Tasbih Cinta – 27

0
216
views

Ini adalah detik detik pernikahan Sandy. Aku masih bisa merasakan getaran cinta itu.
Kemarin sore aku menelpon kak Shaleh untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sandy.
Di dalam hatiku berdoa semoga saja pernikahan Sandy berjalan dengan lancar. Dan ia mampu mengarungi kehidupan rumah tangganya tanpa kata perceraian di akhir cerita.
Sebagaimana sangat disayangkan menurutku rumah tangga kehidupannya dulu.
Tapi ini sudah takdir. Menurutku ini mungkin jalan dari Allah untuk Sandy.
Tapi aku termenung. Aku juga merasa bersalah.

“Ahh….rumah tangganya hancur pun karena ke egoisan ku yang tak mampu menahan ‘rasa’.”
Sekarang aku sudah memantapkan hati.
Sandy bukan pria yang pantas untuk aku cintai.
Sandy berhak bahagia.
Aku tidak boleh kembali lagi mengacaukan pikirannya.
Meski cinta itu masih ada. Setidaknya aku takkan membiarkannya tumbuh dengan subur di hati ini.
Biarkan saja cinta ini terukir di hatiku tanpa ada yang tahu.
Itu pikiran ku saat itu.

***

Sandy telah SAH menjadi seorang suami dari wanita bernama Naura Ramadhani.
Setetes demi setetes aku menangis.
Entahlah aku tidak mengerti dengan ‘rasa’ ini.

Sandy telah mempunyai tanggung jawab yang baru. Memimpin rumah tangga bersama Naura Ramadhani.
Wanita yang ia cintai.
Semoga saja. Aku bisa menjalankan kehidupan ku kembali beraama Randy suamiku, setelah pernikahan Sandy ini.

Entah mengapa Terbesit bayang bayang Adinda di pikiranku.
Aku bahkan melupakan Adinda. Padahal dulu aku sangat dekat dengannya.
Tapi semenjak keputusan suamiku itu. Aku harus melepaskan dan memutuskan hubunganku dengan Adinda.

“Aku masih merasa bersalah dengan Adinda”
Lirihku pelan merasa menyesal atas kejadian kejadian yang telah aku lakukan dulu.

Semoga saja suatu saat aku akan kembali bertemu dan ku haraf Adinda tak kan marah kepada ku. Karena aku akan meminta maaf.

***

Kesibukan ku yang baru adalah mengurus dua anak dirumah. Bisa dikatakan full ibu rumah tangga.
Kehidupan ku menjadi lebih terang akan tujuannya.
Aku bisa menyadari dan merasakan cinta suami ku Randy yang begitu dalam untukku.
Ini sudah 1 tahun aku jalankan semua hidupku tanpa cerita tentang Sandy.
Kenapa harus begitu??
Aku mencoba melupakannya.

Kak Shaleh yang memintaku. Agar melupakan Sandy dan tolong jangan hancurkan kembali kehidupannya.
Aku sedikit marah saat kak Shaleh berkata seperti itu. Bukankah hal ini tidak bisa disalahkan sepihak saja?

Flash back on

“Bagaimana bisa kak Shaleh kenapa nyalahin Nisa saja?”
Jawabku tidak terima

“Karena laki laki bisa cepat goyah karena cintanya terhadap wanita”
Jawab kak Shaleh

Aku bisa mengatakan kalau ucapan kak Shaleh memang benar

“Kamu sudah punya suami Nisa. Jadilah wanita Sholehah. Coba kamu pikirkan jika saja suamimu….”
Belum sempat kak Shaleh berbicara dengan selesai aku sudah bisa menebaknya. Aku tahu kak Shaleh mau ngomng apa. Aku tahu itu. Aku langsung jawab

“Stop kak. Nisa tidak bisa bayangkan jika mas Randy mencintai wanita lain selain diriku!”
Ucapku spontan yang dijawab senyuman kak shaleh.

“Makanya saling mengertilah kalian. Kenangan udah hapuskan saja. Tak perlu kamu ingatkan kembali gak ada guna. Yang ada malah bikin semua jadi kacau dan berantakkan”
Jelas kak Shaleh. Untungnya saat kak Shaleh berbicara dengan ku melalui telepon mas Randy tidak dirumah.

Aku mengangguk pelan.

