Bagaimanakah rasanya hidup selalu dihantui rasa takut dan cemas

0
1430
views
Ilustrasi ketakutan

Tentu saja itu akan membuat hidup kita menjadi tidak bahagia dan kegiatan sehari-hari kita pun jadi terganggu. Coba perhatikan curhatan berikut ini:

“Ketika saya berada di tengah orang banyak, Saya merasa takut. Bahkan saya akan merasa takut sebelum Saya meninggalkan rumah, dan itu akan meningkat ketika saya lebih dekat dengan ruang belajar di perguruan tinggi tempat saya belajar, tempat pesta atau apapun. Saya akan merasa sakit perut, atau seperti menderita flu. Jantungku berdetak kencang, telapak tanganku basah, dan Saya akan mendapatkan perasaan seperti dipindahkan dari tubuhku dan dari setiap tubuh yang lain.

Ketika Saya akan berjalan menuju sebuah ruangan yang penuh orang, Wajah Saya akan berubah merah dan akan merasa seperti mata setiap orang tertuju padaku. Saya gugup karena itu Aku menjauh menuju ke sebuah sudut, tapi saya tidak bisa berpikir apapun untuk dikatakan pada setiap orang. Itu memalukan. Saya merasa canggung, Saya tidak tahan lagi dan ingin keluar.”

Bila anda merasakan hal seperti itu ketika akan menghadiri suatu pertemuan atau berada di antara banyak orang, maka kemungkinan besar anda mengindap penyakit yang disebut Social Anxiety Disorder atau dalam Bahasa Indonesianya Gangguan Kecemasan/Ketakutan Sosial, yang juga disebut Phobia Sosial. 

[artikel number=5 tag=”inspirasi” ]

Banyak orang lebih memperhatikan kebebasan secara fisik, padahal Mahatma Gandhi dalam salah satu statementnya mengatakan bahwa kebebasan “dari dalam” justru mempengaruhi pengembangan diri seseorang. Kebebasan kita dari rasa takut merupakan kunci dari kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini.

Kita kurang menyadari bahwa hakikat kebebasan yang terutama dalam hidup ini sebenarnya adalah “bebas dari rasa takut”. Dan kita harus memperjuangkan bagaimana terbebas dari semua “rasa takut” ini. Misalnya, takut gagal, takut bersalah, takut melangkah, takut ditolak, takut bergaul, bahkan takut mati. Justru perasaan “takut” seperti ini yang membelenggu hidup kita secara lahiriah dan terlebih secara batiniah. Bahkan pada tingkatan yang lebih tinggi, “rasa takut” yang berlebihan akan menjadi penyakit jiwa (phobia). 

Kecemasan/ketakutan yang biasa sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan yang normal. Anda mungkin merasa cemas ketika berhadapan dengan problem di tempat kerja, sebelum  menjalani ujian, atau membuat keputusan penting. Tapi gangguan kecemasan (anxiety disorders) lebih daripada kekhawatiran atau rasa takut temporer. Bagi seseorang penderita gangguan kecemasan, perasaan seperti itu tidak kunjung pergi dan dapat menjadi lebih buruk sepanjang waktu. Perasaan-perasaan itu dapat menganggu aktivitas sehari-hari seperti prestasi kerja, tugas sekolah dan hubungan dengan orang lain. 

Ada beberapa tipe gangguan kecemasan yang berbeda. Contoh-contohnya meliputi Generalized Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Umum, Panic Disorder atau gangguan panik, Social Anxiety Disorder atau gangguan kecemasan sosial. Hasli penelitian melaporkan bahwa 43,2% orang dewasa di AS dan penduduk anak-anak didiagnosa menderita gangguan kecemasan. 

Tentu saja kalau kita terus-menerus dijajah oleh “rasa takut”, kelangsungan hidup dan karir kita akan berjalan di tempat (mandeg). Dan kalau kita tidak berusaha memperoleh kebebasan, kita akan selalu memiliki perasaan insecure (merasa selalu dalam ancaman).

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here