Tuan Muda Duda #25

0
106
views
Tuan Muda Duda

Dirgantara memijat pelipis rasanya kepalanya mau pecah mengingat nasib buruk yang berpihak pada anak semata wayangnya. Ditambah sejak kejadian kemarin kabar Athar tidak lagi didengarnya.

Tok tok tok ….

“Masuk,” ujar Dirgantara pada orang yang mengetuk pintu ruang pribadinya.

“Maaf menganggu tuan,” ucap orang bertubuh gempal berbasa-basi.

“Cepat katakan info apa yang kau dapat,” perintah Dirgantara tidak sabar berharap ada info baik tentang anaknya.

“Maaf kami tuan, kami tidak menemukan titik terangnya,” jawab orang itu gemetar.

Mendengar jawaban yang tidak memuaskan Dirgantara memukul meja dan memperlihatkan wajah berang lalu mengumpat kasar pada dua orang suruhannya yang tidak becus.

“Jika kalian tidak membawa berita bagus kenapa kalian menemuiku, plak, plak.” Dirgantara amat emosi dan melayangkan lima jarinya ke pipi orang bertubuh kurus dan gempal yang ada di hadapan.

Setelah itu dia mengusir orang suruhannya itu supaya cepat menemukan anaknya.

Argrrrht ….

“Gitu aja tidak becus,” umpatnya tidak perduli orang yang diumpat tidak lagi di dekatnya.

Tok tok tok ….

“Apa lagi sih?”

Masih belum bisa meredakan emosinya Dirgantara bergegas membuka pintu dan akan menghajar kembali anak buahnya. Ternyata dia salah yang ada di hadapannya adalah sekretarisnya.

Upst!

“Silakan masuk,” ucapnya berusaha mengontrol diri.

Alika sebagai sekretaris kantornya menyerah beberapa dokumen yang harus ditandatanginya setelah itu Alika kembali ke posisi awalnya.

Drdrdrtttt

[Hallo bagaimana?]

[Hallo tuan, kami mendapat kabar kalau tuan muda berada di rumah sakit jiwa]

Jelas orang di seberang sana memberi tahu keberadaan Athar. Mendengar informasi itu Dirgantara tersentak kaget.

Athar? di rumah sakit jiwa? bagaimana mungkin?

Sungguh tak masuk akal

[Kalian kalo ngasih infonya yang benar!] bentak Dirgantara.

[Kami yakin tuan] jawab orang di ujung telepon dengan mantap.

“Baiklah sharelok.”

Tut!

Setelah mendapat pesan lokasinya Dirgantara langsung pergi menuju rumah sakit jiwa itu dan kalimat berupa umpatan pun tidak henti dilontarkan sebab dia merasa kabar ini hanyalah palsu. Namun, dia akan tetap ke sana.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here