Garam Epsom Sebagai Terapi Atasi Asam Urat

0
303
views

befren.com – Ternyata Garam Epsom memiliki perbedaan mendasar dibandingkan dengan garam dapur dan jenis-jenis garam lainnya. Kandungan di dalam garam Epsom adalah magnesium serta sulfat, berbeda dengan garam dapur yang memiliki kandungan natrium serta klorida.

Dalam informasi yang beredar di berbagai macam media, garam Epsom disebut-sebut bisa dilarutkan di dalam air panas dan dijadikan rendaman. Jika kita merendam bagian tubuh yang mengalami gejala serangan asam urat seperti nyeri, pembengkakan, hingga sensasi kaku di larutan garam Epsom ini, gejala ini disebut-sebut akan bisa mereda dengan cepat.

Sebagai terapi alternatif asam urat

Salah satu manfaat garam Epsom yang diyakini masyarakat adalah kemampuannya untuk meredakan serangan gout akibat kadar asam urat tinggi. Tingginya kadar asam urat dalam darah dapat membentuk kristal asam urat yang mungkin mengendap di beberapa bagian tubuh. Jika endapan tersebut bersemayam di sendi, maka peradangan sendi (gout) bisa timbul.

Serangan gout dapat menimbulkan nyeri hebat bagi penderitanya, sehingga tentu dapat menciptakan ketidaknyamanan. Meski dapat diatasi dengan obat-obatan, tetapi tak sedikit orang yang berusaha untuk mencari terapi alternatif dengan cara yang lebih alami, salah satunya dengan penggunaan garam Epsom.

Umumnya, penggunaan garam Epsom untuk gout dilakukan dengan melarutkannya dengan air panas, lalu digunakan untuk rendaman. Mengingat serangan gout sering kali dirasakan pada jempol kaki, larutan bisa digunakan untuk merendam kaki. Jika keluhan timbul di bagian tubuh lainnya, misalnya siku, Anda bisa berendam di bak mandi sekaligus relaksasi. Solusi lainnya adalah dengan membasahi kain dengan larutan garam Epsom, lalu dililitkan dan didiamkan beberapa saat pada bagian yang nyeri.

Kandungan garam Epsom yang baik bagi penderita asam urat

Magnesium merupakan salah satu mineral esensial yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Mineral ini membantu regulasi berbagai enzim yang berhubungan dengan kontrol otot, pengaturan kadar kolesterol, pembuangan racun, produksi energi, serta komunikasi sel saraf. Sulfat juga dipercaya berperan dalam proses detoksifikasi tubuh.

Kekurangan magnesium dipercaya memperburuk peradangan kronis dalam tubuh. Pada tahun 2015, ada sebuah studi yang menyimpulkan bahwa kadar magnesium yang cukup berkaitan dengan kadar asam urat yang lebih rendah dan sehat dalam tubuh, sehingga menurunkan risiko serangan gout.

Sayangnya, pada studi tersebut hanya melibatkan partisipan pria. Jadi, hingga kini sebetulnya belum ada penelitian yang benar-benar dapat membuktikan kaitan antara asam urat dan magnesium.

Berendam dalam garam Epsom dipercaya membantu penyerapan magnesium dan sulfat melalui kulit masuk dalam tubuh, sehingga efeknya bagi asam urat dapat dirasakan. Selain itu, garam Epsom yang bersifat basa dipercaya dapat melarutkan kristal asam urat yang terbentuk dan menimbulkan nyeri. Namun sayangnya, belum ada studi yang menemukan bahwa magnesium sulfat dapat terserap dengan baik melalui kulit.

Faktanya, belum ada bukti lewat penelitian bahwa garam Epsom dapat meredakan keluhan akibat serangan gout. Namun, sudah ada orang-orang yang mencoba terapi garam Epsom dan melaporkan adanya perbaikan gejala. Apakah perbaikan tersebut disebabkan oleh garam Epsom atau hal lainnya (misalnya berendam dengan air hangat) belum dapat ditentukan.

Berdasarkan testimoni, banyak orang percaya bahwa garam Epsom bisa membantu mengurangi gejala penyakit asam urat. Meski belum terbukti secara ilmiah, tetapi tak ada ruginya jika Anda ingin ikut mencobanya. Sayangnya, tak semua orang boleh! Anda yang sedang hamil, penderita diabetes (terutama dengan luka terbuka), dan Anda yang sedang dehidrasi baiknya tidak melakukan terapi ini. Jika Anda punya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, baiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Selain itu, karena terapi ini bisa bikin kulit kering, jangan lupa aplikasikan pelembap setelahnya, ya!

Beberapa manfaat lain dari garam Epsom

Mengatasi masalah susah tidur

Kandungan magnesium di dalam garam Epsom bisa membantu tubuh memproduksi hormon melatonin, hormon yang bisa merangsang munculnya rasa kantuk sekaligus membuat tubuh menjadi lebih rileks. Kandungan ini juga bisa menurunkan stres dengan efektif sehingga akan membantu kita tidur dengan lebih nyenyak setiap malam.

Dapat engatasi rasa nyeri

Banyak orang yang percaya jika nyeri otot dan kram otot yang biasa muncul setelah melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Cara penggunaannya mirip dengan cara untuk mengatasi masalah asam urat sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.

Mengatasi masalah susah buang air besar

Sebagian orang percaya jika mengonsumsi larutan garam Epsom bisa membantu melancarkan pergerakan usus. Hal ini tentu akan membantu memperlancar buang air besar sekaligus mengatasi sembelit.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here