The Thrill Of love #18

0
56
views

“Mas terlalu berlebihan belanja sayur sebanyak ini”

Kata Mia saat setelah sampai dari belanja sayur nya.

Aldi tersenyum menimpali perkataan Mia. Itu adalah kewajibannya pikirnya.
Aldi membantu Mia mengangkat semua sayur sayur belanjaannya tadi pagi ke dapur.

“Biar Mia aja mas yang nyusun belanjaannya di kulkas.”
Kata Mia mendekati Aldi.

“Gak papa. Mas aja yang nyusunnya. Kamu boleh istirahat.”
Jawab Aldi dengan lembut

“Ayo lah mas. Biarkan Mia saja ya.”
Ucap Mia sekali lagi.

“Ya udah kita nyusun berdua aja gimana?”
Tawar Aldi di tanggapi Mia dengan anggukkan dengan setuju.

Aisyah Asyik dengan cemilannya di ruang televisi.
Tadi mereka sempat mampir ke mini market membeli beberapa keperluan untuk berapa minggu ini. Sekalian cemilan untuk Aisyah.

“Mas, bagaimana kabar Atiyah?”
Tanya Mia saat membuka bungkusan tomat dan mentimun yang dibelinya.

“Baik alhamdulillah. Sama seperti kamu”
Jawab Aldi membuka bungkusan telur

“Ini mau taruh dimana?”
Tanya Aldi kemudian.

“Hmmmmmm.. Biar Mia aja makanya. Mas duduk aja.”
Jawab Mia tersenyum

“Kan mas nanya biar tau gitu,sayang”
Jawab Aldi dengan mesra

Mia menikmati moment kebersamaan ini dengan hati yang sangat senang.

“Mas sudah 2 minggu disini.”
Tanya Mia kembali

“Iya. Alhamdulillah Atiyah gak bermasalah.”

“Syukurlah. Mia takut terjadi apa apa sama Atiyah”

“Tidak apa apa.”
Jawab Aldi kemudian membuka bungkusan daging.

“Ini mau di cuci dulu atau mau di masukkan di kulkas?”

“Ini biar Mia bersihkan dan bumbui dulu aja deh mas. Sekalian tadi mana ikannya ya Mas?”
Tanya Mia sibuk membongkar bungkusan belanjaannya tadi pagi.

“Mungkinkah kamu lupa?”

“Enggak kayaknya. Tadi Mia udah masuk kan kedalam kantong ini kok.”

“Kok gak ada?”

“Atau mungkin tertinggal Ya?”

“Ya mungkin saja.”

“Hmmm…..”

“Kenapa?”

“Enggak padahal itu ikan Aisyah yang reques mau ikan goreng. Tapi ya udah besok aja ”

“Besok mas pulang kerumah Atiyah loh

“Iya. Mia bisa beli sendiri nanti di ujung jalan sering ada abang sayur lewat kok”

“Gimana kalau kita keluar lagi. Sekalian jalan?”

“Kan kita baru abis pulang mas. Lagian mas terlalu banyak mengeluarkan uang mas. Itu boros loh”

“Makanya kamu doain mas dong biar makin sukses gitu.”

“Pasti”

“Ayo…”

“Keluar Lagi?”

“Iya. Ayo. Ajak Aisyah. Kapan lagi loh kita seperti ini. Kita makan siang di restoran padang aja. Mau kan?”

Mia mengangguk pelan.

“Mia beresin belanjaan dulu”

“Ok”

Mia membereskan belanjaannya tadi dengan asal. Rasa semangatnya begitu menggebu gebu.
Aldi tampak berbicara dengan Aisyah. Aisyah menyambut girang rencana Aldi.
Mereka telah siap untuk keluar lagi

Hari Itu Aldi dan Mia melepas rindu yang sangat berarti.
Aldi sekilas lupa bagaimana dengan Atiyah.
Apakah ia sudah makan?
Apakah ia mampu sholat tanpa gangguan Faqih?
Apakah ia capek?

