Tuan Muda Duda #17

0
90
views
Tuan Muda Duda

Kehamilan Putri telah memasuki lima bulan dan dia masih saja bersikap semaunya untunglah suaminya memaklumi sikap dan perilakinya yang terkadang suka berubah. Sama hal seperti malam ini Putri tidak kunjung pulang padahal waktu sudah larut malam, Athar pun sudah mondar-mandir mencari dan menghubunginya. Namun, hasilnya tidak juga ditemukan.

“Ya Allah lindungilah istri hamba dan calon bayi kami.” Athar berdoa.

Di posisi lain Putri dan seorang pria hendak memasuki kamar hotel.

Oh, rupanya Putri masih ingin meniup bara api.

Prok … prok … prok ….

Suara tepukan tangan dari belakang, Putri dan Jhon menghadap ke orang yang bertepuk tangan.

“Dasar wanita ja**ng,” caci Dirgantara, ayahnya Athar.

“Papa,” gumam Putri.

“Jangan sebut saya papa karena saya tidak sudi punya menantu sepertimu,” hardik Dirgantara menunjuk tepat di wajah Putri.

Putri tercekat, dia sangat panik wajah pucat mulai terlihat dia tidak habis pikir bagaimana Dirgantara bisa tahu apa yang dia lakukan.

“Jangan ikut campur urusan kami!” Jhon ikut bicara dengan tegas.

“Hey, siapa suruh anda ikut bicara, seharusnya saya berhak mengatakan ‘anda jangan ikut campur!” Dirgantara pun mengingatkan tidak kalah tegas.

Perdebatan sengit terjadi antara Jhon dan Dirgantara, mereka hampir saja baku hantam kalau tidak memikirkan situasi dan kondisi yang berada di tempat umum. Mereka berdua terus berdebat membuat Putri semakin tercekat. Putri beringsut pergi dengan hati-hati, dia sangat takut dengan Dirgantara sebab dia tahu betul siapa itu Dirgantara.

“Jangan kabur kau wanita la**at,” teriak Dirgantara ketika menyadari Putri yang terlahat jauh dari pandangan.

“Tangkap dia!” titah Dirgantara pada anak buahnya.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here