The Thrill Of love #17

0
21
views

Andai bisa memilih..
Tentu aku kan berusaha tidak memilih keduanya..
Tapi saat ini yang aku tau
Aku tidak bisa memilih jalan hidupku
Termasuk cintaku..
Aku..
Yang mencintai 2 orang wanita.
Yang andai satu saja ku lepaskan
Sungguh ini keputusan yang menyiksa..
Maka itu lah sampai sekarang aku masih bisa bertahan..
Mempertahankan kalian sampai kalian bisa berbahagia..
Aku janji
Aku janji
Aku janji
Memenuhi kebahagiaan kalian berdua
Kesayangan hatiku
Ibu dari anak anak ku
Wanita yang tangguh dan sholehah

Malam dingin
Dengan sejuta rindu
Untuk kalian kekasihku
(Mia&Tia)

Aldi menutup buku catatannya.
Itu bukan buku catatan hariannya seperti menulis “dear diary”
Malam ini setelah tugas nya selesai Aldi merasa mempunyai banyak kata kata untuk mengukir syair cinta.
Padahal ia tidak suka itu. Tapi untuk malam ini dia melakukannya. Membuat syair cinta dengan hatinya yang paling dalam.

“Mas….”
Tiba tiba saja Atiyah masuk ke kamar dan menyapa Aldi dengan tenang.

“Sayang…belum tidur?”
Tanya Aldi kemudian menutup buku nya.
Atiyah tak pernah tau buku tulis yang tampak seperti buku tulis biasa itu ada beberapa tulisan tentang kegundahan hatinya.
Meski tidak banyak. Tapi isinya cukup dimengerti. Dan andai saja Atiyah membacanya. Mungkin Atiyah akan mengerti.

“Belum nih tadi abis “bobo in” Faqih. Nih juga baru tidur. Tia akan menunggu mas Aldi aja”
Ucap Atiyah lembut dan mendekat suaminya.

“Nanti kamu capek. Tidurlah sayang”
Jawab Aldi dengan senyumannya.
Sepertinya Aldi masih ingin menyendiri. Ia tampak terganggu tapi Aldi tidak menonjolkannya.

“Mas Aldi mau Tia bikin minum? Atau… mau makan nasi goreng?? Nanti Tia bikin deh”
Tawar Atiyah dengan semangat

“Tidak sayangku Tia..istirahatlah..kebetulan mas juga masih kenyang menyantap makan malam tadi. Atau jangan jangan Tia yang lapar?”
Tanya Aldi kemudian membereskan bukunya di atas meja. Dan menyimpannya di dalam laci.

“Hehehe…enggak juga seh mas”
Jawab Atiyah tersenyum.

“Kalau emang benar. Ayo nanti mas aja yang masak buat kamu”
Jawab Aldi segera bergegas dari tempat duduknya.

“Ayo??”
Ajak Aldi saat melihat kebelakang Atiyah hanya memandangnya tanpa bergerak dari posisinya

Atiyah tampak tersenyum bahagia.
Pikirannya melayang memiliki suami yang benar benar bisa mengerti dengannya

Atiyah sungguh bahagia. Baginya Aldi adalah segalanya untuknya. Mencintai Aldi takkan pernah membuatnya menyesal.
Mencintai Aldi adalah pilihannya.

📌📌📌

setelah 1 bulan Aldi berikan waktu untuk Mia berpikir akan keputusannya yang kemarin telah ia sampaikan kepada Nadia sahabat Mia. Kali ini Aldi berencana akan kembali menjemput Mia memulai semua dari awal.

Hari ini Aldi datang menjemput Mia. Aldi dan Mia sudah sepakat untuk memulai hidup barunya yang tergoncang akibat cemburu. Aldi sudah menyiapkan rumah kecil di jakarta meski tidak dekat sama rumahnya bersama Atiyah setidaknya Aldi tidak perlu jauh jauh untuk perjalanan jauh jika untuk membagi waktunya kepada 2 wanita istrinya itu.

Tampak wajah Mia berseri seri saat masuk kedalam mobil Aldi.

“Alhamdulillah sekarang kehidupan mas sudah lebih baik”
Ujar Mia saat mereka baru saja memulai perjalananya.

“Ini mobil papa?”
Tanya Aisyah dari belakang.

“Tentu dong sayang. Kamu suka kan?” Jawab Aldi tanpa menjawab perkataan Mia.

“Kapan pa kita jalan jalan pake mobil baru papa?”
Tanya Aisyah dengan senang sekali. Sesaat ia dengan cepat melupakan kekecewaannya kepada Aldi.

Anak anak emang suci dari pikiran kotor

“Sekarang juga boleh,”
Jawab Aldi dengan semangat

Aisyah tertawa girang. Mulutnya terbuka. Bahagianya yang mampu menutup kekecewaan.

