The Thrill Of love #03

0
74
views

Kadang kala cinta itu tak bisa ditebak untuk apa dimana dan siapa
Tak bisa di tentukan bagaimana dan mengapa
Mereka bilang menemukan Cinta itu tidak segampang
membalikkan telapak tangan

Tapi kadang kadang Cinta itu mampu membalikkan rasa semudah membalikkan telapak tangan

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

“Sayang,,,kenapa sarapan kamu pagi ini masih sisa? Gak baik loh nyisain makanan yang pada akhirnya berakhir ke kotak sampah”
ucap Aldi sewaktu pagi saat menikmati sarapan bersama.

“Tapi mas Atiyah merasakan nasi gorengnya gak enak. Atau emang perut Atiyah yang gak nerima. Entahlah mas, Biarkan aja mas jangan di buang. Atiyah nanti lanjut makan lagi.”
ucap Atiyah dengan letih.

“Kok kamu jadi lemes gitu ngomongnya Atiyah ku sayangg. Ini kan yang masak nasi gorengnya kamu, di abisin ya mas Aldi tungguin nih.masih ada waktu 15 menit sebelum mas berangkat ke sekolah.ayoo”
bujuk Aldi pelan.

Atiyah segera mengambil sendok makan dan langsung mencoba makan nasi goreng itu atas bujukkan suaminya.
Sedikit sedikit atiyah mulai makan nasi gorengnya.

Dan

“Huffff”
Atiyah menutup mulutnya dengan telapak tangannya menahan agar nasi goreng yang baru saja masuk dari mulutnya agar tidak keluar. Atiyah segera bergegas ke belakang dan tanpa sengaja refleks semua sarapan yang telah ia perjuangkan masuk ke mulutnya keluar sudah dengan lancar.

“Kamu sakit???”
Tanya Aldi gelisah saat melihat Atiyah mengeluarkan sarapannya dengan lengkap.

Atiyah menggeleng kepala”
Atiyah mau istirahat dulu mas, sepertinya badan Atiyah merasa lemas.” Jawab Atiyah pelan.

Aldi menganggukkan kepalanya dan langsung membimbing istri nya menuju kamar untuk beristirahat.
Ia membuat teh hangat untuk Atiyah.
Langkahnya tergesa gesa.
Berusaha menjadi imam yang baik untuk istrinya.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

“Mas Aldi โ€ฆ aku hamil mas”
Ucap Atiyah setelah lewat beberapa hari setelah kejadian mengeluarkan isi sarapannya kemarin.

“Alhamdulillah sayang.”
Jawab Aldi dengan senang.

“Ayoo mulai sekarang jaga kesehatan mu. Biar anak kita tumbuh sehat”
Sambung Aldi sambil memeluk istri ‘sah’ nya itu dengan penuh mesra.

Atiyah merasakan hangat tubuhnya saat saat kasih sayang Aldi yang mulai tumbuh semenjak pulangnya tamu bernama Mia itu.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Flash back on

“Mas Aldi harus adil. Bagaimana pun itu mas Aldi punya 2 istri.”
Kata Mia suatu waktu saat sebelum pulang dari bertamu rumah mas Aldi.

“Iya sayang, mas emang salah tapi mas akan memperbaiki semua kesalahan mas. Kamu bantu doa ya. Kamu yang kuat yah tinggal disana nanti saat pulang dari sini.”
Jawab Aldi sebelum berpisah sama Mia kemarin.

“Iya mas Mia bantu doa. Dan mas Aldi janji harus sama berbagi rasa kasih sayang untuk aku dan Atiyah. Jangan ada kata lebih dan kurang loh mas”
kata Mia kembali sedikit dengan wajah manja.

“Emang sekarang mas gak adil ya? Mau adil yang seperti apa lagi Mia sayang?” jawab Aldi dengan senyum tipisnya.

“Ada hadistnya loh mas. Mia udah baca sambil hapalin buat pegangan mas juga

Gini

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽุงู†ู ููŽู…ูŽุงู„ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุดูู‚ู‘ูู‡ู ู…ูŽุงุฆูู„ูŒ

“Barangsiapa memiliki dua isteri, kemudian ia lebih condong kepada salah satu dari keduanya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah”

jawab Mia dengan sedikit senyum menangnya.

