The Trill of Love #01

0
90
views

Nama ku Atiyah seorang istri dari pria yang ku cintai sepenuh hati

***

Hari hari yang bahagia itu bertemu pasangan hidupmu menjalankan kehidupan rumah tangga penuh cinta penuh suka tawa dan canda.
Tidak ada yang memahami bagaimana rasanya katika kamu benar benar merasa bahagianya memeluk cinta.

Saat itu akulah sang penikmat kebahagiaan itu.
Sulit dirangkai kata kata dan aku benar benar bahagia bersamanya.

Hari ini minggu pertama aku telah sah menjadi istri mas Aldi.
Sungguh keajaiban cinta itu datang tanpa diberi kode apapun, aku tidak bisa membayangkannya bagaimana rasanya bahagia ini.

“Maaf hari aku harus berangkat kerja lebih pagi. karena ada urusan tentang soal anak anak sebelum jam pelajaran dimulai”
pamit mas Aldi dengan serius.
Mas Aldi belum Terlalu akrab dengan ku. Tapi aku bisa memahami tutur katanya yang masih kaku untukku.

Mas Aldi seorang guru yang tepat waktu.

“Aku selalu menunggu semoga langkah mas Aldi di mudahkan oleh Allah dan dilancarkan segala urusannya. Yang pasti cepat pulang ya mas. Nanti aku kangen”
Jawabku mencoba manja

“Terima kasih doanya istriku.jaga diri dirumah ya.aku pamit dulu. Assalamu’alaikum”
Ucap suamiku yang emang paling sulit merangkai kata kata romantis

“Wa’alaikum salam”
Jawabku agak sedikit kesal sudah diabaikan.

***

Aku masuk langsung merebahkan diri di sofa ruang tamu.

Ini rumah suamiku ia anak satu satunya dari keluarga bapak Rangga Pratama. Ayahnya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu saat acara lamaran ku. Sedangkan ibunya yaitu mertua ku bernama ibu Hamidah telah lama meninggal dunia saat melahirkan mas Aldi.

“Bagaimana klo hari ini aku akan memasakkan makanan kesukaan mas Aldi sup telur puyuh”
Pikirku saat itu berharap agar mas Aldi bangga kepadaku.

Siapa sih yang tidak mau menjadi terbaik dimata suami. Pokoknya segalanya untuk suamiku.

Aku bergegas kedapur mengecek bahan yang kurang di dapur.

“Hari ini aku harus bikin menu yang spesial”
Gumamku kembali sambil tersenyum membayangkan wajah mas Aldi.

Aku kedepan sambil membawa ponsel ku menunggu tukang sayur yang emang suka lewat di depan rumahku.

***

“Hari yang sangat melelahkan hari ini”
Aku bergegas cuci tangan dan bersantai sejenak setelah memasak menu spesial untuk mas Aldi hari ini
Semua masakkan ku sudah tertata rapi di meja

“Kreeekkkk…..!!!”

Pintu depan terbuka

“Ahhh..akhirnya pulang juga suamiku” aku pun bangkit segera menemuinya keruang tamu. Tampak suamiku begitu dengan wajah kelelahan.

“Ayo masuk kedalam mas ini sudah jam 2 siang kita terlambat untuk makan siang. Liat lah mas aku bikin menu kesukaan mu hari ini ada sup telur puyuh, tempe goreng tepung ,sambal bawang , dan juga ayam kecap. Itu pelengkapnya kerupuk”
Ucapku panjang penuh semangat

“Ohya.kamu hebat istriku ”
Jawab suamiku singkat

Hanya itu saja

Aku terdiam. Jawabannya seperti sudah basi untuk aku dengarkan.

“Ayo kita makan bersama”
Ajak suamiku mencoba mencairkan suasana saat melihat aku terdiam mendengar ucapan suamiku yang hanya 1 kalimat pendek kamu hebat.

Mereka berdua menuju meja makan dibelakang. Meja makan kecil yang hanya untuk 4 orang.

Suasana makan siang tidak begitu seru. Hanya tanya jawab yang pada akhirnya aku bosan sendiri untuk berbicara. Akhirnya lama lama ku pasrahkan jam makan siang menjadi sunyi tanpa kata kata.
Begitulah seterusnya.

Minggu ke tiga….

***

Minggu ke empat

***

Minggu kelima

***

Minggu ke enam

***

Entah berapa kali ku hitung minggu sikap mas Aldi suamiku masih sama. Ia suami yang baik menjalankan semua kewajibannya seorang suami.
Tidak ada sedikitpun dia torehkan luka dihatiku
Hanya sikap dingin kaku yang aku tidak bisa menerimanya, sulit dan sangat teramat sulit.