Aldi menikmati keberadaannya dengan Mia dan Aisyah dengan rasa bahagia nya yang tak tertulis dengan kata kata.

📌📌📌

Siang itu mereka telah sampai dirumah. Aisyah tertidur saat pulang dalam perjalan pulang tadi
Aldi memindahkan Aisyah kedalam kamar.
Mia kembali melanjutkan merapikan belanjaan sayur nya yang sempat tertunda pagi tadi.
Ia mengambil kembali bungkusan ya ia taruh di kulkas. Mia mulai mengambil peran di dapur. Mencuci daging kemudian merebutnya dengan bumbu bumbu. Kemudian ia lanjutkan dengan membumbui ikan yang telah di belinya tadi siang.
Aldi segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Atiyah.

Atiyah seperti malas menjawab chat Aldi. Aldi merasakan itu.
Pembicaraan merek berdua seperti tidak semangat.

“Apakah ia melihat ku dijalan tadi bersama Mia?”
Pikir Aldi menebak nebak.

“Tapi tidak mungkin. Atiyah tidak mungkin berani berjalan keluar suatu tempat tanpanya”.
Pikir Aldi berusaha tenang.

“Apakah Atiyah baik baik saja.?”
Terbesit rasa khawatirnya yang mendalam.

Berbahagia dengan Mia saat ini Aldi rasakan kalau seandainya Atiyah tahu. Atiyah pasti akan bersedih.

Ia berjanji akan pulang besok dan mengganti hari liburannya untuk bersama Atiyah setiap saat.

📌📌📌

“Hari ini setelah dari sekolah mas akan pulang kerumah Atiyah.
Kamu jaga diri baik baik ya sayang?”
Ucap Aldi sesaat sebelum naik mobilnya
Di cium nya puncak kepala Mia dengan haru.
Ada rasa bersedih akan meninggalkan Mia seorang diri dengan Aisyah.
Tapi bagaimanapun juga Atiyah perlu atas dirinya. Sama seperti Mia.

“Mas baik baik saja?”
Tanya Mia melihat Aldi seperti kurang bersemangat.

“Insyaallah.”

“Jika mas kurang sehat. Menginaplah kembali disini.”
Tawar Mia dengan hati hati

“Iya. Tapi mas sudah terlalu lama meninggalkan Atiyah.”
Jawab Aldi mulai bingung dengan pilihannya.

“Mas Sakit?”
Tanya Mia memegang dahi suaminya itu

Dan ternyata benar

“Sedikit panas. Tapi mas bisa mengatasinya.”
Jawab Aldi dengan tersenyum.

“Ayolah. Masuk lah kembali mas.”
Tawar Mia kembali

“Ini sudah jam berapa, mas harus segera berangkat ”
Jawab Aldi kemudian mengucapkan salam dan bergegas ke sekolah tempat ia mengajar.

Mia mendesah pelan didalam kesunyian. Aisyah masih menikmati mimpinya

Mia ke dapur membuat menu buat Aisyah.
Karena pagi tadi ia tidak sempat menyentuh dapur dengan sempurna. Mia hanya sempat menyiapkan kopi susu hangat beserta roti yang kemarin sempat ia beli di mini market . karena Aldi hari ini tiba tiba menjadi sangat manja ingin mendekapnya dengan mendengarkan berbagai banyak cerita.
Mia menyadarinya. Mungkin karena Aldi akan kerumah Atiyah ia melakukan ini.

Sekarang Mia sibuk menyiapkan menu buat makan siangnya.
Sambil beberes rumah ia merebus air untuk Aisyah minum susu.
Ia memotong motong sayuran kemudian membuat sambal.

📌📌📌

“Mama?”
Teriak Aisyah saat bangun tidur.

Ini sudah pukul 11

“Wawww…Aisyah siang sekali bangunnya,”
Ucap Mia memeluk Aisyah dengan erat.

“Mama. Aisyah lapar ma,”
Jawab aisyah tidak menanggapi pembicaraan Mia.