“Tentu istri sholehah ku sayang.”
Jawab Aldi kemudian mencium kening Mia sekilas.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Rasa cemburu itu hadir di hati Mia. Tapi Mia mampu mengusirnya dengan berzikir dan selalu berprasangka baik kepada suaminya Aldi. Mia bisa saja menghancurkan kehidupan rumah tangga Aldi dan Atiyah karena Mia tau Atiyah sosok wanita muda yang mudah rapuh, tapi Mia tak melakukannya sungguh Mia mau menikah sama Aldi karena Allah. Dulu Mia berprinsip tidak mau hubungannya jauh sebelum menikah bersama Aldi .Mia menjaga diri dengan berani menikah siri karena dulu Aldi belum siap banyak dalam keuangannya.

Dan ayahnya Mia ingin menyegerakan pernikahan Mia anak semata wayangnya itu setelah ia yakin Aldi adalah sosok yang bisa menjaga Mia.
Itu lebih kata ayah Mia asal kalian segera menikah walau siri yang penting bebas dari dosa zina karena sungguh Mia tak mampu mengusir rasa cinta dihatinya untuk Aldi.
Mia takut jatuh ke lembah dosa yang lebih dalam.

“Nanti jikalau ayah sudah sehat kalian segera resmikan pernikahan kalian. Beri tahu juga satu satunya saudara almarhum umimu. Beliau pasti senang. izinkan ayah melihat acara kebahagiaan itu nak”
kata ayah Mia sewaktu masih dirumah sakit.

Beberapa minggu setelah menikah bersama Mia keadaan ayah nya semakin memburuk penyakit paru paru nya semakin membuatnya sulit bernapas hingga akhirnya ayah Mia tak sadarkan diri.
Kembali ayah Mia dibawa kerumah sakit untuk perawatan. Dan ternyata beberapa hari kemudian ayah Mia mengalami koma.

“Ridhoi Mia yaa Allah dalam pernikahan ini,semoga ayah segera sehat dan melihat kebahagiaan ini”.

Beberapa minngu Mia pun disibukkan mengurus ayahnya tercinta dirumah sakit. Sampai akhirnya ayahnya sadar dari komanya. Mia pun merawat ayahnya seorang diri setelah ibunya yang lebih dulu telah tiada
Saat saat sedih merawat sang ayah .Aldi sering mampir memberikan perhatian untuk cinta pertamanya.

Saat itulah terjadi pernikahan Mia dan Aldi dirumah sakit.
Aldi sengaja tidak memberi tahu kepada papa nya. Karena dari dulu papanya sudah menjodohkannya dengan Atiyah anak teman seperjuangannya saat sekolah.
Aldi diam tak memberi kabar hingga hari itu.
Takut jika papa akan menolak keberadaan Mia.

Beberapa waktu kemudian
Aldi di desak papa nya untuk segera menikah dengan gadis yang bernama Atiyah pilihannya.
Meski menolak beberapa kali akhirnya bibi Santi saudaranya papa Aldi ikut menyakinkan dan memaksa ia menyakinkan Atiyah sosok wanita yang memang pantas menjadi istrinya Aldi sesuai perkataan papa Aldi.

Hal ini lah membuat rencana Mia dan Aldi menjadi kacau untuk mengadakan peresmian untuk pernikahan mereka. Sedangkan ayah Mia masih sakit.
Jika saja Aldi menikahi Atiyah
Mia yakin suaminya itu akan adil dalam hal rumah tangganya bersama atiyah. Maka Mia rela semuanya terjadi asal tetap bersama dan bisa mengarungi kehidupannya bersama Aldi.

Ternyata ayah Mia lebih dulu menghadap sang pencipta meski Mia mencoba berusaha semaksimal mungkin merawat ayahnya untuk bertahan untuk bisa sehat dan kembali pulih ingatannya agar bisa membantu menjelaskan dan menetapkan statusnya bersama Aldi dengan keluarga Aldi.

Rencana tinggallah rencana.
Manusia cuma bisa berencana dan yang menentukan hanyalah sang pencipta langit dan bumi ” ALLah”

Setelah 3 tahun pernikahan Mia dan Aldi. Menikahlah Aldi dengan Atiyah atas perintah papa nya.
Saat itu Aldi menunggu Atiyah yang masih dalam menyelesaikan pendidikannya.
3 tahun waktu Aldi menunggu kesiapan Atiyah Aldi sibuk merajut cinta dengan istrinya Mia.

