Tasbih Cinta – 19

0
88
views

“Apa yang terjadi Anisa?”
Tanya Randy saat Anisa baru saja membuka pintu dengan rasa cemas dan ketakutan.

“Enggak…mas Randy..Kirain siapa? Anisa hanya ketakutan aja. Kan mas tadi bilang pulang pukul 10”

Jawab Anisa segera mengambil telapak tangan suaminya itu kemudian ia mencium punggung tangan suaminya.

“Duhh maaf bikin istri mas yang cantik jadi ketakutan kayak gini,”
Jawab Randy kemudian mencium rambut Anisa sekilas.

“Nisa siapin makan malam dulu Ya”
Ucap Anisa dan mendapat anggukan pelan dari suaminya.

Anisa melangkah ke dapur.
Hatinya masih kacau.

“Kenapa aku jadi begini. Kenapa aku jadi takut seperti ini. Padahal tidak mungkin ada orang yang bertamu selain mas Randy”
Pikir Anisa di dalam hatinya.

Anisa menggoreng ayam goreng dan menghangatkan sayur sop yang tadi sore ia masak. Kemudian ia menyiapkan sambal .memotong lalap dan lainnya. Lalu Anisa segera menatanya diatas meja makan.

“Udah siap sayang?”

“Udah mas . Hayo makan”

“Allahumma bariqlana fiima rozaqtana wa qina ‘adza bannar. Aamiinn.”

“Aaminn”

Mereka berdua pun memulai makan malamnya. Dengan selingan canda kecil.

***

“Dek Anisa…”
Panggil Randy saat ke esokkan harinya sebelum berangkat ketempat kerjanya

“Iya mas ?” Jawab Anisa lembut dan menghampiri Randy di meja makan.

“Mimpi apa kamu semalam sayang?”

“Mimpi??”

“Mimpi apa mas? Kayaknya Anisa gak ingat”

“Bener gak ingat?”

“Iya mas bener deh”

“Tapi..mas juga ragu apakah pendengaran mas yang kurang tajam atau gimana. Soalnya saat itu sudah malam sekitar pukul 2”

“HhAhhh….!! Masa sih mas..duhhh…maaf mas kalo mimpi Nisa ganggu mimpinya mas”

“Bukan ganggu mimpi mas semalam. Tapi ganggu pikiran mas sampai pagi.”

“Mas….maaf,,emang Nisa ngomong Apa?”

“Sandy?”

“Apa?!”

“Kenapa? Siapa Sandy dek Nisa?”

“Enggak tau?!”

“Atau jangan jangan?”

“Mas…”

“Mas gak bisa tidur mengingat kamu menyebut nama dia sampai 2 kali.Terus mas liat handphone kamu menyala. Sepertinya ada mesengger yang masuk dari handphone kamu dek”

Anisa setengah kaget mendengar penjelasan suaminya itu. Rasanya hal ini seperti tidak mungkin terjadi.

“Kenapa kamu diam dek?”

“Nisa gak ngerti mas?”

“Mas sudah baca semuanya kok. Percakapan kamu di mesengger”

Anisa kembali terkejut. Hatinya kembali bergetar dan rasa cemas akan mendapatkan kemarahan dari suaminya itu.
Anisa bahkan lupa menghapus semua messenger kemarin . Perasaannya kacau saat itu.

Ternyata Randy sudah tahu semuanya

“Maafkan Nisa mas. Tapi benar Nisa gak ngelakukan apa apa. Hanya sebatas chat seperti itu. Dan Nisa juga udah memberi jarak saat chat”

“Tapi…kalau dengan cinta??”

“Maksud mas??”

“Apakah Mas harus meragukan cinta kamu terhadap mas??”

“Mass…maafin Nisa..mas jangan ragu sama Nisa. Insyaallah Nisa selamanya mencintai mas lillahi ta’ala. Mas doain Nisa selalu ya”

Anisa memegang tangan suaminya. Kemudian ia mencium punggung tangan suaminya itu dengan lama.

