalam ruang kelas pada jam-jam nyamuk berkeliaran. Jika penanganannya tak tepat, DBD pada anak bisa berujung pada komplikasi yang parah, hingga bisa menyebabkan kematian. Inilah kenapa orangtua harus lebih waspada dengan mengenali gejalanya.

Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti yang membawa penyakit demam berdarah ini memiliki kemampuan terbang sejauh 100 meter sehingga proses penularannya berlangsung sangat cepat.

Sebenarnya demam dengue dan demam berdarah adalah 2 hal yang berbeda. Menurut beberapa penelitian, demam berdarah dengue diawali dari demam dengue yang kemudian memunculkan komplikasi menjadi dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue atau DBD.

Gejala demam berdarah dengue pada anak

DBD memang dapat dialami siapa pun, tapi paling banyak terjadi pada anak-anak. Untuk para orangtua, waspadalah. Catat dan ingat selalu gejala DBD pada anak, dimulai dari demamnya yang khas.

Demam akibat DBD memiliki pola yang khas. Demam tinggi terjadi secara mendadak (bisa mencapai 40 derajat Celcius) dan biasanya terjadi saat malam hari. Demam akan bertahan selama 3 hari dan selanjutnya menurun pada hari ke-4 sampai hari ke-5. Pada hari ke-6 sampai ke-7, demam akan kembali naik.

Penurunan suhu tubuh pada hari ke-4 sampai hari ke-5 sering disalahartikan, bahwa anak dianggap sudah sembuh. Jangan sampai lengah! Kondisi tersebut justru menunjukkan anak dalam fase kritis DBD, karena ada risiko anak mengalami syok (kegagalan sirkulasi darah). Inilah kenapa pada fase ini anak harus mendapat pengawasan khusus.

Di samping gejala utama demam, DBD pada anak juga dapat disertai beberapa gejala lainnya, di antaranya:

  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Nyeri tulang
  • Nyeri belakang bola mata
  • Sakit kepala
  • Bintik-bintik merah di kulit kaki dan tangan
  • Kulit memar
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Mimisan
  • Gusi berdarah

Beberapa hal harus diperhatikan saat anak terkena demam berdarah dengue

Perlu Anda ketahui bahwa gejala DBD pada anak bisa bersifat ringan jika baru ia alami pertama kali. Gejala bisa lebih parah bila mengalami DBD berulang. Pada kasus yang parah, DBD dapat menyebabkan perdarahan pada saluran pencernaan, perumpukan cairan di paru atau perut, dan syok. Jika kondisi tersebut tak segera diatasi, ada potensi menyebabkan kematian.

Jika anak mengalami demam tinggi secara mendadak disertai salah satu gejala DBD yang disebutkan di atas, sebaiknya segera bawa ia ke dokter. Di samping gejala yang muncul, penegakan diagnosis DBD juga perlu disertai pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah.

Selanjutnya, pada dasarnya penanganan medis pada DBD tidak spefisik dan cenderung berguna untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul. Misalnya saja pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi dan pemberian obat untuk menurunkan suhu tubuh atau mengatasi rasa mual. Semua penanganan medis tersebut harus diawasi dengan ketat dan saksama, karena perjalanan penyakit DBD dapat berubah drastis menjadi kondisi yang lebih parah.

Lakukanlah antisipasi penularan agar Anda dan keluarga terhindar dari paparan nyamuk, dengan cara:

  • Mengenakan baju yang tertutup.
  • Penggunaan losion atau spray antinyamuk.
  • Pemakaian kelambu saat tidur.
  • Pemberantasan sarang nyamuk dengan menyingkirkan tumpukan barang atau pakaian atau pakaian yang digantung, mendaur ulang barang bekas, menguras bak air, menutup tempat penampungan air, pemeriksaan rutin jentik nyamuk di tempat-tempat yang tergenang air.

Pertolongan Pertama dan Pengobatan Bila Terserang DBD

Guna memperkuat diagnosa, dokter biasanya akan mengarahkan pasien untuk melakukan tes darah. Dari contoh (sample) darah pasien ini akan mudah ditemukan jenis penyakitnya. Seorang pasien dinyatakan terserang DBD apabila hasil pemeriksaan tes darah tergolong daalam kriteria sebagai berikut:

  • Terjadi pengentalan darah atau disebut hemokonsentrasi. Ini terjadi karena perembesan plasma, dengan nilai Hct (Hematokrit) berkisar antara 20% dari saat normal
  • Trombosit di bawah 150.000/milimeter kubik, dengan angka normal berkisar 150.000-450.000/milimeter kubik. Kondisi ini dikenal dengan istilah trombositopenia

Di fase awal penyakit DBD ini menyerang, banyak literatur menyebutkan bahwa demam ini memang bisa sembuh dengan teknik perawatan di rumah. Ini adalah masa ketika masih belum memasuki tahapan stadium pertama atau berubah dari demam dengue menjadi dengue dan DSS. Di fase awal atau ringan bisa melakukan perawatan sendiri, seperti:

  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi parasetamol dan acetaminophen sesuai dosisnya untuk meredakan demam dan nyeri
  • Hindari aktivitas yang berat hingga kondisi benar-benar pulih
  • Konsumsi banyak air mineral untuk mencegah dehidrasi, karena suhu tubuh tinggi dan muntah
  • Umumnya dokter melarang konsumsi obatan-obatan seperti ibuprofen, naproxen sodium, juga aspirin karena bisa memicu pendarahan di dalam.

Cara Pencegahan Demam Berdarah

Untuk mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah, maka perlu memperhatikan dan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Budayakan hidup bersih, bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  • Menggunakan losion anti nyamuk, dengan kandungan N-diethylmetatoluamide yang secara umum terbukti efektif, tetapi penggunaan losion tdak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun
  • Pasang kawat anti nyamuk di bagian ventilasi rumah
  • Bersihkan tempat bersarang nyamuk, dengan menutup penampungan air yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Taburkan serbuk abate agar jentik nyamuk mati
  • Membasmi nyamuk dengan Fogging (pengasapan). Sebagai langkah sterilisasi lingkungan dan menekan populasi nyamuk, maka fogging cukup efektif menekan jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang biak.
Silahkan Komentar

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here