***

Hari ini adalah masuk ke 5 bulan setelah kami menikah. Mas Aldi saat itu pulang dari mengajar disekolah

Dia segera beranjak ke kamar mandi dan pergi kedapur melihat menu makan siang.
Aku hari ini sengaja tidak memasak karena rasanya akan hambar tanpa basa basi milik suamiku. Aku hanya bosan kesepian.
Dia segera bergegas kembali ke ruang tamu.
“Mau kemana mas?”
Tanyaku segera

“Mau keluar sebentar”
Jawabnya sekilas dengan senyumnya.

“Mau cari makan mas?”
Tanya ku kembali

Mas Aldi terdiam sebentar kemudian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kembali.

15menit

***

30 menit

***

45 menit

***

“Krekkk ….!!!”

Terdengar suara pintu rumah kami yang memang mengeluarkan bunyi khas nya kalau dibuka pelan-pelan.

“Baru pulang??”
Tanyaku kepada mas aldi

Aku melirik yang dibawa mas Aldi.
Dia membawa satu kotak nasi

“Hanya satu???”
Tanyaku heran

“Iya buat kamu”
ucapnya simple sekali.

“bagaimana dengan mas???”
Tanyaku heran

“Udah tadi”
jawab mas Aldi kemudian meletakkan nasi kotaknya ke meja makan kami kemudian ia menyiapkan sendok piring dan gelas air minum
Hanya satu.
Aku hanya menatapnya dengan heran

Lalu dia bergegas masuk ke kamarnya.

Aku termenung sesaat.

“Bukan ini yang ku mau mas Aldi sungguhh…”
bathinku benar benar menjerit melihat ulah suamiku hari ini.

Aku duduk di kursi. Kulihat meja makan menatap nasi kotak yang sudah mas Aldi siapkan.
Aku belum menyentuhnya hanya bersedih seorang diri.

Tiba tiba

Tok tok tok…!!!

Suara seseorang mengetuk pintu di ruang tamu.
Aku segera mengusap wajah ku dengan tisu. Menghapus bukti kesedihan itu.

***

Aku lihat dari jendela tampak seorang laki laki dan perempuan yang menggandeng anak kecil sekitar 3 tahun
Ragu tapi ku coba buka pintu dengan pelan.

“Assalamu’alaikum,,,”
sapa seorang laki laki itu dengan ramah saat aku baru saja membuka pintu.

“Wa’alaikumsalam”
jawabku sambil menatap mereka penuh heran.

“Maaf mengganggu jam siangnya bunda”
sapa perempuan sebelahnya.

“Ayo nak salamin bundanya untuk perkenalan awal.”
Ucap perempuan itu sambil memegang tangan anak kecil itu menyuruhnya untuk bersalaman kepada ku.

Aku pun memberi tangan ku untuk bersalaman kepada anak kecil itu dan dilanjutkan bersalaman kepada ibunya.

“Maaf aku tak bisa memberi izin masuk sebelum tahu. Maaf kalian siapa ya??” Tanyaku masih dengan nada sopan.

“Iya tidak apa apa bunda. Bunda bisa panggil mas Aldi kalau kita udah disini. Kita bertiga tunggu disini aja”
ucap wanita itu dengan senyumannya yang ramah.

Aku langsung merapàtkan pintu kembali. Terengàr suara

“krèeekk….!!!”
Bunyi khas pintu rumah kami

“Siapa???”

Tanya mas Aldi baru saja keluar dari kamarnya dan melihat aku baru saja menutup pintu ruang tamu.

“Gak tau,tamu mas Aldi kali yah, coba mas Aldi temuin.”
jawabku masih penuh keheranan.

“Tamu?”
Tanya mas Aldi sambil melangkah ke arah jendela ruang tamu dan mengintipnya.

Tampak aura wajah mas Aldi berubah setelah melihat tamu yang dimaksud.
Dengan segera ia memimpin tanganku berjalan mengajak ku masuk ke dalam kamar kami.

“Kenapa mas???”
Tanyaku masih keheranan.

“Kamu tunggu dikamar sekarang jangan keluar sampai aku masuk ke dalam kamar ini!”
Perintah mas Aldi

“Kenapa? Dia siapa??”
Tanyaku masih heran.

“Aku suami mu dan kamu harus patuh kepadaku!”
Perintah mas Aldi kembali membuatku semakin gelisah.

“Tapi mas aku baru saja akan makan siang. Aku mau makan siang dulu di dapur”
ucapku yang hanya mencari alasan agar tahu siapa mereka yang bertamu itu.

“Duduk lah disini sampai aku kembali ke kamar kamu baru lanjut makan siangmu”
jawab mas Aldi masih dengan perintah yang sama.

Kali ini aku mentaati perintah mas Aldi. Ia tampak pergi keluar dari kamar.
Aku duduk di atas ranjang dikamar itu kemudian merebahkan tubuhku dengan pikiran penuh tanda tanya.
Kembali ku keluarkan air mata untuk semua ini.

***


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here