Tasbih Cinta – 14

0
97
views

Sungguh aku benar benar merindukannya. Dirinya lah yang mampu mengubah jalan hidupku menjadi lebih baik.
Warna warni di dalam hati ini kembali dengan sambutan bahagia.

“Aku mencintaimu sepenuh hatiku, Anisa ku”

Pertemuan itu sungguh memberikan ku kembali semangat untuk mengarungi kehidupan ku yang mulai memudar setelah kepergian cinta itu.
Anisa kamu Bagai memberikan suntikan energi positif yang begitu ampuh dengan keadaanku. Anisa ku.
sekarang aku merasa lebih baik dari dulu.
Saat pertemuan itu kamu betul betul tidak berubah sayangku. Kekasihku. Separuh nyawa ku.
Kamu masih tersenyum menatap mataku . Aku yakin sepenuh hatiku cinta itu masih ada di dalam hatimu.
Jangan kamu katakan aku untuk berusaha melupakan dan meninggalkan jejak cintamu.
Aku tidak bisa…
Tapi tolong . Tolong katakan padaku bahwa kamu akan terus mencintaiku selamanya sampai kapanpun dan tidak akan berubah. Agar aku bisa kembali bersemangat menata hidupku meski harus merelakan kamu kepada orang lain. Bukankah mencintai tidak harus memiliki seperti katamu dulu Tapi mencintai cukup di dalam hati menyebut selalu nama mu dan berdoa untuk kebahagiaanmu.
Sulit???
Ini sulit sayang. Aku gak bisa melupakan kamu sampai kapan pun tidak bisa.

***

Sore itu dirumah mama menyapaku

“Sandy?”

“Iya ma”

“Tadi ada temen papa datang”

“Kenapa?”

“Hmmm..”

“Kenapa ma. Ada perlu apa?”

Hening sesaat

Tiba tiba papa sandy Hidayat datang menghampiri Sandy.

“Om ridwan datang tadi kamu sudah pasti mengenalnya Kan?”

“Owh….iya pah”

“Kamu kenal anaknya?”

“Anak om Ridwan? Hmmm….Dinda?”

“Yah…ingatan Kamu masih bagus”
Kali ini papa menepuk pelan bahuku dengan senyuman.

“Emangnya ada apa?”

“Kami berencana menjodohkan kalian”

“Apa maksudnya Ini?”

“Gak ada maksud apa apa”

“Sandy belum kepikiran mah…pah…”

“Sampai kapan?”

“Entahlah mah…Sandy belum bisa membuka hati Sandy kembali.”

“Anisa?”

Aku mengangguk pelan. Baru kali ini aku merasakan sulitnya melupakan cinta.

“Bukan kah Anisa dan kamu sudah tidak mempunyai hubungan lagi? Bahkan sudah lama sekali kan?” Jawab mama

“Iya. Sandy tidak mempunyai hubungan spesial sama Anisa. Tapi entahlah. Sulit untuk menjelaskannya ma”

“Hmmm…Sandy Kamu harus belajar merelakan sayang”
jawab mama ku dengan tulus.

Aku berdiri dari tempat duduk menatap wajah mama dan papa aku dengan pasrah.
Kemudian aku mengangguk pelan.

“Akan Sandy coba ma tapi. Biarkan Sandy berpikir dulu ” jawabku kemudian bergegas melenggang ke kamar ku.

***

“Anisa….”

Kali ini aku terus menyebutkan namanya.
Aku tidak bisa melupakannya. Kadang aku seperti orang gila. Yang mencintai sepenuh hati sama wanita yang istimewa untuk ku. Padahal aku sadar dan ingat betul bagaimana hidupku dulu sebelum mengenal dia Anisa kekasih hatiku.
Aku mudah menyatakan sama wanita manapun. Akunjuga mudah saja melepas wanita yang mengemis ngemis cinta kepadaku. Dan aku dengan mudah mendapatkan wanita termasuk kencan yang diluar batas. Wanita mau memberikan aset berharganya untuk ku dengan atas nama cinta.
Aku yakin saat pertama kali ingin mengenal Anisa. Aku yakin perjuangan cintaku akan sama berakhir seperti wanita wanita sebelumnya.
Tapi nyatanya aku harus berdiri dengan sekuat tenaga saat ini.
Memperjuangkan cinta yang tak mungkin bersama. Dan kisah cintaku dengannya tidak berakhir dengan pemberian aset berharganya. Tapi ini menyiksaku.
Sekarang aku benar benar jatuh cinta. Jatuh cinta tulus di dalam hatiku. Aku akan merubah semua hidupku agar bisa hidup bersamanya tapi ternyata masa lalu ku sangat jahat sangat kejam. Aku tidak bisa bersama hidup saling mencintai dengan Anisa akibat ulah masa lalu ku yang kelam. Tapi saat hati ini terbesit.

“Aku sudah bertobat…kenapa ayahnya masih tidak terima?”
Mungkin ayah Anisa yang terlalu berlebihan atau aku yang terlalu berprasangka buruk.

***

Satu tahun telah berlalu ku dengar kabar Anisa akan menikah dengan pilihan kedua orang tuanya.
Kabar itu membuat aku rapuh
Sangat membuat hatiku hancur.
1 tahun aku berusaha memperbaiki diri agar bisa berjodoh dengannya tapi nyatanya doaku tidak dikabulkan sang pemilik langit dan bumi.

“Yaa Allah harus bagaimana lagi caranya agar aku bisa mengharapkan doa aku untuk dikabulkan”

Berat hati ini sungguh tidak bisa terbayangkan.
Aku bisa gila dengan kabar ini.
Ku terus mencoba memperbaiki hati ini dengan prasangka yang baik. Meski sakit itu yang kurasakan. Tapi aku harus siap menerimanya.
2 bulan aku merasakan sakitnya atas pernikahan Anisa. Meski aku sekarang sudah terlihat seperti orang gila. Rambut yang mulai gondrong. Kumis yang tidak rapi. Badan yang mulai kurus. Pikiranku fokus hanya bayang bayang Anisa.

