Tuan Muda Duda #04

0
105
views
Tuan Muda Duda
Akhir-akhir ini Putri sering keluar rumah tanpa meminta izin pada suaminya terlebih dahulu apalagi dia pulang sering telat sehingga Athar yang lebih dulu pulang. Jika ditanya Putri memberi jawabab yang tidak memuaskan ditambah lagi sikapnya yang dingin dan sering membantah jika diberi nasehat.
 
“Adek ini kenapa, kok akhir-akhir ini suka ngebantah suami?” tanya Athar hati-hati.
 
Putri diam dan menutupi tubuhnya dengan selimut perlahan memejamkan matanya menit kemudian dia terjun ke alam mimpi. Athar menghembus nafas lelah. Banyak perubahan pada Putri, setiap hari pulang menenteng belanjaan mewah jika dipikir-pikir memang tidak masuk akal masa setiap hari nerima arisan.
 
Ada banyak kecurigaan di benak Athar. Namun, diurungkannya niat untuk bertanya dan dia pun nggak harus berdebat tanpa ada penyelesaiannya.
Athar memeluk Putri dari belakang dan akhirnya dia pun ikut tidur dengan fikiran yang amburadul.
 
~
 
Pukul lima sore Athar pulang dari kerjanya, dilihatnya rumah jelek nan sepi, dia menunduk hatinya rapuh. Lagi dan lagi Putri tidak ada di rumah. Athar masuk rumah dengan langkah gontai lalu mengambil air putih dan menegaknya hingga tandas.
 
Athar menunggu Putri di kursi kayu yang berada di depan teras rumah. Adzan magrib berkumandang tetapi Putri tidak juga kunjung pulang. Athar menggerutu, khawatir, panik semuanya bercampur aduk.
 
Athar beranjak dari teras dan hendak melaksanakan shalat magrib dengan hati yang gundah.
 
Selesai shalat magrib Athar duduk kembali di teras rumah, lagi-lagi Putri belum juga menampakkan batang hidungnya. Athar mondar-mandir.
 
Drtrrtrtrt ….
 
Suara HP jadul Athar pertanda ada orang yang menelpon.
 
“Hallo, Bang, maaf adek nggak bisa pulang malam ini adek nginap di rumah teman arisan,” ucap langsung dari orang seberang sana yang tidak lain adalah Putri.
 
Brakkkk ….
 

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here