Mia mengangguk dengan semangat

“Ayo kita makan. Mama sudah menyiapkan ikan goreng kesukaan Aisyah”
Jawab Mia bersemangat.

“Ayo ma. Kita makan.”
Ajak Aisyah ikut bersemangat.

“Ayo cuci muka dan tangannya dulu.”
Ajak Mia dengan kelanjutannya.
Aisyah mengangguk pelan

📌📌📌

Hari ini jam sudah menunjukkan angka 1 siang. Mia dan Aisyah bersantai di ruang tamu sambil menolak balik mencari buku yang akan dipilih buat di bacakan Aisyah.
Aldi sempat membelikan beberapa buku untuk Aisyah kemarin.
Persiapan untuk Aisyah masuk SD katanya.
Ada beberapa buku yang dibelikan Aldi.
Buku membaca cepat. Berhitung dan juga ada juga beberapa buku cerita.
Aisyah sangat menyukai nya.

📌📌📌

Di sekolah. Aldi tampak pusing mendera kepalanya.
Beberapa kali ia mengusap kepalanya dengan minyak kayu putih masih aja terasa berat.
Saat jam istirahat tiba Aldi bergegas ke luar mencari obat pereda sakit kepala dan beberapa makanan untuknya sebelum memakan obat.

Aldi kembali ke sekolah dengan memegang obat dan beberapa makanan di tangannya.
Ia menelan obat tersebut setelah beberapa keping roti terlebih dahulu ia makan.

Beberapa guru mengusulkan agar izin saja dulu mengajar.
Tapi Aldi mencoba bertahan.
Terlebih Aldi merasa sekarang udah agak lebih baik dari tadi.

“Alhamdulillah ‘ala kuli hal”
Gumam Aldi tenang dan melangkah ke ruangan kelas tempat dimana ia mengisi jam pelajaran.

Setelah selesai urusannya.
Aldi kembali ke kantor. Ia bersiap siap pulang setelah menunaikan shalat zuhur di mushola sekolah.
Tiba tiba saja sakit kepalanya kembali menyerangnya dengan kuat.

“Ahhh….rasanya Tidak mungkin aku harus pulang sekarang. Aku harus istirahat dulu.”
Pikir Aldi berusaha tenang menghadapi rasa sakit kepalanya yang mulai begitu hebat.
Ingin rasanya Aldi meneguk habis obat penyeri reda yang ia beli saat jam istirahat tadi.
Tapi ia menyadari apa yang akan terjadi jika saja Aldi meminum habis semuanya

“Arrggghhh..!!”
Jerit Aldi tertahan.

Beberapa guru menawarkan bantuan untuk pulang bareng mengingat kondisi Aldi seperti itu. Tapi Aldi menolak tanpa alasan apapun.

Satu persatu guru yang telah habis jam pelajarannya pulang meninggalkan Aldi.
Ada beberapa guru masih sibuk dengan urusannya yang belum selesai.

Aldi bergegas ke ruangan UKS sekolah. Ia perlu istirahat berbaring sejenak pikirnya.

Langkahnya Berat dan pelan menuju UKS ditemani pak Rudi teman sesama ngajar ya.

“Aku tidak keberatan akan mengantarmu di”
Kata Rudi setelah melihat Aldi berbaring pelan.

Aldi menggeleng

“Tidak perlu. Aku hanya perlu beristirahat saja”
Jawab Aldi seraya memejam kan kedua netranya

Rudi mengangguk.

“Aku kebelakang dulu. Tidak lama. Aku akan segera kesini kembali”
Ucap Rudi bangkit dari duduknya.

10 menit Rudi kembali membawa secangkir teh hangat yang manis.
Ia memberikannya untuk Aldi.

“Minumlah,siapa tahu setelah meminum teh hangat ini keadaan kamu membaik.”
Ucap Rudi memberikan segelas teh tersebut kepada Aldi.
Aldi menyambutnya dengan duduk pelan.
Kepala masih terasa berat.

