Tuan Muda Duda #26

0
96
views
Tuan Muda Duda

Tidak butuh lama Dirgantara sudah sampai pada tempat yang di tuju karena dia menunggang kuda besinya dengan kencang.

‘Athar, anakku bagaimana mungkin bisa masuk ke sini?’ gumam Dirgantara meletakkan tangan di dagu.

Tidak lama kemudian orang suruhannya datang dengan napas terengah lalu mereka bertiga segera menuju ruangan Athar.

Dirgantara menyerngitkan dahi saat melihat Athar senyum-senyum sendiri lalu diiringi pula dengan ketawa, ahk kok bisa jadi gini.

Bukannya kasihan tetapi Dirgantara malah memarahinya. Dirgantara menampar Athar sehingga wajah Athar beralih ke samping.

“Sadarlah, jangan mempermalukan saya!” bisiknya menekankan.

“Kau harus ikut saya pulang tempat ini tidak pantas untukmu, ayo!”

“Kamu siapa? haha pergi sana pergi! saya sangat nyaman di rumah ini.” Athar berucap membuat Dirgantara semakin murka.

Cuih ….

“Saya papamu.”

“Papa?”

Athar termenung Dirgantara segera membawa Athar pulang.

“Anakku ….” panggil seorang wanita dari dalam rumah ketika tahu yang pulang adalah Athar.

Wanita itu berjalan setengah berlari dan menghambur memeluk Athar. Athar terpaku tatapannya kosong.

“Jangan memelukku, aku benci wanita,” ucapnya ketus.

Plak ….

“Dia wanita yang melahirkanmu kau tak boleh kasar padanya,” sentak Dirgantara.

“Papa, kenapa dengan anak kita?” tanya wanita yang sebagai Ibunya Athar lirih.

Dia kembali merengkuh tubuh anak semata wayangnya tetapi dengan kasar Athar menepis dan segera berlalu.

Dirgantara mengusap wajah gusar lalu mencoba menjelaskan kondisi Athar saat ini Sang istri terlihat syok tetapi dia mencoba untuk mengerti.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here