“Aku gak cuma nyalahin kamu kok Nis. Sandy juga udah aku kasih saran kayak gini”
Jawab kak Shaleh kemudian

Hening

“Nisa….”
kak shaleh menyapa ku kembali

“Iya kak?”
Jawabku pelan

“Kamu bisa kan?”
Tanyanya kemudian

“Insyaallah kak. Anisa akan coba”
Jawabku masih dengan pelan

“Bukan itu jawaban yang kakak harapkan.:
Sahut kak shaleh

“Terusss?”
Tanyaku heran

“Kamu harus Jawab Nisa bisa kak”
Ucap Kak Shaleh tegas.

Aku tertawa pelan.

“Kenapa ketawa?”
Tanya kak Shaleh

“Iya kak Nisa pasti bisa. Ini semua untuk kebaikan kita semua”
Ucapku mantap

Kak Shaleh tertawa riang di seberang telepon.

“Alhamdulillah semoga ALLAH menggolongkan kalian dengan orang orang yang bersabar ”
Jawab kak Shaleh senang

“Aamiinn”
Jawabku

Flasback off

***

“hawa nafsu adalah kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya.
Kecintaan tersebut sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum ALLAH.”

Hari ini aku mencoba mengetik sesuatu tentang hawa nafsu. Bukan untuk siapa siapa.
Aku ketik ini murni untuk menyemangati diriku sendiri.
Karena tidak bisa di lawan nafsu itu kecuali keyakinan dari diri sendiri.
Aku yakin pasti bisa.

Kembali aku mengetik pesan di medsos

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman sampai aku lebih ia cintai dari orang tua, anak dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari, no. 15; Muslim,)

Tiba tiba terdengar suara tangis bayi ku

Muhammad Ali Ku beri nama sepeninggalan Ayahku.
Semoga kelak anak ku ini akan menjadi seorang laki laki yang shaleh. Yang teguh pendiriannya seperti ayah ku juga cerdas dan kasih sayangnya yang hebat.

“Nisa tidak bisa ngelupain ayah.”
Ucap ku sesaat mengingat ayahku. Lalu kembali mengurus bayiku yang sepertinya haus.

***

Ini sudah 1 tahun berlalu.

Hari ini mas Randy pulang cepat.
Kami akan jalan jalan sebentar sore nanti bersama anak anak.

Aku menatap mas Randy dengan perasaan ku yang dalam aku hayati dengan sepenuh hati.
Berharap cinta itu akan ada.
Sepertinya Mas Randy menyadari tatapan ku

“Ada apa sayang?”
Tanya mas Randy menyipitkan matanya.

Aku menggeleng pelan. Karena merasa malu udah melihatnya dengan tatapan yang begitu serius.
Andai cinta itu bisa di lihat mungkin mas Randy akan melihat begitu banyak tanda cinta di kelopak mataku saat ini.

Tiba tiba mas Randy memberi aku sebuah kertas yang ia dapat dari sepulang pengajian kemarin lusa di masjid saat ia sholat jumat.

“Coba baca deh dek sayang. Bagus loh buat direnungkan”
Kata mas randy

Aku mengambil kertas itu dan mulai membacanya dengan teliti.

PERSAINGAN antara cinta dan nafsu dalam hati manusia sering mendominasi, tergantung bagaimana manusia dalam menyikapi datangnya rasa. Cinta adalah anugrah dan nafsu adalah musibah. Jadi, antara cinta dan nafsu selalu beriringan mewarnai hati yang dilanda asmara.

Cinta menurut sebagian orang adalah hal yang lumrah, dan tidak disangka-sangka kedatangannya. Namun, sering kali manusia salah dalam menafsirkan cinta, ia terlena dengan keindahan orang yang dicinta.

Menurut sebagian orang, cinta itu buta, karena tidak dilandasi dengan cinta yang menciptakan cinta, sehingga ia terjerumus ke dalam perbuatan nista dan menjadi orang yang hina dina. Cinta memang anugrah Tuhan Yang Mahaesa, untuk menguji siapa yang benar-benar kuat imannya.

Dibalik menciptakan cinta, Allah Swt juga menciptakan nafsu. Berbeda dengan cinta, nafsu yang membelenggu karena adanya bisikan setan yang terus mengganggu. Nafsu selalu mengajak kepada kejahatan, sehingga manusia jatuh ke lembah kehinaan. Nafsu selalu memaksakan kehendaknya agar manusia melakukan kemaksiatan.

