Untuk Revan #01

0
110
views

Kenyataan

Jangan pernah,anggap gue sebagai pacar lo! Kalo lo! Masih sayang sama dia!” ucap seorang gadis dengan derai air mata.

“Van, dengerin aku dulu,” Pinta sang lelaki.

“Denger apa lagi? Denger kalau lo masih sayang sama dia? Gitu?” tanyanya dengan satu alis terangkat.

“Bukan gitu, van. Dengerin aku du-“

“Udah gue bilang kan? Mau denger apa lagi? Gue udah liat semuanya!” potongnya dengan menekan kata terakhir.

“Dan gue udah denger semuanya!”

Vania dan Rendi, dua orang paling berpengaruh diSMA Cakrawala. Bagaimana tidak? Keduanya adalah sepasang kekasih yang selalu menjadi sorotan di SMA Cakrawala.

Vania Naquela Atmaja, sigadis cantik yang selalu dijuluki ‘si Princessnya SMA Cakrawala’ mempunyai tubuh boady goals juga wajah yang sangat cantik membuatnya menjadi sang Princess diSMA Cakrawala.

Juga dengan kefamousannya disosial media. Apalagi dengan statusnya sebagai keluarga Atmaja yang terkenal sangat kaya juga dihormati.

Para lelaki selalu berlomba lomba memperebutkan Vania. Namun, hati Vania hanya untuk Rendi Gionala sang Ketua Basket SMA Cakrawala.

Sekaligus salah satu mostwanted SMA Cakrawala. Mempunyai tubuh tinggi tegap serta, serta wajah yang tampan membuatnya cukup untuk dijadikan motswanted SMA Cakrawala.

Apalagi statusnya yang menjadi anak dari pemilik sekolah, juga jabatanya sebagai Ketua basket SMA Cakrawala.

Keduanya selalu disebut sebut sebagai pasangan yang cocok dan perpect. Karena cantik juga tampan, apalagi mereka berdua sama-sama terkenal juga sama-sama kaya.

Mereka selalu mengumbar kemesraan mereka dihadapan murid-murid, yang membuat mereka selalu gigit jari dan juga iri.

Namun, kenyataanya, mereka kini tengah diambang perpisahan.

Flasback On

Kemarin sore, saat vania bosan dengan suasana rumah karena Rendi membatalkan janjinya, Vania memutuskan untuk pergi ke caffe seorang diri yang tak jauh dari rumahnya.

Namun saat Vania masuk kedalam caffe tersebut, Vania kaget melihat Rendi tengah berduaan bersama Siska-mantan kekasih Rendi dulu.

Dia tidak langsung menghampiri, dia ingin tau apa yang dilakukan Rendi dengan Siska sampai Rendi harus membatalkan janjinya. Vania mencoba berfikir positif.

Lalu Vania duduk dimeja yang tak jauh dari Rendi dan Siska. Beruntung Rendi dan Siska tidak menyadari keberadaan Vania di dekat mereka.

Vania duduk membelakangi mereka berdua. Namun Vania masih bisa mendengar percakapan kedua orang tersebut.

Selain tidak ingin terlihat oleh mereka berdua, Vania tidak ingin melihat sikap Rendi kepada Siska bagaimana, dia tidak ingin menambah sakit hatinya dengan melihat itu semua.

Beberapa menit berlalu, Vania masih duduk ditempat yang sama, mencoba mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Namun dari tadi, tidak ada obrolan yang penting yang didengar oleh Vania, melainkan hanya candaan serta gombalan receh Rendi kepada Siska.

Bukannya Vania tidak sopan mendengar percakapan mereka berdua. Namun, sepenting itukah? Sampai Rendi harus tega membatalkan janjinya dengan Vania.

Vania mencoba tegar mendengar ucapan Rendi yang romantis terhadap Siska. Walau itu hanya gombalan receh, tetapi tetap saja, Rendi tidak bisa menghargai Vania yang notabenya adalah pacarnya.

“Lo udah putus sama si Vania?” tanya Siska, Vania mencoba lebih menajamkan lagi pendengarannya, kali ini percakapannya cukup serius dari pada tadi.

“Belum,” jawab Rendi datar.

“Loh kenapa belum? Kan lo janji mau putusin dia!”

Vania membulatkan matanya, namun dia masih bisa menahan diri.

“Gue kasihan sama dia, nanti kalau dia nangis darah gimana?” ucap Rendi mengejek.

Siska tertawa.”Bener juga ya.”

“Ya makannya, gue tetap mertahanin dia. Karna gue mau manfaatin dia, sebelum gue putusin,” ucap Rendi dengan senyum licik.

Siska tertawa sinis.”Bukannya, lo orang kaya? Ngapain manfaatin dia?”

“Gue cuma mau mainini prasaanya dia doang, tujuan utama gue pacarin dia, biar bisa bikin gue makin tenar.”

Siska menggelangkan kepalanya, kemudian tertawa.”Lo pinter juga,ya.”

Vania tercengang, keget dengan ucapan Rendi barusan. Setega itukah dia kepadanya? Jadi, selama ini Rendi tidak pernah mencintainya? Benar benar Rendi yang brengsek.

Vania berusaha tegar menghadapi semua ini, dia harus kuat. Tetapi di detik selanjutnya, Vania beranjak berdiri, dia sudah tidak tahan mendengar percakapan Rendi dan Siska yang begitu menyayat hatinya.

Rendi benar-benar Cowok brengsek! Jadi, selama ini dia hanya sebagai alat? Sungguh, Vania tidak menyangka, ternyata orang yang selama ini dia anggap baik dan menyayanginya tidak seperti yang dia duga.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here