Apakah Wanita Pekerja Berisiko Terkena Osteoporosis?

0
464
views
Berisiko Terkena Osteoporosis

W

anita memang lebih berisiko terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang, jika dibandingkan dengan pria. Lalu bagaimana dengan wanita pekerja, benarkah memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit ini?

Osteoporosis adalah suatu penyakit degeneratif dan progresif yang ditandai dengan tulang yang mengeropos, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. Biasanya penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun di awal.

Hingga kerusakan semakin berat, baru muncul gejala seperti punggung menjadi bongkok dan terjadi patah tulang tanpa adanya benturan yang keras.

1

Tulang yang lebih kecil

Pertumbuhan tulang pada wanita mencapai titik tertingginya pada usia 18 tahun. Setelah usia tersebut, tulang wanita sebenarnya masih melakukan perkembangan, tapi dalam jumlah yang relatif lebih kecil dari sebelumnya. Terlebih, wanita memiliki massa tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan pria.

Hingga akhirnya, mulai usia 30-an tahun, tulang Anda takkan mengalami peningkatan massa tulang lagi dan secara berkelanjutan hanya menggantikan sel tulang yang telah tua. Hingga proses penggantian ini mencapai tahap tertentu, seseorang baru dapat dikatakan terserang osteoporosis.

2

Hormon

Estrogen berperan dalam proses produksi massa tulang serta mampu mengendalikan aktivitas pembentuk tulang (osteoblast) dan penyerap tulang (osteoclast). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Tobias JH bahkan mengungkapkan bahwa estrogen dapat digunakan sebagai salah satu langkah untuk menangani osteoporosis pada wanita yang telah mengalami menopause. Tapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal  ini.

[artikel number=4 tag=”health” ]

Meskipun kadar estrogen yang dimiliki wanita lebih banyak daripada pria, namun kadar ini akan mengalami penurunan yang drastis saat wanita memasuki masa menopause. Pada fase ini wanita cenderung akan mengalami kehilangan tulang dan berisiko terserang osteoporosis.

Wanita lebih rentan

Sekitar 1 dari 2 wanita dan 1 dari 4 pria di atas usia 50 tahun sebenarnya akan mengalami patah tulang yang disebabkan oleh osteoporosis. Wanita dinilai lebih rentan terhadap osteoporosis dibandingkan dengan pria disebabkan oleh menurunnya aktivitas hormon estrogen akibat menopause.

Wanita dinilai lebih rentan terhadap osteoporosis

Kejadian osteoporosis akan mulai meningkat ketika seorang wanita telah mengalami menopause. Karena hormon estrogen dapat menghambat kerja sel osteoklast di mana memliki fungsi mengambil kalsium dari tulang untuk digunakan oleh tubuh.

Karena tidak lagi ada yang menghambat kerja osteoklast ini, maka pengeroposan tulang dapat terjadi semakin cepat dan bersifat progresif.

Cegah dengan olahraga

Lalu apa saja yang dapat menghambat atau mencegah terjadinya osteoporosis? Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik seperti olahraga. Tujuannya adalah agar memberikan penekanan dan beban terhadap tulang.

Wanita sedang berolahraga

Cara ini dapat meningkatkan kepadatan tulang, sehingga tulang dapat beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Karena jika diberikan banyak beban dan penekanan, maka tulang akan bertumbuh semakin tebal.

Orang yang rajin berolahraga seperti angkat beban, olahraga beladiri, dan olahraga yang banyak melibatkan kontak fisik cenderung memiliki massa tulang yang lebih padat dibandingkan dengan orang yang malas berolahraga.

Prinsip inilah yang menjadi alasan bahwa sebenarnya wanita yang bekerja, atau pekerja keras (dalam hal ini banyak aktivitas fisiknya) justru cenderung lebih jarang mengalami osteoporosis.

Hal ini terjadi terutama pada wanita yang memberikan beban dan penekanan pada tulang seperti atlet ataupun pekerjaan yang membutuhkan aktivitas mengangkat barang. Jadi, dengan ini dapat dipastikan bahwa wanita yang malas bergerak lebih mudah terkena osteoporosis dibandingkan dengan wanita yang aktif.

Hal ini juga dikemukakan oleh National Osteoporosis Foundation di Amerika Serikat,  dimana aktivitas fisik yang dilakukan sebelum memasuki usia menopause sangat besar dampaknya di kemudian hari.

Wanita yang kurang aktif secara fisik memiliki kepadatan tulang yang rendah karena minimalnya stimulasi yang diberikan pada tulang. Kepadatan tulang yang rendah berarti tabungan kalsium di tulang lebih sedikit.

Sehingga pada masa menopause, jumlah kalsium yang diambil oleh sel osteoklast akan lebih cepat habis dibandingkan dengan tulang yang memiliki tabungan kalsium yang banyak.

Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh

Mengenai kalsium, tidak hanya aktivitas fisik saja yang dapat mencegah osteoporosis. Tetapi asupan kalsium yang cukup juga sangat berpengaruh.  American Academy of Orthopaedic Surgeons menyarankan jumlah kalsium harian yang sebaiknya dikonsumsi.

Bagi Anda wanita dan pria di atas 50 tahun, disarankan mengonsumsi kalsium sebanyak 1200 mg per hari. Untuk memperolehnya tidak harus melewati susu saja , tetapi dairy product seperti keju dan daging juga mengandung kalsium. Selain itu, sayur-sayuran seperti brokoli juga kaya akan kalsium.

Maka dari itu, untuk mencegah terkena osteoporosis, mulailah giat berolahraga dan memperbanyak aktivitas fisik.Pastikan juga kebutuhan kalsium Anda terpenuhi setiap harinya.

Bagi Anda para wanita pekerja juga perlu waspada. Jika tidak mengalokasikan waktu untuk berolahraga, Anda juga bisa berisiko untuk terkena osteoporosis, lho. Jadi, selain mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, yuk lakukan olahraga secara rutin!

Sumber: dr. Rio Aditya, hello sehat
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here