Flash back off

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Beberapa bulan kehidupan rumah tangga Aldi dan atiyah membaik semenjak Aldi mendengarkan kata kata bijak dari istri pertamanya Mia.

Atiyah sungguh menikmatinya apalagi sekarang hadir janin 5 bulan di rahimnya. Buah cinta nya bersama mas Aldi.
Mia masih tetap rutin mengunjungi mas Aldi tiap 2 bulan sekali bersama Zaid dan seperti biasa akan ada alasan di tinggal Zaid seminggu untuk urusan kerja Zaid.

Atiyah semakin hari semakin akrab sama Mia. Mia yang selalu tegar tanpa beban ia mampu menutupi rasa cemburunya yang membuncah saat tinggal dirumah Aldi bersama Atiyah. Mia bisa menahannya demi Cintanya kepada Aldi.

Sungguh cinta itu di antara dua kata menyiksa dan buta.
“Hari ini bagaimana nanti kita belanja sayurnya bersama sama Mia”
Ajak Atiyah ketika Aldi baru saja keluar mengerjakan tugasnya sebagai pengajar di sekolah.

“Boleh”
Jawab Mia dengan senyum khasnya yang sedikit melebar dengan menampakkan gigi putihnya yang berbaris rapi.

“Kamu mau masak apa? Biar di perinci agar kita nanti gak salah belanja saat dipasar nanti ”
Ucap Atiyah.

“Samain aja deh sama kalian.”
Jawab Mia sekenanya.

“Hmmm. Ok lah kalau begitu, ayo bersiaplah.”
Ajak Atiyah bersemangat.

Mia mengangguk kemudian beranjak dari tempat duduknya. Ia masuk ke kamarnya kemudian meraih ponselnya dan mulai bermain jari mengetik sesuatu.

[Mas Aldi sayangโ€ฆ.aku pergi keluar sebentar yah sama atiyah berbelanja di pasar]

Tidak perlu menunggu waktu yang lama
[Yah istri sholehah ku..hati hati ya. Selalu awasi aisyah jangan ke enakkan ngerumpi tar sama Atiyah ya]
jawab Aldi kemudian disambut senyum lebar oleh Mia.

[Hihihihiโ€ฆsiap sayangโ€ฆ]
Jawab Mia kemudian.

Mia dan aisyah kemudian bersiap2 segera agar Atiyah tidak menunggu lama.
Setelah selesai Mia keluar dari kamarnya sesaat Mia melihat Atiyah sedang menelpon Aldi.

“Iya mas. Gak papa kan kalau Atiyah pergi berbelanja ke pasar sama Mia”
“Gak capek mas insyaAllah Atiyah kuat”
“Tentu mas Atiyah pasti akan hati hati . Jangan lupa ya mas doain selalu Atiyah”
Atiyah kemudian mengklik layar ponselnya untuk mengakhiri percakapannya dengan Aldi.
Ada rasa cemburu yang sangat hebat di dalam hati Mia . Tapi segera Mia menahannya.
“Ikhlas โ€ฆ ikhlasโ€ฆ. ikhlasโ€ฆ.”
ujar Mia lirih mencoba menenangkan dirinya sendiri.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Hari hari berlalu berjalan dengan cepat sampai tiba waktunya a
Atiyah melahirkan.
Aldi sungguh sangat bahagia.
Dengan lahirnya anak keduanya dari rahim Atiyah seorang bayi laki laki yang diberinya nama “muhammad faqih”.

“Miaโ€ฆ..kamu hamil???” Tanya Atiyah saat pulang dari rumah sakit tampak ia melihat perut Mia sedikit agak membesar.
Mia terkejut dengan pertanyaan Atiyah.
“Apa perut ku keliatan gede banget sampe kamu bisa menebak seperti itu Atiyah”
tanya Mia menjadi malu di tambah gugup.

“Alhamdulillah berarti benar ya. Kamu hami?”
jawab atiyah senyum.
Mia menatapnya dengan penuh bahagia.
“iya nih Atiyah gak mau kalah sama kamu”
goda Mia sedikit membuat Aldi disamping Atiyah ikutan menjadi gugup.

