Tuan Muda Duda #23

0
134
views
Tuan Muda Duda

Tanpa babibu Athar langsung menyerbu Dirgantara dengan bogeman andalan, Dirgantara tidak melawan dia hanya menghindar dari serangan karena dia tahu Athar sedang diluasai emosi.

“Tahan emosimu Athar,” pinta Dirgantara sambil mengelak.

Arrght ….

Athar mengusal rambut secara kasar sepertinya dia benar-benar frustasi.

Indra dan Ini, suami istri itu tidak henti mengeluarkan senyum kemenangan dan sesekali tersenyum jahat.

‘Rasain itu,’ gumam Ina yang terdengar samar oleh Dirgantara.

Polisi yang berada di situ tidak tinggal diam mereka segera menenangkan Athar.

“Kenapa papa merebut kebahagianku,” tukas Athar memekik.

Dirgantara menatap tajam kemudian terbit seulas senyum di sudut bibirnya membuat sepasang kekasih itu keheranan.

“Tenanglah dulu anakku, mari selesaikan secara baik-baik,” ujar Dirgantara seraya duduk di atas kursi.

“Dasar orangtua nggak ada ahlak,” cibir Ina, mendengar cibiran itu Dirgantara langsung melayangkan tatapan sinis.

Kini tangan Athar diborgol Indra dan Ina masih tetap ingin Athar masuk ke penjara. Dia tidak lagi memberontak.

Polisi yang bertugas itu mengangguk karena mereka sudah bisa menilai kalau Athar benar salah.

“Tunggu!”

“Tunggu apa lagi, cepat bawa dia pak,” sahut Ina cepat.

Dirgantara meminta waktu sebentar untuk memberi penjelasan, dengan senyum menyerigai dia memanggil orang suruhannya untuk membawa bukti-bukti dan menghempas sebuah amplop besar yang berwarna coklat ke atas meja. Dirgantara mempersilahkan supaya polisi cepat melihatnya. Polisi menatap serius pada isi amplop yang dipegangnya.

“Dengan bukti yang ada saya menyatakan bahwa anak saya tidak bersalah.” Dirgantara dengan percaya diri dan senyum yang pudar di bibirnya.

Segera Indra merebut bukti yang ada di tangan polisi. Seketika dadanya sesak.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here