Begini Kronologi “Ikan Asin” Pelaporan Hingga Penahanan

0
92
views

befren.com – Kasus ‘Ikan Asin’ begitu ramai curi perhatian publik sejak pertama kali muncul. Seiring dengan berbagai pro – kontra di masyarakat soal kasus ini, statemen dari Fairuz A Rafiq, Pablo Benua, Rey Utami, sampai Galih Ginanjar turut mewarnai.

Fairuz yang awalnya tampak ogah meladeni kasus ini, beranjak melapor ke kantor polisi didampingi Hotman Paris. Kini, Galih, Rey Utami, dan Pablo Benua resmi menjadi tersangka dan ditahan. Lantas seperti apakah kronologi pelaporan sampai penahanan? Simak selengkapnya di bawah!

Bersama dengan kakak dan pengacara Hotman Paris Hutapea, Fairuz pun mendatangi SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019). Mereka secara resmi melaporkan Galih serta pasangan suami istro Rey Utami dan Pablo Putra Benua. Dua orang terakhir dilaporkan karena dianggap ikut menyebarkan video tentang pernyataan Galih tersebut.

“Karena Fairuz sudah sangat menderita dan sangat tertekan jiwanya akibat video YouTube itu, akhirnya yang bicara hari ini adalah kakak kandung ya. Namanya Rani Fatarafiq,” kata Hotman.

Mengetahui dirinya ikut dilaporkan, siapa sangka Pablo Benua cuma tertawa. “Sekarang saya tanya, di video itu pas Rey sama Galih nanya, itu ada gue enggak? Enggak ada ya. Terus gue dilaporin apa. Lucu kan? Itu makannya gue ketawa,” ungkap Pablo Benua saat ditemui di Krimsus Polda Metro Jaya
Selasa (2/7).

Jumat (5/7/2019) harusnya Rey Utami dan Pablo menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Namun keduanya tidak bisa hadir dikarenakan sedang ada pekerjaan yang tak bisa ditinggal.

“Hari ini mereka tidak bisa hadir karena ada pekerjaan. Kebetulan baru dapat surat panggilan semalam,” kata Farhat Abbas selaku kuasa hukum ditemui di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Buntut laporan dari Fairuz A Rafiq membuat Galih Ginanjar menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/7/2019). Ia diperiksa sejak jam sebelas siang dan berakhir sekitar pukul dua belas malam.

Selama tiga belas jam, Galih dicecar sebanyak 46 pertanyaan yang beberapa di antaranya sangat detail dan berulang-ulang. Selama kurun waktu tersebut, suami siri Barbie Kumalasari ini diperbolehkan untuk salat dan makan.

Setelah Galih Ginanjar diperiksa pada Jumat (5/7) selama 13 jam, giliran Barbie Kumalasari yang diperiksa pada Rabu (10/7). Ia diperiksa sebagai saksi di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan oleh Acong Latief selaku tim pengacara yang tangani kasus Galih.

“Besok diperiksa, rencananya jam sepuluh pagi,” kata Acong saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/7) lalu.

Diungkapkan Farhat Abbas, Pablo dan Rey Utami saat ini dipanggil sebagai saksi. Mereka mengaku telah menyiapkan bukti-bukti untuk memperjelas dan meluruskan kabar-kabar yang simpang siur.

“Hari ini sesuai dengan janji Pablo dan Rey, menjalani pemeriksaan tepatnya jam 10, kita jam 10 tepat tiba di Polda kita akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi, semoga argumentasi dan bukti-bukti yang disampaikan oleh Pablo ini bisa meluruskan, sehingga oknum-oknum tertentu baik pengacara dari pihak lawan yang menggugat mereka yang mengarahkan ke opini negatif, cenderung membuat permusuhan kebencian ini di arahkan, kita luruskan dalam pemeriksaan ini,” tukas Farhat Abbas.

Setelah jalani pemeriksaan dan jadi saksi, status Rey Utami dan Pablo naik jadi tersangka pada Kamis (11/7) lalu. “Iya, status naik tersangka, tinggal prosesnya saja 1×24 jam. Belum penahanan, ditunggu pemeriksaaan dulu, prosesnya 1×24 jam kan sama saja,” ujar Farhat Abbas selaku kuasa hukum Rey-Pablo saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (11/7/2019).

Setelah Resmi Galih, pablo, dan Rey Utami statusnya menjadi tersangka, ketiganya lantas dijerat dengan UU ITE. “Ketiganya terjerat UU ITE dan juga pasal 310 dan 311 KUHP. Tentu ancaman hukumannya pun tak main-main. “Enam tahun ke atas,” tukas Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya pada Kamis (11/7)

Pengacara Galih Ginanjar bernama Acong Latief memilih mundur pada Jumat (12/7) lalu. “Iya saya mengundurkan diri. Ada perbedaan pendapat dan strategi yang mendominasi di tim,” kata Acong Latief saat dihubungi wartawan, Jumat (12/7/2019), dilansir dari Liputan6.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Galih ternyata enggan menandatangani surat penahanan. “Dari surat perintah penahanan ada satu tersangka yakni Galih tidak mau menandatangani surat perintah penahanan. Itu tidak masalah dan kita buatkan berita acara penolakan penandatanganan. Itu tidak menghilangkan penahanan. Tetap kita lakukan penahanan,” jelas Argo, Kabid Humas Polda Metro Jaya pada Jumat (12/7).

(sumber: kapanlagi)

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here