Orang yang paling tidak mau tahu dan tidak menerima nasihat apapun adalah orang yang sedang jatuh cinta. Percaya, deh! Buktinya, banyak yang baru menyadari bahwa ternyata hubungan mereka hanya dilandasi oleh nafsu setelah mereka sudah beberapa bulan menjalani hubungan.

“Nafsu ini selalu memerintahkan kepada keburukan kecuali yang Tuhan beri rahmat. Tuhanku Maha Pengampun lagi Penyayang,” demikianlah ungkap Nabi Yusuf yang Allah abadikan dalam firman-Nya Surah Yusuf ayat 53.

Lain cerita dengan Qabil. Jika Nabi Yusuf berhasil menundukkan hawa nafsunya dari melakukan dosa, karena keinginan yang begitu kuatQabil tidak mampu berpikir panjang, sehingga dengan sangat ringan melakukan tindak kejahatan.

“Hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudarany

Hyaat, yuk sama-sama kita taklukan Hawa Nafsu

a. Maka, saudaranya itu pun dibunuh sehingga ia termasuk orang yang merugi” (QS. 5: 30).

Dua ayat di atas memberikan gambaran sekaligus peringatan penting, bahwa betapa besarnya dampak negatif yang ditimbulkan karena mengikuti hawa nafsu. Seperti kita saksikan dalam beberapa pemberitaan media belakangan ini, berita kriminal begitu mengerikan, ada gadis diperkosa kemudian di bakar, ada istri membunuh suami dan sebaliknya, dan berbagai tindak kriminal lainnya.

Semua itu terjadi tidak lain karena begitu berkuasanya hawa nafsu dalam hati seseorang. Hawa nafsu menjadikan akal sehat tidak bisa bekerja, mata hati buta, dan emosi merajalela. Hal ini tidak lain karena sifat dasar hawa nafsu adalah selalu berkhianat.

Ibn Ahaillah dalam kitabnya Taju al-Arus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus mengatakan, “Siapa yang mengangkat wakil lalu ternyata ia berkhianat, pasti ia akan memecatnya. Begitu pula keadaan nafsumu. Ia sungguh telah berkhianat. Maka pecat dan persempitlah jalannya.

“Apabila engkau melihat istrimu berkhianat, tentu kau akan marah kepadanya. Seharsunya, seperti itu pulalah sikapmu terhadap nafsumu. Sesungguhnya ia telah berkhianat kepadamu sepanjang hidupmu.

Orang yang berakal sepakat bahwa jika istri berkhianat, ia tidak boleh dilindungi oleh sang suami. Alih-alih melindunginya, sang suami harus menceraikannya. Karena itu, ceraikanlah nafsumu!”

Artinya, persempitlah peluang hawa nafsu menguasai hati. Jika ia mengajakmu untuk merasakan nikmatnya maksiat, lawanlah dengan menetapi nikmatnya ketaatan. Apabila ia mengajakmu kepada teman yang jahat, pilihlah teman yang membangkitkan keadaanmu dan mengajakmu kepada Allah. Jika ia mengajakmu kepada ghibah, sibukkan lisanmu dengan dzikir kepada Allah dan dengan mengurangi makan sesuai dengan kemampuanmu.

Dalam tradisi Jawa ada yang namanya tombo ati (obat hati), yang harus diperhatikan seluruh umat Islam agar terhindar dari cengkeraman hawa nafsu. Yakni dengan membaca Al-Qur’an yang disertai pemahaman, sholat malam, bersahabat dengan orang yang sholeh, perbanyak berpuasa dan perbanyak dzikir di tengah malam.

Membacanya aku seperti merasa terpojok. Tulisan ini seperti menamparku keras keras terlebih yang memberi tulisan ini adalah dari suamiku sendiri. Aku benar benar malu kepada diriku yang dulu. Kulihat suamiku menikmati kopi buatan aku yang sudah mulai dingin.
Ku lihat wajah MAS Randy,suamiku

Mas Randy menatapku

“Udah selesai dek?”
Tanya mas Randy melirikku.

