The Thrill Of love #26

0
103
views

Air mata Mia kembali tercurahkan untuk sang kekasih.
Dulu ia bisa tegar dan menerima dengan lapang dada saat Aldi akan pulang kerumah Atiyah.
Tapi sekarang hatinya berat. Setan mulai membisikkan satuannya agar Mia terbakar api cemburu.
Dan sekarang Mia merasakan cemburu ya lebih hebat dan kuat dari biasanya.
Itulah sebabnya. Sampai siang ini Mia belum bersemangat melakukan aktivitasnya sehari hari setelah Aldi izin pulang kerumah Atiyah pagi ini.

“Apa yang mas Aldi rindukan? Bukankah waktunya telah habis dan lebih banyak untuk Atiyah. Aku bahkan hanya sekadar menyicip tidak banyak dan harus menerima. Itu pun saat mas Aldi sakit. Itu namanya hanya mendapatkan waktu sisa”
Keluh Mia dengan rasa kecewanya yang mendalam.

Ia membuka kembali foto foto pernikahan dan saat saat mereka bahagia dengan pernikahannya sebelum mas Aldi menikahi Atiyah.
Air mata Mia kembali keluar dengan cepat dihapus Mia takut Aisyah melihatnya.

“Aku harus melawan rasa ini.”
Tekad Mia dengan kuat berusaha tegar

“Mungkin mas Aldi akan meninggalkan ku dan memilih bersama Atiyah suatu saat. Aku harus melakukan sesuatu”
Pikir Mia berusaha bangkit

Mia segera menelpon Nadia sahabatnya. Ingin bertemu dan merencanakan sesuatu Mumpung Nadia masih di jakarta.
Nadia menyetujui akan datang kerumah Mia.

30 menit menunggu Nadia sudah di depan mata Mia. Mia menyambutnya dengan bergembira.
Hari ini sudah sore Mia menyiapkan 2 mangkok bakso yang telah ia siapkan untuk di nikmati bersama Nadia.

“Aku harus semangat lagi seperti dulu. Aku gak mau rapuh!”
Tekad Mia di dalam hatinya

Mia cerita panjang lebar kepada Nadia akan rencananya membuka usaha catering. Ia bisa memasak dan Nadia bisa memasarkan. Bukankah itu sangat mudah. Mia berharap sahabatnya itu akan bekerja sama dengannya.
Nadia membelalakkan matanya tidak percaya mendengar penuturan Mia.

“Kamu sudah bicara sama suamimu perihal rencanamu Ini?”
Tanya Nadia kemudian setelah Mia selesai bercerita.

“Belum. Jika kamu setuju aku akan coba mengatakannya kepada mas Aldi”
Jawab Mia mantap

“Kalau tidak di izinkan gimana?”
Tanya Nadia

“Aku yakin kok. Mas Aldi mengizinkan”
Jawab Mia dengan mantap dan percaya diri.

Nadia menganggukkan kepalanya kemudian ia melanjutkan pembicaraannya.

“Aku harus meminta bantuan mas Zaid. Dia lebih ahli hal Ini?”
Ujar Nadia dan mendapat jawaban gelengan kepala dari Mia.

“Jangan! Mas Zaid gak perlu kamu ikut campurkan dengan bisnis kita.”
Jawab Mia.

“Kenapa?”

“Ini bisnis kita berdua saja Nad. Jika kamu mengajak laki laki pasti akan makin rumit saja ceritanya
Jawab Mia takut kejadian seperti dulu Aldi marah besar jika Zaid akan ikut serta.

“Ya udah kita mulai dari kapan?”
Tanya Nadia mengalah Meski ia tahu Mia tidak menyetujuinya karena tahu Zaid dulu pernah mencintai Mia. Dan mereka tidak mau hal terdahulu yang terulang.
Mungkin…
Yah mungkin saja pikir Nadia.

Kemudian mereka berdua larut dalam rencana mereka sampai magrib tiba.

“Sholat lah dulu Nad. Sekalian temani aku. Atau kamu mau nginep?”
Tawar Mia.

“Suamimu tidak pulang?”
Tanya Nadia

“Iya baru saja pagi tadi kerumah Atiyah. Biasanya satu bulan di sana baru kembali lagi kesini.”
Jawab Mia pelan.

Nadia kembali menganggukkan kepalanya.
Pikirannya melayang jauh.

1 bulan dirumah Atiyah
1 minggu dirumah Mia
Itu bahkan tidak adil di mata Nadia.
Bukannya bagaimanapun itu dimana mana istri kedua harus memahami istri pertama.
Dan Mia…Bukannya Mia adalah istrinya pertama Aldi.