“Wah lama kita gak jumpa ya. Semenjak masuk 6 bulan kepulangan kamu kemarin Atiyah sempet pendarahan Mia. Jadi aku sering nginep dirumah bunda agar bisa beristirahat sementara.”
Cerita atiyah kepada Mia sambil menatap bayi laki lakinya.

“Iya aku dengar kabarnya dari mas Aldi .tapi alhamdulillah keadaan kamu sekarang baik sehat kan. Apalagi dapat dedek faqih yang masyaAllah. ihh, lucu bikin gemes”
jawab Mia sambil mendekati faqih dan mengelus pipi bayi Atiyah yang bernama faqih itu.

“Udah Berapa bulan nih Mia” tanya atiyah kemudian.
“3 bulan atiyah. Doain yah. Biar nanti persalinannya lancar ”
jawab Mia dengan ramah sekali.
“Udah..nanti ajah ceritanya baru pulang loh kamu. Istirahat masuk kamar dulu” sambung Aldi yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan Mia dan Atiyah.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

“Bagaimana keadaanmu sayangโ€ฆ”
Tanya Aldi kemudian merangkul Mia dengan mesra saat Atiyah tidur terlelap setelah menyusui faqih.
“Ihhh, mas Aldi jauhan dikit ahh.”
Jawab Mia gugup takut nanti dilihat Atiyah.
“Atiyah sedang tidur. Nyenyak banget mungkin semalam Atiyah kecapekan karena gak tidur semalaman. Faqih rewel terus semalam”
Cerita Aldi semakin mendekatkan posisi tubuhnya kepada Mia.

Mia pun tersenyum senang.
“Besok jadwal cek usg nih mas. Mau nemenin Mia kan??”
Tanya Mia sedikit merayu suaminya itu.
“Tentulah sayang kuh”
Jawab Aldi dengan lembut.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Flash back

Hari itu saat usia kandungan Atiyah masuk 6 bulan ia mengalami pendarahan dan sempat dirujuk kerumah sakit selama 2 minggu. Kemudian Atiyah izin pulang kerumah bundanya agar bisa istirahat dan bertemu bundanya. Setelah meminta persetujuan dari suaminya Aldi. Akhirnya Aldi setuju mengingat untuk kepentingan kesehatan istri dan calon anaknya.

Atiyah melahirkan dengan melewati hpl 10 bulan karena Atiyah tidak terlalu menghiraukan HPL.
Ia hanya fokus kontraksi terus ke rumah sakit terus melahirkan.
Itulah harapannya dan ternyata Atiyah harus melewati serangkaian operasi untuk mengeluarkan faqih karena sudah lewat usia kandungan tapi tak ada kontraksi.

Dan saat saat itulah kemudian Aldi menghubungi Mia memintanya datang menemani suaminya Aldi. Saat Atiyah dirawat dirumah bunda nya.
Atiyah tidak mengetahui semuanya.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

“Atiyahโ€ฆ.beberapa bulan ini Mia akan menginap disini untuk sementara”
kata Aldi memulai pembicaraan saat mereka berdua baru saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Atiyah menatap Aldi penuh heran.”
mas Zaid kemana?”
Tanya atiyah heran.

“Ada urusan yang tidak bisa ia tinggalkan. Tapi Zaid janji akan segera kembali kesini menjemput Mia jika urusannya sudah selesai.”

“Beberapa bulan itu lama mas. Mia bisa bisa melahirkan disini loh ”
Jawab Atiyah dengan matanya sedikit melebar menatap suaminya itu.

“Masih lama kok atiyah ku”
jawab Aldi kembali dengan membelai rambut atiyah.
“Hmmmโ€ฆ.mas Aldi memberi izin untuk Mia tinggal disini begitu lama?”
Tanya Atiyah masih belum mendapatkan kejelasan.

“Kenapa?? Kamu tidak suka?”
Tanya Aldi kemudian.

“Apa ada jalan keluarnya kalau Atiyah tidak suka mas?”
Ucap Atiyah dengan berbalik tanya. Hatinya tiba tiba terasa panas.

“Kalau kamu keberatan yah aku akan suruh Zaid nginep disebelah rumah kita aja kan ada kost pak Hadi yang kosong” jawab mas Aldi lancar seperti sudah di rencanakan.

