Cara Mengetahui Ciri-ciri Vagina yang Sehat

1
1663
views
ciri vagina sehat

J

ika Anda seorang wanita, mungkin Anda pernah bertanya-tanya sebenarnya seperti apa bentuk vagina yang normal. Namun mungkin Anda malu untuk bertanya atau bingung mau bertanya kemana. Bahkan tidak jarang pula ada wanita yang tidak tahu bentuk vaginanya sendiri. Seperti manusia, vagina juga bersifat individualistis. Tidak ada dua vagina yang sama persis. Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain, karena yang tampak seperti vagina normal bagi seseorang, belum tentu untuk Anda. Anda adalah individu yang unik. Ya, bahkan vagina Anda.

Vagina memang sangat perlu mendapatkan perawatan khusus, karena area di sekitar vagina lembap. Kuman sangat mudah berkembang biak di tempat yang lembap. Selain itu, vagina juga berhubungan dengan organ reproduksi wanita. jadi, merawat vagina agar tetap sehat sangat penting.

Kondisi vagina yang tidak sehat tentu dapat mengganggu kenyamanan wanita. Lantas, seperti apa ciri-ciri vagina yang sehat? Untuk mengetahuinya, simak terus penjabaran di bawah ini:

1

Vagina

Yang disebut sebagai vagina sebenarnya adalah sebuah bukaan kecil di bawah uretra dan klitoris Anda. Meskipun hanya sangat sedikit vagina yang dapat terlihat, jika Anda memasukkan jari ke dalamnya, Anda akan merasakan segala macam lekukan, seperti “bukit”, dan “lembah”. Benjolan ini disebut vaginal rugae, dan merupakan hal yang normal — yang membantu vagina memperluas diri saat seks.

Yang membedakan vaginal rugae dengan benjolan yang menunjukkan vagina yang tidak sehat memerlukan perhatian medis, adalah rasa nyeri, tekstur kasar, benjolan tinggi, yang menandakan benjolan tersebut adalah kutil genital.

Di bagian belakang vagina Anda adalah leher rahim, yang terlihat seperti donat kecil dengan lubang yang sangat kecil tepat di tengah, disebut ostium. Anda mungkin melihat adanya polip (daging bertumbuh) yang menggantung dan menonjol melalui ostium. Polip ini mudah berdarah, namun tidak perlu diangkat kecuali jika mengganggu Anda.

Leher rahim mungkin memiliki benjolan berisi cairan yang terlihat seperti bintil. Bintil ini tidak berbahaya, disebut dengan kista Nabothian. Kista Nabothian disebabkan oleh kelenjar produsen lendir dari rahim. Kista ini dapat datang dan pergi, ada pula yang bertahan lama. Kista ini tidak memerlukan perawatan.

Perhatikan pula dinding vagina Anda. Pada vagina yang sehat, kondisi dinding dapat bervariasi — kering hingga sangat basah. Vagina cenderung kering sebelum perempuan mencapai pubertas, selama menyusui, dan setelah menopause, serta menjelang dan sesaat sesudah menstruasi. Ekosistem dinding vagina akan menjadi lebih basah saat ovulasi, selama kehamilan, dan selama rangsangan seksual.

Yang tidak normal: Rasa sakit pada vagina bukanlah hal yang normal, bahkan setelah hubungan seksual. Jika seks yang teratur membuat Anda merasa nyeri atau sakit, atau jika Anda mengalami nyeri pada vagina yang tidak terkait dengan kegiatan apapun, bicarakan dengan dokter

2

Bau

Vagina yang sehat tidak mengeluarkan bau menyengat. Bau tidak sedap pada vagina bisa merupakan ciri-ciri vagina yang terinfeksi bakteri atau jamur. Vagina yang terinfeksi juga menimbulkan keluhan lain, seperti gatal, perasaan terbakar pada vagina, dan keluar cairan kental berwarna hijau atau kekuningan dari vagina.

