The Thrill Of love #13

0
115
views

“cinta itu akan terus menggoyahkan hatimu untuk bertahan
atau melanjutkan”

📌📌📌

Aldi bibi pulang hari ini 30 menit lagi om Dedi akan datang menjemput bibi”
Sapa Santi saat pagi hari itu dimeja makan.

“Iya bi,maaf untuk beberapa hari ini terlalu merepotkan bibi”
Jawab Aldi dengan lembut.

“Padahal Atiyah senang bibi Santi tinggal disini. Setidaknya Atiyah gak kesepian saat Aldi mengajar”
Sahut Atiyah sambil menyuapi faqih makan paginya.

“Kamu sama seperti Mia gak ada bedanya manjaaa.”
Jawab Santi sekilas kemudian melirik Aldi.

“Eheemmm,,,”
Tegas Aldi dengan menatap tajam ke arah Santi

“Kenapa mas?”
Tanya Atiyah

“Enggak kenapa kenapa hanya saja sedikit pedas nasi goreng kamu hari ini.

“Pedas??? Perasaan Atiyah gak kasih cabe deh di bumbu nasi gorengnya tadi karena emang kebetulan cabe nya habis mas”
Jawab Atiyah panjang lebar.

“Cabe di kulkas habis? Yaudah hari ini kamu belanjanya jangan lupa beli cabe ya”
Kata Aldi yang sepertinya hanya mencoba tekhnik pengalihan pembicaraan.

“Mas Aldi ini kenapa seh?”
Kata Atiyah bingung.
Dilihatnya Santi menahan tawa sambil menutup satu tangannya.

“Ayo bi di makan dulu nasi gorengnya sebelum om Dedi jemput”
Ajak Aldi kepada Santi agar menghentikan tawa yang ditahannya.

“bibi makan nasi goreng spesialnya Atiyah ya”
Jawab Santi mengambil piring kosong dan mulai mengisi piring dengan nasi goreng buatan Atiyah.
Dilihatnya Atiyah masih sibuk menyuapi faqih yang sudah berumur 1 tahun 5 bulan itu.

10 menit kemudian

“Aldi duluan yah tiyah ke kamar dulu mau siap siap sebentar lagi pukul 7 nanti terlambat kesekolah”
Ucap Aldi saat selesai makan dan berdiri dari tempat duduknya menuju kamarnya untuk segera bersiap siap pergi ke sekolah untuk tugas mengajarnya.

“Ya mas”
Jawab Atiyah dengan pandangan masih sibuk menyuap faqih yang sudah tidak mau diam duduk.

“Udah Atiyah biarkan saja faqih makan sambil bermain, kamu terlalu memaksakannya makan dengan duduk diam. Dia masih anak kecil”
Kata Santi

“Harus nurut pokoknya bibi. makannya duduk selesai makan baru boleh main”
Jawab Atiyah masih fokus sama tugasnya.

📌📌📌

Dedi datang dan Aldi baru 10 menit berangkat mengajar menuju kesekolah.

“Udah siap kamu Santi?”
Tanya Dedi

“Udah dong”
Jawab Santi di liriknya Atiyah dengan senyum senyum.

“Ihh bibi Santi genittt”
Jawab Atiyah merasa dilirik bibi Santi

Bibi Santi dan om Dedi terus tertawa lebar.

“Ok om Dedi dan bibi Santi berangkat pulang dulu. Lain kali mampir lah kerumah. Agar kita bisa berkumpul kembali”
Kata Dedi yang mendapat anggukan setuju dari Santi.

“Tentu om Atiyah juga udah rindu berkumpul lagi disana terus ketemu sama Mia”
Jawab Atiyah.

Suasana diam sesaat.

“Assalamu’alaikum”
Ucap Dedi dengan salam pamitnya.
Atiyah segera bersalaman sama bibi Santi diciumnya punggung tangan bibi Santi dengan perasaan sedih seperti mau berpisah lama dan dipeluknya erat erat

“Wa’alaikum salam”
Jawab Atiyah dengan berat.