“Kenapa harus deket rumah kita sih mas. Dia kan sudah punya suami. Kenapa mas yang ngatur segala urusan kostnya”
Tanya Atiyah semakin curiga dan mulai dibakar emosi.

“Kok kamu gitu sih. Kan dia sepupu mas kasian kalau dia kost jauh dan tinggal sendirian.”
Jawab Aldi enteng. Padahal perasaannya gugup luar biasa. Tapi Aldi mampu menyembuhnyikannya.

“gak masuk akal juga kan mas. Kan dia bisa kost atau cari kontrakannya yang deket sama tempat kerja suaminya mas Zaid bukan deket sama tempat tinggalnya mas.”
Jawab Atiyah dengan tegas.

“Ya sudah, hayuu bobok udah malem dari pada bahas Mia kan jadi mood kamu berubah kayak gitu kayak apa itu.” belum sempat dijawab Aldi.

“Kayak apa???” Potong Atiyah spontan.
“Bobok yuk bidadari ku udah malem.”
ajak Aldi kemudian langsung menghindari tatapan mata istrinya itu.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Pukul 2 malam Aldi terbangun dari tidur lelapnya di lihatnya faqih terbangun. Segera ia menggendong faqih tapi faqih masih mengulum jari jarinya
Aldi segera menuju ke ranjang dan membangunkan istri ‘sahnya Atiyah.

“Atiyah, faqih lapar nih ayo semangat sayang bangun nyusuin faqih yah”
kata Aldi dengan penuh kasih sayang membangunkan istrinya.

Atiyah membuka matanya dilihatnya wajah Aldi tapi masih ada rasa kesal mengingat pembicaraan mereka menjelang tidur tadi.

Atiyah mulai menyusui faqih. Dan akhirnya faqih terlelap. Tanpa sadari Atiyah juga ikut terlelap menyambung mimpinya.

Aldi tidak bisa memejamkan matanya kembali. Pikirannya mengingat Mia. Gelisah sendiri atas persoalan yang harus ia pikirkan.

Segera Aldi melangkahkan kakinya keluar kamar dengan santai menuju kamar Mia.
Diketuknya pintu kamar Mia saat dia sudah tiba di depan pintu kamar Mia.

“Mas Aldi???”
Ujar Mia terkejut dengan kedatangan Aldi.
“Ssstttttโ€ฆ..”
jawab Aldi kemudian langsung mendorong pelan Mia masuk ke kamarnya lebih dalam.

“Atiyah kemana mas?”
Tanya Mia sedikit berbisik saat Aldi menyuruhnya duduk ditepi ranjangnya.

“Dikamar”
Jawab Aldi singkat.
“Loh,kenapa?”
Tanya Mia heran.
“Tidur. Mungkin Atiyah lelah biarkan saja dia istirahat. ”
Jawab Aldi kemudian ikut berbaring

Malam itu Mia merasakan cinta yang sangat sempurna. Pagi sebelum subuh segera Mia bangun dengan semangat yang begitu hebat.

“Sungguh kekuatan suami disamping kita benar benar bikin semangat yang menggebu gebu untuk menjalankan aktifitas berikutnya”
lirih Mia saat saat Aldi keluar dari kamarnya.

Aldi masuk ke kamar Atiyah dan di lihatnya Atiyah masih tertidur.
Aldi kemudian masuk ke kamar mandi dan melanjutkan sholat shubuhnya.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

“Semalam mas Aldi kemana?”
Tanya Atiya yang membuat Aldi tiba tiba sulit menelan sarapannya pagi ini.
“Kapan???”
Tanya Aldi sambil melanjutkan mengunyah nasi gorengnya pagi itu.
“Semalam mas semalam. Kan Atiyah sudah bilang tadi semalam mas Aldi kemana?”
Kata Atiyah kembali mengulang pertanyaannya.
“Kebelakang”
Jawab Aldi mencoba meraih gelas dan meminum air minum Sedikit menghilangkan rasa gugupnya.
“Ngapain mas malam malam kebelakang?”
Tanya Atiyah.
“Yah buang hajatlah sayanggg. Kita lagi makan nih. Ayoo kamu juga makan Atiyah nanti faqih keburu bangun kamu repot. Apa perlu mas Aldi suap nih” jawab Aldi cepat dengan senyum yang lebar karena menemukan alasan yang pas tanpa berbohong.