3

Kelembapan

Vagina yang normal bisa dinilai dari tingkat kelembapannya. Teraba hangat dan tidak kering adalah salah satu ciri vagina sehat. Kelembapan ini pula yang membuat sperma bisa bertahan hidup lebih lama di dalam vagina, setelah terjadi ejakulasi. Vagina kering biasanya dialami oleh wanita yang sudah menopause.

4

 Klitoris

Tepat di bagian atas, di mana ujung labia minora bertemu, adalah klitoris. Lembaran kulit tempat mereka bertemu, yang menutupi sebagian klitoris eksternal, disebut sebagai tudung klitoris. Menurut anggapan orang awam, klitoris adalah sebuah tombol lunak berwarna merah muda, seperti penghapus di ujung pensil. Namun kenyataannya, sebagian besar klitoris (tiga perempatnya) sebenarnya berada di dalam tubuh Anda.

Pada umumnya, klitoris yang tampak dari luar memiliki ukuran 0,5 cm hingga 1,3 cm. Namun, jika klitoris Anda berukuran lebih besar dari ‘standar’ tersebut, jangan khawatir. Vagina Anda masih tergolong normal, apalagi ukuran klitoris masih bisa membesar saat jaringan ereksinya mendapat rangsangan. Bagian terluar klitoris juga bisa berukuran lebih kecil, bahkan tersembunyi. Selain itu, klitoris pada beberapa wanita juga dapat memiliki lipatan kulit yang mengendur di atas area klitoris. Memiliki klitoris tersembunyi tidak berarti Anda tidak memilikinya sama sekali, atau tidak dapat menimbulkan rangsangan. Semua hal ini adalah normal.

[artikel number=5 tag=”health” ]

Yang tidak normal: jika area klitoris terasa nyeri atau perih, yang dapat terkait dengan overstimulasi saat seks atau masturbasi, atau karena penumpukan smegma (kerak berwarna putih dari endapan urin, minyak, dan sel kulit mati — tidak menyebar dan berbahaya, juga bukan penyebab kanker genitalia) di balik tudung klitoris Anda. Smegma dapat Anda bersihkan cukup dengan air.

Selain itu, perhatikan juga apakah ada sensasi gatal, yang dapat menandakan infeksi ragi.

 

5

Cairan kental berwarna putih

Jika tidak disertai keluhan lain (seperti perubahan warna keputihan menjadi hijau, gatal, dan rasa terbakar pada vagina), keputihan pada vagina merupakan hal normal. Selain itu, keputihan biasanya timbul saat mendekati waktu haid sampai beberapa hari haid. Namun jika sudah diikuti oleh keluhan lain, maka keputihan tersebut bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Jika vagina mengalami keluhan gatal, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Ini penting untuk mencari tahu penyebab keluhan tersebut secara pasti. Jika tidak diatasi, keluhan ini akan menimbulkan iritasi pada vagina. Vagina yang mengalami iritasi akan menyebabkan bakteri mudah masuk, sehingga menyebabkan infeksi.

Agar vagina senantiasa sehat, Anda perlu melakukan beberapa perawatan. Pertama, Anda dapat menggunakan sabun khusus vagina hanya untuk bagian luar area vagina. Jangan membersihkan hingga ke area dalam, karena bisa mengganggu flora normal di vagina. Kedua, gunakan celana dalam yang berbahan katun untuk menjaga kelembapan vagina.

Ketiga, jika menggunakan pantyliner, maka Anda perlu menggantinya setiap 3-4 jam sekali. Terakhir, saat mencuci vagina, Anda perlu melakukannya dari arah depan ke belakang. Ini penting, agar bakteri tidak masuk kembali ke dalam vagina.

Demikian tadi penjelasan tentang ciri-ciri vagina yang sehat dan kiat menjaga kesehatan vagina. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk malas membersihkan vagina. Anda bisa segera menerapkannya di rumah, sekarang.

sumber hellosehat, klikdokter
Silahkan Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here