Tuan Muda Duda #29

0
85
views
Tuan Muda Duda

Setelah mendapat amanah dari Dera, Dirgantara dan anak buahnya segera mencari Athar tidak membuatuhkan waktu lama Athar berhasil ditemukan tetapi sayangnya dia tidak mau menemui Dera, Ibu kandungnya sendiri.

“Ayolah Tuan temui Nyonya besar sepertinya dia hidup tidak akan lama,” bujuk salah satu suruhan Dirgantara.

“Mau mati kok nyusahin suruh aja dia mati dan jangan ngajak aku,” ketus Athar membuat orang berbicara dengannya tersebut terlonjak kaget.

“Tuan tolonglah, jika kami tidak bisa membawa Tuan untuk bertemu dengan Nyonya maka Bos kami akan marah besar.”

Mendengar penuturan orang suruhan itu Athar tertawa mengejek.

“Itu urusan kalian.” Athar beranjak pergi para suruhan itu menghentikan langkah Athar kedua tangan Athar dipegang erat.

“Apa-apaan ini, lepas!” bentaknya.

Akhirnya terjadi perperangan sengit dan tentunya Athar yang kalah, orang suruhan Dirgantara langsung membawanya ke rumah sakit.

“Athar ….” panggil Dera lirih.

Athar tersungkur dan jatuh kepelukan Sang Ibu, Athar tidak menyadari itu.

Dera memeluk Athar dalam. Layaknya anak dan ibu yang tidak bertemu bertahun-tahun. Athar ingin berontak tetapi dia tidak sanggup karena dia merasa nyaman di pelukan Dera. Dalam pelukan Athar Dera kembali kritis seketika Athar menjadi panik, apakah dia sudah sadar dari sttresnya.

“Dokter … Dokter ….” panggilnya panik.

“Pah, Mama Pah,” ucap Athar dalam keadaan panik.

“Anakku, kau sudah membaik? oh tuhan, terima kasih.”

Dirgantara bersyukur saat melihat reaksi Athar yang panik melihat Dera yang terbaring sakit dan kesusahan bernapas.

“Ada apa denganku Pah, apa aku baik-baik saja?”

“Sudah jangan bicarakan soal ini lebih baik kita fokus pada kesembuhan Mama kamu.”

Dokter belum juga datang membuat semua yang ada di ruangan Dera semakin panik.

“Tetap bertahan Ma, demi Athar dan Papa,” ucap Athar. Air matanya jatuh mengenai tangan Dera.

Dera yang sedang sakit mendadak senyum, senyum yang begitu tulus Dan mampu meluluhkan hati.

“Mama senang melihatmu seperti ini sayang.”

Setelah berucap seperti itu perlahan mata Dera tertutup rapat.

“Mama ….” Athar berteriak histeris.

Athar memeluk dan mengecup kening Dera bertubi-tubi, dia merasa begitu kehilangan.

“Dokter … mana Dokter ….” teriaknya.

Dokter datang dan langsung mengecek keadaan Dera.

Innalilahi wa innalilahi roji’un

Bersambung

Baca sebelumnya


Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here