“Sudah..sayang…”

“Maafin Nisa mas. Tolonglah. Nisa bukan perempuan murahan seperti itu.”

“Mas tahu dek Nisa seperti gimana orangnya, mas takut ternyata selama ini mas belum membahagiakan kamu dek, kenapa kamu tidak menolak dulu saat perjodohan kalau memang dek Nisa gak suka mas?”

“Nisa suka mas Randy kenapa harus menolak?”

“Hmm…maksudnya Mas tidak ada cinta”

“Mas tolonglah itu hanya masa lalu. Kita semua punya masa lalu”

“Iya mas juga tahu…”

“Mas..maafin Nisa ya. Tolonglah mas”

“Dek gak salah sayang. Mas sudah baca di chat kalian. Tapi untuk selanjutnya tolong dek jangan lanjut hubungan pertemanan dek dengan istrinya lagi”

“Maksud mas?”

“Adinda sayang”

“Kenapa berujung ke Adinda mas?”

“Karena Adinda istrinya Sandy. Jika adek terus berhubungan dengan Adinda. Paling tidak Sandy terus mengikuti jalan cerita hidup dek, mas yakin jika itu terjadi Sandy akan mencari celah untuk masuk diantara kehidupan rumah tangga kita”

Anisa mendengarkan penjelasan suaminya dengan seksama.

“Kenapa mas yakin sekali?”

“Orang yang kalau sudah jatuh cinta sering melakukan apapun itu termasuk tindakan pidana, makanya kita harus berhati hati dengan cinta
Jikalau cinta kita kepada yang halal. Insyaallah tindakan pidana takkan ada. Yang ada tindakan berpahala”

Anisa terkesima mendengar penjelasan suaminya. Baru kali Anisa merasakan ada sedikit getaran halus di hatinya. Randy suami yang baik. Kenapa selama Ini Anisa mengabaikannya demi mengejar cinta yang tak pasti.

“Maafkan Nisa mas. Mas Randy suami yang bijaksana”

“Mas sudah maafin dek . Tapi dek ingat ya pesan mas. Segera akhiri semua pertemanan dek dengan Adinda. Mas nanti coba beli nomor baru buat dek. Dan satu lagi akun medsos dek juga segera ganti. Jangan biarkan Sandy & Adinda tau”

Anisa mengangguk pelan. Di peluknya suaminya itu dengan erat. Dengan air mata mengalir.

“Sudah sayang. Kita coba jalanin kembali. Kesalahan bisa kita perbaiki”

“Terima kasih mas,”

“Ya udah mas mau ke kamar dulu mau siap2 berangkat kerja dulu.”

“Iya mas ”

***

Anisa segera mengambil handphone nya saat itu membuka akun medsos menghapus akun nya dan kemudian mengeluarkan kartu sim card nya dan mengarahkannya menjadi 2 bagian kecil. Dengan air mata kali ini Anisa kembali merasakan sakit nya meninggalkan jejak cinta.

“Aku pasti bisa …”
Lirih Anisa dengan air mata kesedihan

Pintu kamar terbuka saat di lihatnya zahra anaknya berjalan ke arah nya. Anisa segera merangkul anak semata wayangnya yang telah berusia 2 tahun itu.

“Mama ngis?”
(Dibaca nangis)

“Gak sayang. Mata mama terkena debu. Ayo zahra bantu tiup maya mama biar debunya lari.”

“Huhh..fiuhhh…fiuhh..huhh…”

“Hihihihi..udah Udah… debunya udah lari.makasih sayangnya mama”
Anisa memeluk erat Adelia Zahra.

***

Sejak saat itu Anisa memutuskan hubungannya dengan Sandy dan Adinda. Baginya Randy adalah suami sah nya tidak sebaiknya ia menjadi wanita yang akan merugi suatu kelak jika mempertahankan egonya atas nama cinta.

***

Waktu terus berjalan hingga tibalah tahun ke 7 pernikahan mereka.