Aku mengangguk pelan. Dan berjalan melangkah ke arahnya duduk.
Tepat di sebelahnya. Aku bersimpuh di depan lututnya.

“Maafkan Nisa mas”
Ucapku dengan getar aku tahu mas Randy sedang memberi pelajaran kepada ku. Meski sudah lama mas Randy mungkin masih mengingat kesalahan kesalahan ku.

Mas Randy seperti kebingungan. Setelah ku panggil namanya dan berjalan ke arahnya.
Entahlah aku juga gak faham. Mas Randy benar benar kebingungan atau pura pura kebingungan ?

“Ada apa dek”
Tanyanya menyuruhku bangkit dari depan tempat duduknya. Karena aku bersimpuh di hadapan suamiku.
Sepertinya aku benar benar hancur.

“Duduk sini sebelah mas. Ayo ceritakan sama Mas Ada apa?”
Lanjut mas Randy dengan tersenyum.

Tangisku kembali pecah. Aku ngak kuat melihat senyum suamiku sendiri. Ini sulit buat aku lalui. Tapi aku harus kuat.

“Nisa minta maaf jika saja Nisa selalu mengecewakan hidup mas. Dan Nisa bukan istri sholehah seperti yang mas Harapkan”
Ucap ku penuh penyesalan. Andai bisa ku tebus kesalahan ku dengan nyawa mungkin aku akan menebusnya saat ini juga. Karena aku benar benar tidak merasakan manfaat hidup di dunia ini sebelum ada kata maaf di hati suamiku. Aku seorang istri pendosa terhadap suami.

“Hiks…hiks…hiks..”
Aku menangis mencoba kuat. Aku merasakan cinta itu datang di hatiku.

Sepertinya bunga bunga cinta itu baru hadir ketika aku telah lelah berjuang mempertahankan nafsu ku sendiri.
Aku menikmati rasa ini untuk mas Randy suami sah ku.
Aku merasakan menang kali ini melawan hawa nafsu sesaat.

Aku benar benar menyadari diri ku salah selama ini.

Insyaallah hidayah ini akan ku jaga selalu.
Mas Randy merangkul ku erat. Di cium nya puncak kepalaku. Dan di bantunya aku untuk duduk disebelahku.

Alhamdulillah mas Randy mengerti posisi ku. Dan mas Randy tidak bertanya lagi. Mas Randy tetap seperti yang dulu mencintai ku dan menjaga ku sepenuh hatinya.
Aku akui aku harus banyak banyak bersyukur atas nikmat ini.

“Aku mulai mencintaimu mas Randy suamiku.”

Semoga cinta ini belum terlambat.
Aku akan menggunakan sebaik baik nya. Dan aku akan menjaga selalu cinta suci ini.

***

Waktu berlalu kulihat Sandy telah berhasil membuka kedai

Saat pagi itu

“Di sana banyak menu kekinian, Nisa gak suka”
Tolakku pagi itu saat mas Randy mengajak ku berkunjung disana jika saat liburan panjang bulan depan .
Yah Aku akan ke jakarta bulan depan menemui mama ku.

“Kenapa tidak. Kekinian itu enak loh” sahut mas Randy kecewa.

Ternyata Zahra menyetujui saran mas Randy.

“Iya bi. Nanti kita ajak oma juga makan disana. Pasti seru disana. Zahra juga pengen.”
Jawab zahra penuh semangat

Tidak terasa ya Zahra sudah besar. Sebentar lagi Sekolah dasarnya pun selesai.
1 tahun ini adalah masa masa ku benar benar di puncak kenikmatan.
Nikmat cinta yang halal yang baru aku temukan.
hidup penuh cinta dan kebersamaan.
Sedikit demi sedikit nama Sandy telah hilang dari hatiku. Dan terganti dengan nama mas Randy.

Kak Shaleh dulu benar.

Kenangan udah lupain aja ! Gak ada guna!

Terbukti sekarang melupakan kenangan adalah jalan terbaik menuju kehidupan kedepan.
Andai aku dulu menyadari lebih cepat.

Ahhh,sudahlah..
tidak pantas aku menyesali segala yang terjadi di dalam hidupku. Karena itu semua adalah proses.

Sujud syukur selalu aku ungkapkan setiap waktu setiap hari.

“Alhamdulillah ‘ala kuli hal”

***

TAMAT


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca dari awal

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here