Cara Agar Membuat ASI Melimpah Bagi Bayi

0
277
views

befren.com – Ketika pertama kali melahirkan bayi, tak sedikit ibu yang merasa cemas lantaran produksi ASI yang sangat sedikit. Namun, Anda tak perlu cemas berlebihan. Faktanya, produksi ASI yang sedikit adalah perkara yang mudah diatasi. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah sebagai berikut:

Susui bayi lebih sering

Produksi ASI pada tubuh wanita mengikuti prinsip supply ondemand, artinya tubuh memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Menyusui setiap 2-3 jam adalah cara terbaik memperbanyak ASI, bayi yang baru lahir membutuhkan susu setiap 2-3 jam, tanpa peduli siang atau malam hari. Jadi, bila kita rutin menyusui setiap 2-3 jam sampai bayi kenyang, payudara akan mengirim perintah ke otak untuk memproduksi ASI sebanyak kebutuhan tersebut.

Produksi ASI akan bertambah dalam waktu 3-7 hari sesuai intruksi tersebut. Bila kita tidak konsisten dan jarang menyusui, produksi ASI pun akan berkurang. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang jumlahnya ditentukan oleh seberapa banyak dan sering ASI dikeluarkan dari payudara ibu, baik dengan menyusui atau memerah ASI.

Sehingga apabila ASI jarang dikeluarkan dengan sendirinya produksi ASI akan menurun. Memompa ASI bisa menjadi salah satu cara untuk memperbanyak produksi ASI. bunda bisa menggunakan pompa setiap kali selesai menyusui. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan rangsangan dan simulasi pada payudara, serta mengosongkan ASI yang tidak dihabiskan bayi, sehingga payudara dapat memproduksi asi kembali dengan lancar.

Hindari mencampur ASI dengan susu formula

Meski produksi ASI Anda hanya sedikit, hindari mencampurkannya dengan susu formula. Tindakan ini bisa membuat bayi enggan menyusui dari payudara Anda secara langsung.

Perlu diketahui, pemberian ASI yang sedikit di awal periode menyusui akan membuat bayi merasa sedikit kelaparan. Hal ini tidaklah mengapa, karena dapat memicu bayi untuk selalu mencari payudara Anda dan melakukan isapan yang lebih kuat ketika menyusui. Pada akhirnya, itu akan merangsang produksi ASI.

Lakukan pijat payudara

Agar produksi ASI Anda meningkat Pijat lembut payudara Anda dengan baby oil, lalu kompres dengan waslap hangat, atau sewaktu mandi, bisa diusap dengan busa sabun seperti pada seluruh tubuh, seperti mandi biasa saja.

Pijat Payudara Saat bayi malas menghisap, bunda dapat membantu memijat payudara untuk meneruskan aliran ASI saat ia sudah tidak minum sendiri. Bila ibu mengalami mastitis, ibu juga bisa Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

Untuk mencegah mastitis, jangan mencuci putting setelah menyusui karena hanya akan mengakibatkan putting jadi kering dan iritasi. ASI sudah mengandung banyak elemen untuk mencegah bakteri dan jamur tumbuh, dan telah mengandung pelindung alami untuk ibu dan bayi.

Lakukan pompa ASI

Jika Anda adalah ibu menyusui yang sibuk bekerja, terapkanlah metode pompa ASI. Hal ini bertujuan agar payudara Anda terus mengeluarkan ASI, meski si Kecil sedang tidak mengisapnya. Ingat, semakin sering payudara mengeluarkan ASI, semakin besar pula produksi ASI yang akan dikeluarkan kemudian.

Jika Anda merasa produksi ASI masih sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali setelah melakukan tips di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut pada pakar ASI atau dokter yang ahli. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan terapi atau obat pendukung yang membantu meningkatkan produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap hari.

Hindari Penggunaan Dot

Hindari menggunakan dot dan botol susu, pada minggu pertama. Karena, jika bayi menyusu pada payudara ibu dan botol susu bergantian, akan membuat bayi bingung dan sulit untuk beradaptasi.

[artikel number=4 tag=”health” ]

Karena menghisap dari dot dan empeng lebih gampang, sementara dari puting lebih susah, bila anak kebiasaan ngempeng dot, maka ia akan menolak puting. Jika bunda ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot !

Saat bunda memberikan dengan dot, maka anak dapat mengalami Bingung Puting, Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bagian gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot sama sekali.

Ciptakan rasa bahagia di dalam diri

Kondisi mental sang ibu sangat memengaruhi produksi ASI. Ketika ibu mengalami stres, depresi, atau kelelahan, maka produksi ASI dapat menurun drastis.

Untuk mencegah hal itu, ibu yang menyusui perlu mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari suami, keluarga, dan kerabat dekat. Hal ini akan menciptakan sebuah motivasi, yang pada akhirnya akan menodorong sang ibu menyusui untuk lebih semangat lagi memberikan ASI pada sang buah hati. Ingat, semakin sering ASI dikeluarkan, semakin besar pula pasokan ASI yang akan diproduksi ulang.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here