Rumit rumit sekali pikiran Nadia memikirkan jalan hidup sahabatnya itu.

Indahnya hidup Atiyah. Ia bahkan tidak tahu apa apa tentang suaminya telah mempunyai istri selain dirinya.
Tidak seperti Mia selalu dibakar cemburu meski tak terlihat. Tapi pasti itu terjadi.

📌📌📌

2 minggu sudah Mia menjalankan usahanya bersama Nadia. Aldi menyetujuinya.
Mereka memasarkan awal menu mereka via online. Meski tidak banyak. Mereka syukuri ini mungkin awal awal menuju kesuksesan mereka.
Orang orang lebih banyak memesan kue dari pada yang lain terutama brownies. Apalagi Mia emang jagonya bikin brownies.

“Kalau begitu kenapa tidak kita fokuskan sama kue browniesmu saja Mia?”
Ujar Nadia suatu saat setelah mereka selesai membuat pesanan snack box hari ini untuk rekan sebuah kantor bank.

“Apa aja jika mereka menanyakan ayam bakar. Aku insyaAllah siap.?”
Jawab Mia meluruskan kakinya di lantai setelah beres semua pekerjaannya.

“Iya tapi sepertinya brownies kamu emang top Mia.”
Puji Nadia dengan tersenyum

“Makasih ya”
Jawab Mia.

“Mia besok aku harus pulang kembali. Mas Zaid akan menjemputku besok pagi.”
Cerita Nadia

“Kok buru buru?”
Tanya Mia

“Udah 2 minggu tau!”
Jawab Nadia

“Iya sih. Tapi kan nanti bisa pulangnya.”
Sahut Mia

“Aku kan harus menemani mas Zaid mengurus pernikahan ku,”
Jawab Nadia

Mia terdiam. Ia baru ingat ternyata sahabatnya ini akan menikah dalam waktu dekat.

“Kamu sih gak pernah acuh kalau aku bicara. Kamu selalu fokus sama masalahmu sendiri di tamu sendiri.”
Cerocos Nadia yang membuat Mia malu.

“Maaf ya Nad. Aku lupa banget.”
Jawab Mia pelan.

Nadia kemudian memeluk sahabatnya itu,Mia.
Hari itu mereka melanjutkan cerita cerita mereka kadang mereka curhat masa lalu dan kadang kadang mereka saling jahil.
Aisyah pun senang dengan kebersamaan antara tante dan mamanya.

📌📌📌

Hari ini adalah hari pernikahan Zaid dan Nadia.
Aldi datang ke acara pernikahannya dengan menggandeng Mia dan Aisyah.
Atiyah kembali kerumah bunda nya saat ini. Dikarenakan kandungannya yang lemah ia tidak boleh banyak bergerak.
Bunda nya menerima dengan gembira saat Atiyah pulang.
Bunda telah mengetahui kabar bahwa Aldi tekah menikah dengan Mia. Ia tidak mampu berbuat apa apa selain menjaga rahasia pernikahan kedua menantunya itu Aldi agar anaknya Atiyah tidak sedih dan hancur perasaannya.
Saat Atiyah pulang bunda menyambutnya dengan erat dan menangis haru. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan untuk jalan kehidupan rumah tangga Anak satu satunya itu.
Menceritakan siapakah sebenarnya Aldi atau ikut dalam kepura puraan ini.
Pilihannya 2
Menceritakannya akan menghancurkan perasaan Atiyah atau
Berpura pura tidak tahu membuat Atiyah kecewa suatu saat.

Rumit. Ini rumit sekali

“Hai akhirnya kalian berdua datang juga. Kalian berdua tamu yang paling aku tunggu
Sapa Nadia saat Mia mengulurkan tangannya mengucapkan selamat. Nadia membalas nya dengan pelukkan erat

“Terima kasih telah menjadi tamu spesial untuk kalian”
Jawab Mia dengan bahagia

“Semoga persahabat kita kembali terjalin lebih baik lagi”
Sapa Zaid kepada Aldi dan memeluknya.

“Maafkan masa lalu kita”
Jawab Aldi membalas pelukkan Zaid

Mereka larut dalam kebahagiaan sahabat.

***

“Mas pulang kesini?”
Tanya Mia saat melihat Aldi masuk ke kamar Mia setelah selesai menidurkan Aisyah dikamar Aisyah.

