Tuan Muda Duda #09

0
81
views
Tuan Muda Duda

Athar dengan cepat menyodorkan segelas air putih pada Putri.

“Hampir keselek sayang,” canda Athar menahan tawa di balik telapak tangannya.

“Hampir apanya bang, ini juga udah keselek tauk,” pekik Putri dengan raut wajah cemberut membuat Athar semakin gemes melihatnya.

Melihat mimik wajah Sang Istri yang menurutnya lucu akhirnya tawanya pun pecah.

“Ihk, abang kok malah gitu, nggak lucu,” pungkas Putri.

“Tapi menurutku ini sangat lucu sayang, cup,” sahut Athar mengecup sekilas pipi Putri.

‘Ahk, bahagianya semoga kebahagian ini tidak akan menjadi kenangan, Aamiin,’ batin Putri menatap suaminya yang tersenyum.

Selesai makan Athar pamit berangkat kerja.

“Jaga dedeknya baik-baik ya sayang,” nasehat Athar mengelus perut Putri.

“Dan kamu sayang jangan nakal ya di dalam perut mama,” lanjutnya, Putri yang mendengar itu merasa geli sekaligus senang.

“Udah ahk, sana berangkat kerjanya,” balas Putri cepat.

Putri menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang dari pandangan.

“Semoga anak yang kukandung ini membawa berkah,” gumam Putri. Putri melamun sejenak.

Drettt ….

Lamunan Putri tersadar ketika ada orang yang menghubungi dengan enggan Putri menerima panggilan tersebut.

“Hallo Putri, bagaimana apa sudah kau gugurkan kandunganmu?” tanya orang dari seberang sana dengan suara melengking.

“Saya tidak akan gugurkan kandungan ini, sudah kamu tenang saja dan jangan ikut campur lagi,” tegas Putri.

Hahaha ….

Jhon tertawa menyerigai dan merasa aneh mendengar ucapan dari Putri.

“Kau ini bodoh apa, bagaimana saya tidak ikut campur kalau yang kau kandung itu adalah anakku, apa kau sudah mulai gila, haha,” hardik Jhon tanpa ampun.

Tidak mau lagi berdebat Putri langsung memutuskan sambungan telepon. Tangisnya pecah, Putri menahan kekesalan dia meremas sampingan bajunya dengan kuat.

Arrght ….

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here