Tuan Muda Duda #22

0
139
views
Tuan Muda Duda

Diseretnya Athar masuk mobil, Inda dengan wajah garangnya menutup pintu mobil dengan kasar, Ina dengan cepat pula duduk di samping kemudi dan tidak henti nyerocos.

Sesampainya di kantor polisi Indra kembali menarik Athar dengan kasar orang yang ditarik tidak melakukan perlawanan.

“Penjarakan orang ini langsung pak!” titah Indra dengan suara yang menggema.

Polisi itu terlihat bingung dia beluk tahu apa sebab musababnya kok Indra tiba-tiba ngegas untuk memasukan orang yang dihadapannya untuk segera masuk penjara.

“Tunggu apa lagi ayo cepat penjarakan,” tukas Indra membentak, hadehc, ada-ada saja Indra ini polisi kok dibentak Ina pun ikut geram dibuatnya.

“Sebentar pak ini ada apa? masalahnya apa? kami tidak bisa penjarakan orang tanpa alasan,” tanya polisi tersebut masih dengan raut wajah kebingungan.

“Halah, banyak tanya, dia ini pembunuh dan dia harus masuk penjara kalau perlu diberi hukuman mati biar setimpal.”

“Bapak ada bukti?”

Sejenak keadaan menjadi hening dan Indra tampak berpikir.

“Nah, kalau tidak punya bukti jangan semberangan menuduh,” tukas polisi menatap tajam.

“Tapi anak kami mati dibunuh dan pelakunya adalah dia.” Indra bersih kekeuh memberi penjelasan sedangkan polisi yang ada di hadapannya geleng-geleng kepala.

Athar masih setia dengan sikap diamnya dia menatap kosong dan sepertinya masih meratapi.

“Jangan ngotot menyalahkan anak saya Indra.” Dirgantara keluar dari balik pintu dan melangkah cepat menuju Indra. Kedua paruh baya itu tercekat melihat kedatangan Dirgantara sesaat dia pun membalas tatapan tidak kalah tajam.

Melihat sosok tegap yang menghampiri mereka Athar tiba-tiba sadar dari lamunan, tubuhnya tegang gemertuk giginya terdengar nyaring.

“Saya tegaskan sekali lagi lebih baik anda pulang kalau tidak mau malu,” ujar Dirgantara dingin dan kelihatan berwibawa.

“Apa-apaan ini anak kami yang menjadi korban kok kami pula yang disuruh pulang, heh, benar-benar nggak punya hati.” Ina memberontak setengah mengejek.

Bught … brak … bught ….

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here