Uang Belanja

0
219
views

Minggu pagi aku mengajak Sani olah raga pagi. Tidak ada penolakan dari Sani, aku yakin Sani sudah ada rasa kepadaku Rifki si Tampan ini.

Setelah capek berkeliling aku mengeluarkan air mineral yang aku bawa dalam tasku, sambil duduk selonjoran. Sani menawariku es blender yang dijual di dekat kami. Tentu saja aku menolak, masak kemaren sudah beli es buah harga selangit, hari ini mau tekor juga. Ogah layaw!

Akhirnya sani beli dua gelas, aku menerima dengan senang hati karena tak perlu keluar modal. Cerdas kan aku!

Sepulang olah raga, kami ngobrol sebentar di Teras kosan Sani, kebetulan ada tetangga Sani merokok sambil ngopi, aku dekati saja dia sok akrab. Yess! Beliau menawariku rokok, tanpa sungkan aku ambil saja, hanya satu ini. Oh nikmat mana lagi yang kamu dustakan. Kopi bikinan Sani ditambah sebatang rokok. Kalau kata anak jaman sekarang joss gandos!

Sebenarnya aku bukan perokok berat, tapi kalau ada kesempatan rokok tergeletak, ambil saja. Tapi aku tahu diri kok, aku selalu mengambil satu batang saja setiap orang. Sungkan kalau banyak-banyak.

Setelah ngobrol ngalur ngidul ternyata sudah siang, aku pamit mau pulang ke kosan, tapi Sani memaksa minta ditemani makan siang. Aku beralasan mau makan siang dirumah saja. Tapi Sani memaksa katanya sekali-kali makan bareng. Dengan berat hati aku iyakan. Yah, alamat tekor lagi ini. Nasib, nasib!

Begitu sampai di Warung soto, Sani memesan dua porsi soto dan dua gelas es teh, tapi aku menolak dong. Satu gelas saja cukup! Nanti kembung, lagian aku kan membawa air mineral.

Selesai makan dengan langkah gontai aku membayar dikasir, ” Mbak berapa ?”

” Dua puluh tiga Mas”

” Waduh uangku gede nih San, kasihan Mbak kasirnya kalau gak ada kembalian”

” Yaudah pakai uangku saja gak papa mas”

Aku mengangguk ,” Nanti Mas ganti ya”

” Gak usah mas, gak papa kok”

Alhamdulillah sampai aku pulang kerumah Sani tidak membahas soal soto, ahh sedapnya hari ini makan enak dan gratis semuanya.

Setiap mandi sore aku selalu menyempatkan mencuci bajuku. Karena kamar mandi kos berdempetan dan alat mandi ada di ember masing-masing, aku biasanya ambil sedikit detergen milik tetangga kos, lumayan kan bisa hemat. Sedikit ini pasti gak ketahuan.
Setelah membuka salah satu ember ada detergen, dan aku menemukan lulur mandi.

Luluran sebentar ah, mumpung sepi. Biar Saniku semakin klepek-klepek.

Aku balurkan keseluruh tubuh, kok lulur ini rasanya panas banget ya, kayak cekit-cekit dikulit,Aku balurkan keseluruh tubuh, kok lulur ini rasanya panas banget ya, kayak cekit-cekit dikulit, segera aku bilas. Kok baunya sama kayak detergen ini. Jangan-jangan aku dikerjain! Kurang ajar!

Setelah selesai mandi aku melihat tetangga sebelah sedang cekikikan.

Kurang ajar mereka, aku benar-benar dikerjain. Awas saja kalian!

Aku bertanya kepada mereka, “kamu ngerjain aku Fit?”

” Ngerjain opo to mas?”

” Lha ini badanku clekit-clekit semua setelah make lulurmu!”

Fitri tertawa terbahak-bahak. ” Oh jadi sampean to Mas yang sering make lulurku, jangan-jangan sabun shampo juga sering hilang sampean yang ambil!” Tuduhnya

” Ngawur! Baru kali ini aku make udah dikerjain”

” Lagian celamitan sih! Itu bukan lulur sengaja aku taruh wadah lulur biar kapok yang suka celamitan kayak sampean! Wong lanang ora modal!”

Untung Fitri cantik kalau jelek sudah aku unyeng-unyeng beraninya ngerjain aku.

Setelah kejadian itu tetangga-tetangga embernya dibawa masuk kamar masing-masing. Pelit!

Entah kenapa kok apes banget! Teman-teman yang sering aku tumpangi ke Kantor jadi ganas-ganas. Masak bareng ke Kantor aku harus bayar Lima ribu? Dasar pelit!

Dengan terpaksa aku memakai motorku sendiri.

Di Kantor pun teman-teman pada aneh, entah kenapa?
Biasanya aku sering minta kopi mereka tidak keberatan, kok sekarang jadi bawa kopi ngepres sih! Nyebelin!

Aku tidak kehilangan akal, aku dekati saja anak-anak baru itu, pasti mereka bangga berteman dengan Rifki si tampan ini. Terbukti kan, aku bisa dapat cemilan dan kopi gratis nebeng mereka. Hahaa Rifki dilawan! Anti tekor dong!

by : Dewii Kamaya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here