📌📌📌

Disana saat baru saja sampai dirumah Santi langsung disambut pelukkan dari Mia dengan beribu rasa bercampur antara menguapnya emosi haru dan rindu.

“Eheemmmm”
Pecah Dedi melihat Mia yang begitu erat memeluk Santi.

Mia melepaskan pelukkannya dari bibi Santi segera ia melirik mata Dedi mengambil tangan Dedi dan menyalaminya dengan mencium punggung tangan Dedi om nya satu satunya.

“Apa kabarmu Mia ? Kelihatannya kamu sedang tidak sehat sendirian disini?” Tanya Dedi

Mia hanya menggelengkan kepalanya

“Ayo kita masuk dulu ”
Ajak Santi

Mereka bertiga masuk kedalam masing masing dengan membawa perasaan hati yang berbeda.

📌📌📌

“Aisyah kemana Mia?”
Tanya Santi kepada Mia saat pagi ia melihat Mia termenung di teras seorang diri.

” masih tidur”
Jawab Mia dengan sekilas melirik bibi Santi kemudian kembali beralih memandang ke depan.

“Kamu kenapa Mia”
Kata Santi berpura pura

“Tidak apa apa…”
Jawab Mia melihat Santi sekilas laju kembali ke pandangan kedepannya.

“Kok gitu sih”
Ucap Santi masih menatap Mia

“Mia hanya mau berpikir lebih jauh tentang kehidupan Mia dan Aisyah”
Jawab Mia dengan pandangan kedepan tanpa melihat mata Santi yang duduk disampingnya.

“Maksudnya???”
Tanya Santi tidak mengerti.

“Rencananya beberapa hari lagi Mia akan ikut teman Mia di sebuah desa tangerang sini”
Ucap Mia serius

“Dimana?”
Tanya bibi Santi

“Cibodas”
Jawab Mia

“Emang kenapa disini sampai kamu harus ke cibodas.tapi gak masalah itu gak terlalu jauh dari sini”
Ucap Santi

“Iya kebetulan disitu ada teman yang buka bimbel dan perlu teman untuk mengisi jadwal anak anak bimbingannya.”
Jawab Mia

“Terus Kamu mau dengan tawaranya?” Tanya Santi masih mendengarkan pembicaraannya dengan Mia

“Ya iyalah bibi masa Mia harus selalu menumpang disini tanpa aktivitas apapun”
Jawab Mia kemudian membalas menatap bola mata bibi Santi dengan tersenyum.

“Bagaimana dengan Aldi”
Tanya Santi dengan cepat.

Mas Aldi sudah berbahagia disana sama Atiyah kan?”
Jawab Mia kembali melihat pandangan kedepan.

“Kalian harus meluruskannya. hhmmm maksud bibi kalian harus pastikan bagaimana status kalian saat ini.”
Kata Santi berusaha mencari kata kata yang tepat.

“Maksudnya bibi berpisah atau tidak?”
Tanya Mia melirik Santi dengan serius

“Yah kurang lebih Mia”
Jawab Santi mendesah pelan.

“Itu haknya Aldi mau melepaskan Mia atau tidak”
Jawab Mia dengan menghembuskan pelan napasnya

“Setidaknya kamu berusaha”
Jawab Santi

“Dan mas Aldi tak menghiraukannya”
Jawab Mia ketus dan kembali pandangannya kedepan.

Santi menarik napasnya kemudian menghembuskan napasnya pelan pelan ia akan mencoba ikut menghadapi masalah kedua keponakannya yang telah salah faham tingkat akhir.