“Terima kasih,Rud.”
Ucap Aldi lemah setelah meminum sedikit teh hangat yang diberikan Rudi.
Rudi mengangguk pelan.

“Maaf,di jika kamu akan pulang aku akan mengantarkan kamu dahulu.
Jika kamu tetap pada keputusan mu pertama aku akan pulang sekarang. Istri ku sudah menunggu”
Kata Rudi dengan sopan.

Aldi mengangguk lemah

“Terima kasih sudah merepotkan membuatkan aku teh hangat ini. Pulang lah terlebih dahulu. Aku masih ingin istirahat disini. 30 menit saja”
Jawab Aldi berusaha menahan rasa sakit kepalanya.

“Ya sudah aku pulang dulu”
Pamit Rudi bergegas mengambil tasnya kemudian pergi meninggalkan ruangan UKS.

📌📌📌

“Pukul 2.30 menit ”
Lirih Aldi setelah bangun dari tidurnya setelah meminum obat kembali.

“Aku tertidur 1 jam”
Gumam Aldi kembali berusaha bangkit dari tempat tidurnya.

Kepalanya sudah terasa membaik. Aldi berencana akan pulang.

“Mungkin aku harus kembali kerumah Mia”
Pikir Aldi saat itu.

“Jika aku pulang ke rumah Atiyah. Sudah pasti ia akan kerepotan mengurusi yang sakit ini. Sedangkan Mia. Ahhh…Aisyah sudah sedikit lebih mengerti. Aku yakin Mia bisa memahami keadaanku”
Pikir Aldi kemudian.

Aldi melangkah pelan mengambil tas dan beberapa barang pentingnya diruang kantor yang mulai sepi. Tampak benerapa anak anak sekolah yang mengisi kegiatan extrakulikuler sekolah.
Setelah selesai urusannya Aldi melangkah menuju mobilnya.
Ia segera menghidupkan mesin dan berjalan menuju rumah Mia.

📌📌📌

“Mas?”
Sapa Mia keheranan saat melihat Aldi di depan matanya.

Aldi diam, ia melangkah masuk kedalam rumah tanpa menjawab kata kata Mia.

“Mas Aldi sakit apa?”
Tanya Mia memegang dahi Aldi saat Aldi duduk di sofa ruang tengahnya.

“Hanya sakit kepala,sayang”
Jawab Aldi masih dengan lemah

“Sebentar Mia perlu ke dapur dulu sebentar. Mas perlu minum air hangat terlebih dahulu.”
Ucap Mia segera bangkit dari tempat duduknya.

Tapi Aldi menahannya.

“Duduklah.”
Perintah Aldi lembut

“Mas…”
Lirih Mia.

“Mas sudah minum air teh hangat tadi siang. Mas perlu istirahat.”
Jawab Aldi kemudian.

Mia mengangguk pelan.
“Baiklah. Mari Mia antar mas ke kamar. Biar mas bisa istirahat.”

Aldi mengangguk pelan.

Mia memapah Aldi masuk ke kamar dengan berjalan pelan pelan.

“Mas sudah makan siang?”
Tanya Mia setelah melihat Aldi berbaring.

“Belum ”
Jawab Aldi lagi

“Mia ambilkan makan ya. Mas tunggu sebentar”
Jawab Mia kemudian beranjak menuju dapur.

Aldi tidak menolak. Karena perutnya emang memberi kode untuk minta di isi.

Beberapa menit kemudian Mia kembali membawa sepiring nasi dan semangkuk sayur lengkap dengan lauk pauk nya..

“Terima kasih”
Jawab Aldi dengan lembut. Ia menikmati Mia menyuapkan nasi nya kedalam mulutnya.

Setelah hampir habis nasi yang disuap Mia kepada Aldi.
Suara orang mengetuk pintu di ruang tamu.

“Hmmm….siapa Ya?”
Tanya Mia dengan suara kecil.

Netra Mia dan Aldi saling menatap heran.

📌📌📌


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here