“Loh kamu keberatan?”
Tanya Aldi penuh rasa

“Eng. Enggak..kirain Mia harus balik kerumah Atiyah”

“Atiyah nginep dirumah bunda nya.”
Jawab Aldi melepas pakaiannya dan siap akan mandi.

“Kamu mau mandi bareng?”
Tanya Aldi mencoba merayu.

“Enggak. Mia masih ingin bersantai. Nanti setelah mas Aldi mandi Mia akan mandi sendiri kok”
Jawab Mia semakin gugup.

“Oke jika Mia ku yang menolak.”
Jawab Aldi pun berlalu dari pandangan Mia.

10 menit Aldi keluar dari kamar mandi. Aroma shampo menyeruak diruangan itu.di hirup pelan oleh Mia. Ia rindu masa masa ini

“Mas Ada masalah?”
Tanya Mia saat Aldi sudah duduk di tepi ranjang.

“Enggak Ada,”
Jawab Aldi menatap Mia penuh cinta.

“Eng….”
Mia semakin gugup ingin bertanya banyak pun suaranya tertahan akibat tatapan Aldi yang begitu mampu menghipnotis pikirannya.

“Kamu kenapa sayang?”
Tanya Aldi mendekat dan membelai rambut Mia

“Gak kenapa napa sih mas. Engg..”
Jawab Mia masih gugup

“Terus kenapa itu engg…enggg..engg mulu?”
Tanya Aldi mencoba menggoda dengan senyumnya.

“Udah ah. Mia mau mandi dulu,”
Jawab Mia menghindari suaminya itu.

Aldi tersenyum puas ia telah berhasil menggoda istrinya sekaligus cinta pertamanya itu.

📌📌📌

Pagi itu Mia telah menyiapkan kue brownis buatannya untuk sarapan Aldi suaminya sebelum mengajar.
Mia telah membuatnya sebelum hari minggu.

“Ini kue yang kamu bikin ya sayang?”
Tanya Aldi dengan melahap sepotong brownies cream cheese.

Mia menganggukkan kepalanya dengan tersenyum bahagia.

“Pantas aja mas lihat banyak mereka bilang brownies buatan kamu enak,”
Jawab Aldi kembali mengambil sepotong brownies itu

“Iya mas. Tapi Mia dibantu Nadia Kok buka Mia sendiri.
Mia mengelak pujian dari suaminya.

“Oh ya. Terserah sayang . . ”
Jawab Aldi mengambil kembali sepotong brownies itu.
Mia mengulum senyumnya dengan pancaran kebahagiaan yang tak terkira buat ia rasa.

“Yaa Allah hentikan waktu ini sejenak saat aku bersamanya.”
Lirih Mia didalam hatinya.

“Hari ini ada acara apa?”
Tanya Aldi

“Siang nanti Mia mau bikin brownies pesanan temannya tetangga kita.”
Jawab Mia kemudian mengambil teh hangat di depannya.

“Oh…apa Gak susah dikerjain sendirian?”
Tanya Aldi

“Ada teman kok. Karena Nadia sekarang waktunya gak bisa diganggu jadi Mia udah cari pengganti sementara buat temani Mia bikin pesanan.”
Jawab Mia meminum teh hangatnya.

“Alhamdulillah. Ternyata kamu sudah memikirkannya jauh hari,sayang?”
Tanya Aldi kembali mengambil sepotong brownies. Sepertinya Aldi ketagihan sama brownies bikinan Mia.

“Iya mas. Mia sudah memikirkan dan membicarakan ini jauh hari bersama Nadia.”
Jawab Mia dengan tersenyum melihat brownies tinggal sepotong lagi diatas piring.

📌📌📌

“Mas pucat…sakit?”
Tanya Mia saat melihat Aldi baru pulang sore hari itu

“Iya sedikit mas ingin istirahat sebentar.”
Jawab Aldi memegang pelipisnya.

Mia mengangguk meraih lengan suaminya untuk dibimbing ke kamar mereka.

“Sekarang gimana?”
Tanya Mia setelah membuatkan tega manis hangat untuk suaminya.

“Alhamdulillah.”
Ujar Aldi lirih mencoba tenang

“Mas kenapa pulang sampai sore ini.mas gak boleh terlalu capek”
Tanya Mia menjadi perhatian.

“Tidak apa apa sayang. Mas hanya perlu istirahat sebentar sekarang yah”
Pinta Aldi menatap satu kearah Mia

Mia mengerti ia mencium kepala suaminya itu kemudian meninggalkan Aldi di dalam kamar untuk istirahat.

📌📌📌


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here