“Mas Aldi cuma belum bisa kosentrasi” jawab Santi

“Tidak bisa kosentrasi karena cemburu yang tak pasti itu adalah tindakan yang salah”
Ucap Mia datar

“Kamu tau dia cemburu padamu Mia?” Tanya Santi mencoba bertanya

“Dia marah ketika tau mas Zaid mengutarakan perasaan cintanya pada Mia”
Jawab Mia

“Dan kamu tau apa arti cemburu?”
Tanya Santi

“Tentu tau lah bibi”
Jawab Mia dengan tertawa kecil

“Harusnya Mia sabar jangan dulu lah pergi sebelum masalahnya selesai.” Kata Santi

“Ini bukan masalah besar. Mia gak pergi jauh. Hanya cibodas dekat dari sini Mia punya kegiatan disana dan Mia takkan merepotkan Santi kembali.”
Jawab Mia mantap

“Izinmu tetap ada pada suamimu, Aldi”
Kata Santi.

“Tentu saja Mia telah izin dan mas Aldi tidak keberatan”
Jawab Mia serius

Bibi Santi hanya menggelengkan kepalanya.

📌📌📌

3 hari kemudian

“Iya nad…aku sudah siap..kamu menjemputku…oh iya….45 menit lagi???….oh iyaaa ya nadd…iya…gak masalah….tentu saja aku sudah menyiapkan semuanya….wa’alaikum salam nadia..”
Segera Mia mengakhiri percakapan via teleponnya bersama Nadia yang akan jadi sesama guru bimbel di sebuah desa cibodas.

Dedi hanya pasrah melihat keponakannya yang sudah mantap untuk menetap di cibodas. Padahal om Dedi sudah beberapa kali membujuknya untuk tinggal disini. Tapi Mia tetap mantap pada keputusannya.

40 menit telah berlalu

Nadia datang menjemput Mia dengan perasaan bahagianya. Bagaimana tidak mereka bersahabat dari kecil hanya saja saat Smp mereka terpisah kota karena Nadia ikut tinggal dengan mamanya karena papanya telah menceraikan mamanya.

“Tidakkah kamu duduk dulu disini Nadia bibi ambilkan minum dulu”
Tanya Santi berusaha mengulur waktu.

“Owhh tidak bibi, Nadia harus cepat berangkat kesana karena jika macet bisa sampai disana malam dan kalau suasana malam Nadia agak sedikit takut. Dan lagian bahaya juga kan bi” jawab Nadia panjang lebar

” kalau begitu menginaplah sehari disini besok lanjutkan perjalanannya pagi pagi pasti tidak macet”
Ucap Santi penuh harap

“Nadia sudah 2 hari disini dimobil ada temen Nadia juga yang kebetulan ajak anak kecil. kami selesai menghadiri acara nikahan temen sesama kuliah dulu.”
Jawab Nadia sopan.

“Oh iya..gak papa kalau begitu..tapi kenapa gak turun juga temennya.”
Tanya Santi

“Tidur bi. Dia hanya kecapekan”
Jawab Nadia dengan senyum khas plus lesung pipit yang menghiasi indahnya senyumannya.

“Udah ayoo…assalamu’alaikum bi”
Ucap Mia segera bersalaman dengan Santi dan Dedi. Santi memeluk Mia dengan sangat erat.

“Deket loh bi gak jauh kok hanya cibodas”
Ucap Mia menggoda Santi yang ia melihat mengeluarkan air matanya.

Santi mengangguk pelan dengan senyumannya.

“Hati hati jaga diri mu dan Aisyah.”
Kata Dedi segera merangkul Aisyah kemudian mencium kedua pipi Aisyah.

“Hati hati ya cucu opa yang cantikk.jangan lupa telepon opa jika sudah sampai disana”
Kata Dedi kepada Aisyah.

“Ssiiaaapp opa…dan opa juga jangan lupa sama Aisyah ya…”
Kata Aisyah dengan semangat.

Dedi menganggukkan kepalanya.

“Permisi om bibi assalamu’alaikum” ucap Nadia pamitan kepada mereka.

📌📌📌

Akhirnya Mia meluncur ke desa cibodas bersama temannya Nadia dan satu lagi dimobil rekan Nadia yang tertidur bersama anaknya.

📌📌📌


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here