📌📌📌

Hari ini Aldi habiskan waktunya bersama Mia dan Aisyah anaknya.
Sampai tiba waktunya malam.

“Aisyah sudah tidur?”
Tanya Aldi saat menyetel tivi di ruang tengah.
Ia memang sudah melengkapi rumah yang akan dihuni Mia dengan lengkap dan sederhana.

“Iya mas . Udah”
Jwab Mia kaku dan gugup.
Bagaimana tidak ia sudah lama tidak serumah dengan Aldi. Meski masih berstatus suaminya. Mia kali ini merasa seperti menjadi pengantin baru.

“Ayoo duduk sini temenin mas nonton yukk”
Ajak Aldi dengan menepuk nepuk sofa kosong disebelahnya. Tampak Mia ragu dan bengong. Sungguh ia masih gugup dengan kenyataan yang tertulis di kehidupannya ini.

“Kok bengong. Ayo duduk sini”
Ucap Aldi kembali.

“Mas gak pulang?”
Tanya Mia saat baru saja duduk disebelah Aldi.

“Nih juga udah pulang kan?”
Jawab Aldi segera merangkul Mia.

“Hmmm..maksud Mia gak kerumah Atiyah?”
Tanya Mia hati hati

“Kamu mengusirnya?”
Tanya Aldi menatap netra bening Mia.

“Eh.. bukan itu maksud Mia”
Mia takut dalam berbicara kali ini. Ia takut Aldi akan berpikiran macam macam lagi jika salah faham.

Tapi sepertinya Aldi sudah mulai bisa menata hatinya untuk lebih bersabar.

“Mas udah bilang hari ini gak bisa pulang. Ehh…kok jantung mu cepat sekali berdetak?kamu gugup sayang?”
Tanya Aldi mencoba menggoda Mia.

“Ihh…mas.bikin malu aja”
Jawab mia melepaskan rangkulan suaminya itu.

“Kenapa sayang? Kamu gak kangen aku?”
Jawab Aldi kembali menggoda.

“Mass….”
Lirih Mia saat Aldi mendekatkan wajahnya berdekatan Mia.
Mia merasakan hembusan napas suaminya itu semakin cepat.

Malam pun berlalu dengan hembusan cinta dan angin kerinduan terus bertiup seolah olah ikut menyetujui dan menyaksikan kembalinya dua kekasih lama yang tak jumpa.

📌📌📌

“Selamat pagi Aisyah…”
Ucap Aldi saat sarapan pagi hari ini

“Papa…kita sarapan bareng ya?”
Jawab Aisyah baru juga bangun dari tidurnya.

“Iya nih. Papa bentar lagi mau keluar loh. Aisyah mau nitip apa?”
Tanya Aldi kepada Aisyah.

“Aisyah nitip papa ajah.”
Jawab aisyah polos.

“Nitip papa kayak gimana?”
Jawab Aldi kebingungan.

“Aisyah mau papa seperti ini setiap hari. Aisyah gak mau nitip apa apa. Maunya papa ajah”
Jawab aisyah tegas

“Papa kan kerja buat Aisyah.”
Jawab Mia mencoba menengahi

“Iya..tapi abisnya langsung pulang. Jangan pulang lama aisyah kangen.”
Jawab Aisyah langsung memeluk papanya.

“Iya iya..papa akan pulang kesini tenang aja Aisyah ya. Makanya papa tadi tanya Aisyah mau titip apa tar papa bawain”
Kata Aldi kembali

“Gak mau….papa gak ngerti Aisyah gak mau apa apa. Maunya papa.”
Jawab aisyah masih tidak mengerti

“Iya sayang papa kan bilang tadi abis ngajar nanti pulang kesini. Terus nanti Aisyah mau di oleh olehin apa dari papa?”
Tanya Mia mencoba mengulang pertanyaan Aldi dengan “versinya” berharap Aisyah mengerti.

Tapi..

“Aisyah gak mau oleh oleh!!”
Bentak Aisyah.

“Papa sama mama sama sama gak ngerti!!”
Jawab aisyah kembali.

Mia dan Aldi hanya saling menatap melihat tingkah Aisyah yang menurut mereka masih termasuk tahap “lucu”

“Biarkan masih anak anak”
Jwaba Aldi kemudian melanjutkan makanannya

“Iya mungkin Aisyah takut ditinggalin kamu lagi mas”
Jawab Mia mencoba mengartikan. Meski Aldi sendiri sudah memahaminya

“Iya tapi untuk 1 minggu ini saya disini akan menemani kamu dan Aisyah.” Jawab Aldi mantap

“Beneran mas? Alhamdulillah”
Jawab Mia dengan hati yang sangat bergembira.

‘Adakah kegembiraan selain ini?
Bertemu dengan kekasih hatimu?’

“Iya bener. Mas akan bagi waktu mas berdua buat kamu dan Atiyah.”
Jawab Aldi dengan serius

“Mas sudah berbicara sama Atiyah tentang hubungan mas dengan Mia?” Tanya Mia masih penasaran.

