Tuan Muda Duda #31

0
122
views
Tuan Muda Duda

Masih Suasana Duka


Semenjak istrinya menginggal kini giliran Dirgantara yang stres dan frustasi, dia benar merasa kehilangan. Athar pun tidak kalah menyesalnya ditambah urusan kantor yang membuat dia semakin oleng. Seharusnya dia bahagia karena sudah menjadi bos muda tetapi di sisi lain dia sangat terpuruk karena gara-gara dia keluarganya jadi berantakan meski pun begitu dia harus terlihat kuat karena yang namanya hidup pasti tidak luput dari masalah. Dia haru bangkit dan semangat menjalani hidup yang baru.

Setelah selesai dari pekerjaan kantor Athar langsung pulang sampainya di rumah dia langsung menuju kamar Dirgantara.

Ditatapnya lelaki yang wajahnya sudah mulai tampak keriput sedang duduk melamun sambil memegang foto wanita yang amat dicintainya

Athar mengelus dada rasa sakit kembali menghampirinya begitu pedihnya ditinggalkan orang yang disayang.

“Mungkin sebaiknya aku jangan nganggu papa dulu,” pikir Athar dan berlalu dari kamar Dirgantara.

Malam harinya Athar pergi ke tempat balapan bersama teman-teman tidak cuma itu Athar pun ikut balapan pikirnya ya … hitung-hitung buat ngilangin suntuk. Saat sedang kencangnya bawa motor ada saja wanita yang mau menyebrang sehingga Athar kehilangan kendali dan terpeleset untung saja Athar tidak apa-apa hanya saja motornya yang hancur. Wanita tadi pun terperanjat kaget dan terjatuh wanita itu bangkit lalu memaki-maki Athar. Athar tidak menanggapi dia hanya menyunggibg senyuman remeh.

“Senyak-senyum, dasar nggak ada ahklah, main ngebut-ngebut aja,” cerocos wanita berhijab biru muda itu dengan tatapan bengis.

“Jadi, kamu mau apa?” Tanya Athar santai.

Wanita itu terbelalak, sepertinya dia mengenali nada suara barusan.

‘Pak Bos,’ ucapnya dalam hati.

Cepat-cepat Wanita itu mengalihkan pandangan supaya tidak ketahuan sama Bos yang super galak itu.

“Sudahlah, maaf saya buru-buru,” ucap Wanita itu segera berlalu.

“Aneh, kok tiba-tiba dia minta maaf,” desis Athar masih dengan gaya santainya.

“Huh, untung saja aku pakai masker kalo nggak bisa berabe tadi.” Wanita itu menghela napas kasar.

“Selamat ….”

“Siapa dia?” Tanya Andi, temannya Athar.

Athar menggidikkan bahu pertanda dia pun tidak tahu.

“Sudahlah, ayo antarkan aku pulang!” Sergah Athar sambil melipat lengan bajunya. Kemudian mereka pergi meninggalkan lapangan balap itu.

“Pagi, Pak!” Sapa Alika pada Bos muda.

Bos muda itu siapa lagi kalau bukan Athar, Athar berhenti tepat di hadapan Alika lalu menatapnya lekat. Alika merasa was-wasan takut kalau Athar mengenali wajahnya semalam waktu Athar hampir menabrak.

“Apes ….”

Alika bingung untuk mencari cara agar Athar tidak mengenalinya.

“Eh, Pak Bos ada lalat tuh di kepala,” ucap Alika mengalihkan pandangan.

Athar memegang kepala dan mengibas-ngibasnya kemudian dia segera masuk ruangannya.

Bersambung

Baca sebelumnya


Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here