“mas Aldi selalu tidak jelas.”
jawab atiyah dengan segera mengambil sesendok nasi goreng dan menyuapkan kemulutnya.

Mia tersenyum merekah mendengar ucapan Aldi menjawab pertanyaan Atiyah pagi ini. Mia baru saja mau keluar dari kamarnya .Di elusnya rambut aisyah anak pertamanya itu.

“Yukkk kita keluar Aisyah menghirup udara pagi yang seger”
Ajak Mia kepada anaknya yang kemudian dibalas anggukkan oleh Aisyah.

Atiyah menatap Mia
“Gak sarapan dulu Mia”
tanya Atiyah saat melihat Mia baru saja mau keluar dari kamarnya.
“Tidak usah Atiyah. Pagi ini Aisyah pengen makan nasi uduk nih”
Jawab Mia.
“Oh iya kalau nasi uduk nanti lewat kok abangnya depan rumah kita”
Jawab Atiyah tersenyum ramah.
“Iyaโ€ฆkami kedepan dulu ”
Pamit Mia melewati Aldi dan Atiyah yang sedang sarapan.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Memasukki usia kandungan Mia ke 8 bulan Aldi mencoba membuka usaha sampingan ia membangun toko kecilnya sebelah rumah yang masih ada sisa tanah buat bangun tokonya.

Di isinya toko itu dengan perlengkapan sholat mulai dari mukena, gamis, koko pakaian muslim, dan lainnya
Aldi tau sebentar lagi kebutuhannya akan semakin meningkat apalagi sebentar lagi Mia akan melahirkan.

Aldi akan ke sebuah kota tanggerang dimana tempat tinggal Mia sekalian mau cek barang barang disana siapa tahu bisa dibeli buat dijual kembali di toko kecilnya itu.
Tapi Aldi tidak memberi tahu kepada Atiyah akan kerumah Mia.

“Dua minggu yah mas Aldi berangkat kamu jaga diri dirumah baik baik ya sayang.” Kata Aldi saat memberi tahu keputusannya untuk ke tanggerang.

“Dua minggu? kok ampe segitunya ya mas lama sekali?”
Tanya Atiyah.

“Iya perlu survei juga kan.gak satu tempat tapi banyak Atiyah. Mas Aldi akan meminta Zaid juga bantuin usaha mas , doain yah biar lancar ,doa istri itu sering dikabulkan Allah loh ”
Jawab Aldi memulai dengan kata kata manisnya.

Atiyah terduduk lemas dia tidak bisa membayangkan harus berpisah 2 minggu padahal hanya untuk isi barang di tokonya. Apalagibharus kota tangerang. Kenapa harus tangerang?
Tapi keputusan Aldi sudah bulat dan Atiyah dengan terpaksa mengangguk pelan dengan keputusan suaminya itu.

“Ada bik minah yang akan bantuin kamu jaga jaga dirumah dan urus faqih”
Jawab Aldi.

“Sampai segitunya mas” jawab Atiyah
“Yah mas Aldi gak bisa dong ninggalin kamu sendirian bersama faqih itu namanya zolim juga”
Jawab Aldi sekenanya
Atiyah hanya bisa kembali mengangguk pelan.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ

Disana tampak Mia dengan suka cita menyambut kedatangan suaminya. Kedatangan yang begitu memberi semangat hidup barunya
Kedatangan cinta yang selalu diharapkannya
Kedatangan cinta yang tak pernah hilang didalam hatinya
Cinta ohhh cintaโ€ฆ.
Entah karena apa sangat sulit untuk Mia melepaskan Aldi
Dia rela berkorban semuanya menahan perih dan rindu asal bisa mengingat dan mencintai Aldi tanpa Dosa.

“Allahu Allahu Allahu jadikan aku wanita yang kuat yang tabah dalam mengahadapi semuanya, aku tidak butuh status sah dalam negara. Yang penting aku sudah sah di mata Allah . . .Allah . . .Allahu rahimm. Aku yakin mas Aldi bisa berlaku adil hanya akulah yang sering bersalah berprasangka berlebihan karena cemburu yaa Allahโ€ฆโ€ฆ.”
Doa Mia selalu setiap saat.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here