“Belum kok. Masih sama kayak dulu.
Tunggu saat langit biru yang akan mengungkapkan semuanya.”
Jawab Aldi mencoba bergurau

“Apaan sih mas . Langit biru segala so puistis banget”
Jawab Mia dengan tertawanya yang lebar

“Ayo makan. Dari tadi kamu cerewet ya. Ayo makan dulu sayang”
Ajak Aldi dengan pesonanya.

“Iya suamiku tersayang”
Jawab Mia dengan bahagia.

📌📌📌

1 minggu telah berlalu penuh keindahan di dalam hati Mia. Ia merasakan setetes cinta hadir kembali membasahi seribu rindu yang tertahan didalam hatinya.

Meski hanya seminggu Aldi menemani Mia sangat bahagia. Apalagi Aldi sekarang sudah menempatkan ia disebuah rumah meskipun kecil tapi setidaknya cukup buat Mia dan Aisyah bertahan.

“Suami ku benar benar suami idaman”
Lirihnya saat mengingat kisah kisahnya satu minggu ini. Saat Aldi baru saja pergi pulang kembali kerumah istri keduanya bersama Atiyah.

📌📌📌

“Assalamu’alaikum sayang…” ucap Aldi saat memasukki rumahnya tapi tidak terjawab salam lalu Aldi menuju kamar faqih.

“Pasti lagi bobo bersama faqih”
Pikir Aldi saat itu ia segera membuka pintu kamar Faqih dan di lihatnya Faqih dan istrinya sedang tertidur di lantai beralas karpet. Terlihat mainan banyak berserakan.

“Mereka berdua pasti kecapekan”
Pikir Aldi sambil membereskan mainan yang berserakan dan memasukkannya kedalam kotak khusus mainan Faqih dengan sangat pelan pelan.
Takut faqih dan istrinya terbangun.

Setelah selesai membereskan semua mainan itu di tatapnya faqih dan istrinya masih saja terlelap.
Segera Aldi mengambil Faqih dengan pelan sekali lalu memindahkannya ke ranjang khusus Faqih yang baru saja dibelinya beberapa bulan yang lalu. Meski bukan ranjang mahal tapi setidaknya aman untuk faqih karena ranjangnya ada semacam sekat agar Faqih tidak berguling guling dan jatuh ke lantai.

“Ahhh…amaaannn”
Ucap Aldi pelan kemudian menatap istrinya yang tertidur pulas sekali.

“Kenapa jam segini masih pagi Atiyah masih tidur ya. Benar benar tidak seperti biasa”
Pikir Aldi di dalam hatinya ia duduk disamping Atiyah yang sedang tertidur dengan damai tampak hembusan napas Atiyah yang teratur membuat Aldi mendesah pelan.

“Arrghh…mungkin ia kecapekan hari ini”
Pikir Aldi kemudian mencium istrinya itu dan dilanjutkan mengangkat tubuh Atiyah untuk dipindahkan kedalam kamar mereka berdua.

Tiba tiba

“Mas???”
Ucap Atiyah tersadar ketika di gendong Aldi.

“Ssstttthh….”
Jawab Aldi pelan takut Faqih terbangun karena posisi mereka masih didalam kamar Faqih.

Lalu Aldi terus saja mengangkat tubuh istrinya itu sampai dikamar dan di turunkannya Atiyah pelan di atas ranjang saksi cinta mereka berdua.

“Sekarang Atiyah mau ngomong apa? Bebas pokoknya”
Kata Aldi dengan senyumnya.

“Atiyah kangennnn….!!”
Ujar Atiyah langsung memeluk Aldi suaminya.

Aldi segera membalas pelukan istrinya itu dengan kuat dan mencium puncak kepala istrinya.

“Kok nangis?”
Tanya Aldi melihat ada air mata setelah melepas pelukkannya bersama Atiyah.

“Sayang…Atiyah capek ngurusnya sendirian. Atiyah gak sanggup kalau ditinggal mas lagi sampe seminggu”
Jawab atiyah dengan tetesan air matanya
Aldi mengangguk pelan. Dan mengatakan

“Kalau begitu mas carikan pembantu aja untuk kamu biar kamu bisa ada waktu istirahat saat mas bepergian.”

“Maunya selalu sama mas Aldi!”
Ucap Atiyah tiba tiba manja.
Walau sebenarnya Atiyah sangat manja. Tapi kali ini Aldi merasa manja Atiyah tidak ‘akurat’

“Heheheh..manja yah kamu sayang” jawab Aldi memegang pipi istrinya itu.

“Enggak mas..beneran deh”
Jawab atiyah kembali memeluk Aldi

“Iya sayang…..”
Jawab Aldi dengan kecupan rindunya.

📌📌📌


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here