“Dek masih haid bulan ini Ya?”
Tanya Randy suatu malam saat Anisa baru saja keluar dari kamar anaknya zahra.

“Iya mas.”

“Padahal udah lama mas pengennya kamu gak dapet haid dulu tahun ini”
Jawab Randy kemudian mencium rambut Anisa.

“Hihihi..maksud Mas? Hamil lagi?”

“Yah begitulah. Satu kok terasa sepi kalau ada 3 atau 4 anak kan lebih seru kehidupan rumah tangga kita.”

“Semoga Allah mendengar permintaan mas malam ini. Kan malam ini malam jumat. Semoga di ijabah Allah”
Jawab Anisa dengan dengan lembut

“Aaminn”

***

Anisa sudah 1 tahun ia tidak mampir kerumah orang tuanya.
Karena suaminya belum mengizinkan dikarenakan banyak tugas yang masih harus diselesaikannya.
Randy telah mengatakan jika Anisa masih ngotot akan kerumah orang tuanya Randy tidak bisa mengantarkan sampai disana. Randy hanya bisa mengantarkan sampai di bandara dan menjemput kembali di bandara.
Tapi Anisa menolaknya. Anisa lebih memilih safar bersama suami dan anaknya. Biarlah menunggu waktu asal bersama kalian pikir Anisa Saat itu.

***

“Dek..”
Sapa Randy suatu pagi saat sebelum berangkat kerja.

“Iya mas?”
Anisa menatap netra suaminya

“Maaf. Kamu sudah tau kabar? Kalau orang tuanya Sandy kecelakaan? Semalam?”
Tanya Randy menatap Anisa dengan serius

Anisa menggeleng kepalanya dan menutup mulutnya dengar kedua tangannya.
Hatinya kembali bergetar setelah sekian lama ia pendam nama itu dan harus kembali terbuka untuk hari ini.

“Apa yang terjadi mas dengan tante Lia dan om hidayat?”
Tanya Anisa dengan air mata yang mulai mengalir

“Mereka kecelakaan mobil saat berkunjung kerumah saudaranya Sandy”
Cerita Randy dengan wajah sedih

Anisa diam tidak berkata apapun .

“Andrian kah?” Pikir Anisa

Anisa Ingin ia bertanya apakah Sandy ada ditempat saat kejadian. Tapi ia tahan demi kehormatannya dengan suaminya.
Entah mengapa seperti Randy mengetahui isi pikiran Anisa.

“Sandy tidak bisa mengantar mama papa nya saat berkunjung kerumah saudaranya. Mereka ribut kecil dan akhirnya mama Sandy pergi naik taksi. Dan terjadi kecelakaan di depan taksi dan taksi yang mereka tempati pun tak sempat menghindari kecelakaan didepan”

Cerita Randy kembali dengan mata menerawang jauh

“Kecelakaan beruntun mas?”
Tanya Anisa pendek . Dan mendapatkan anggukan pelan dari suaminya itu.

Tiba tiba saja

Drrrttt….drrrttt…

Handphone Anisa bergetar
Terlihat nama mama memanggil
Anisa segera mengambil handphone nya dan mengangkat telepon dari mama nya.
Mama memberi kabar atas meninggalnya tante Lia dan om hidayat. Anisa hanya mengangguk pasrah.

***

“Apa yang terjadi dengan kehidupan Sandy setelah 1 tahun aku menghilang darinya, padahal dulu aku berjanji akan tetap berhubungan dengan Adinda dengannya tanpa mengungkapkan perasaan kami masing2. Tapi aku harus melanggar janji janji ku demi nantinya aku dengan suamiku. Maafkan aku Sandy.. Maafkan Aku…”

Lirih Anisa Saat malam itu sebelum memejam kan matanya.

Hatinya terus merasa bersalah atas menghilangkan kabar begitu saja.

“Semoga kamu baik baik saja disana Sandy dan semoga kamu selalu berbahagia”

Doa Anisa sesaat sebelum memejam kan matanya.

***


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here