“Aku yakin Anisa masih milikku”
Batin ku terus mengharapkannya.

“Dia datang ke dalam hati hanya untuk meninggalkan jejak cinta disini..
Dihatiku yang paling dalam
Kemudian ia pergi menghadap jodohnya yang begitu berarti…
Tinggallah disini ku merenung nasib ku bagaimana suatu hari nanti..
Aku seperti menjadi orang lain…
Diriku bukanlah seperti ini…
Dan aku sangat cemburu melihat mu bahagia tanpa diriku…
Saat ini
Aku merasakan luka yang tak terucap
Menusuk dengan perih dan pedih..
Dan aku harus bisa menahan sakitnya”

Malam itu ku coba membuka sosmed miliknya Anisa.
Sungguh rindu ini benar benar memimpin tuhanku untuk mengklik namanya di sosmed.
Saat aku melihat status statusnya yang memancar kebahagiaan. Disitu aku merasakan kembali air mata kepedihan yang keluar dari sudut mataku.
Dan aku tidak pernah seperti ini sebelumnya apalagi menangis karena wanita.
Ku lihat ada poto nikahnya bersanding bahagia dengan suaminya tercinta.
Tertulis disana dengan caption

“Terima kasih cinta
Bersama randy anugerah”

“Owhh ternyata nama suaminya Randy. Tidak beda dengan ku Sandy pikiran ku saat itu masih kacau.
Aku seperti benar benar telah mènjadi orang gila.
Ini semua gara gara cinta ku yang terlalu hebat untuk Anisa.
Tanganku masih saja scroll kebawah melihat status selanjutnya.

Terlihat poto taman rumahnya dengan 2 cangkir teh dan brownies coklat dengan caption

“Bersamamu menjadi indah. Bersama Randy Anugerah ”

Aku tertawa kecil.
Mirip seperti tertawa orang yang kurang waras.

“Kamu hanya sementara Randy tinggal disana. Aku yang akan terus menemani Anisa selamanya ”

pikir ku dengan ketus tanpa panjang masih saja ku scroll ke bawah melihat status Anisa selanjutnya. Padahal hatiku sudah mulai memanas.
Tapi aku masih saja merasa ketagihan dengan kisah hidupnya.
Anisa ku….

Saat kulihat dibawah tampak statusnya membuat air mataku bersedih. Itu seperti kata kata untuk ku.

“Aku memang bukan semangatmu,
aku hanya pendukung berlidah kelu yang menggunakan hatinya untuk mendoakan kebahagiaan di tiap sujudku”

Ku scroll lagi kebawah

“Bismillah menuju sumatera”

Apa??!!

Saat ini dia telah berpindah ke sumatera?
Hatiku mulai bersedih.
Meratapi nasibku yang tidak ada arti.

Kembali ku scroll kebawah.

Membuatku tersenyum sedikit bahagia membacanya

“Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini.”

Aku mendesah pelan…
“Dia pasti mencintai Ku” pikirku yang sudah mulai menggila

Ku scroll kembali

Tampak poto mereka berdua Anisa dan Randy bersantai ria di sebuah taman dengan saling tergenggam tangan
Dengan caption
“Cinta pertama Ku , bersama Randy Anugerah”

Aku tampak mengeram kesal membaca statusnya.
Aku yakin status itu hanya bohong. Cinta pertama Anisa adalah aku. Dan tidak bisa digantikan dengan apapun.

Kembali ku scroll itu sepertinya status terakhirnya. 2 hari yang lalu.

“Dia bukan yang terbaik..
Kau hanya sudah terbiasa hidup dengan nya
Ketika kau mau kembali membuka hati semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik. Percayalah yang buruk sengaja tuhan lepaskan agar yang baik punya kesempatan menghampirimu”

Aku lemah membaca status terakhirnya. Ini benar benar menyakitkan. Menyedihkan bukan hidupku???
Jika memang status itu tertulis untukku.
Berarti benar katanya aku harus bangkit dari keterpurukan ini.
Aku mencoba berdiri dari segala ini.
Dia sudah bahagia disana
Anisah ku. .

Akhirnya dengan berat hati ku coba membuka hati untuk dinda. Mengobati luka hati yang dalam dengan belajar mencintai dari awal.
Papa dan mama sangat senang dengan keputusanku. Beberapa bulan setelah pesta pernikahan Anisa berlangsung aku pun menyusul duduk bersanding di pelaminan dengan wanita cantik bernama Dinda.

***

saat saat aku bersanding dengan Dinda dipelaminan dan kulihat Anisa menatapku dengan raut kesedihan, meski tak terlalu nampak tapi aku bisa merasakannya

“Yaa Allah aku yakin dia menikah dengan Randy tanpa ada ikatan cinta. Cinta nya hanya untuk ku. Tapi sungguh orang tua yang egois.”

Yang penting aku bahagia. Karena ternyata ia masih bisa menyempatkan hadir ke acara pernikahan ku dengan Dinda meski ia sempat pindah ke sumatera.

Hari hari berlalu aku sangat merindukan Anisa. Dinda seperti hanya boneka didalam hidupku. Ia seperti hanya terpajang di rumah ku untuk menemani hari hariku hidupku.

Tapi tentang kewajiban dan hak istri aku tetap menjalankannya dengan baik. Aku tidak pernah menelantarkannya. Aku perlakukan ia dengan baik. Tapi tidak dengan cinta. Saat saat menatap wajahnya dinda terbayang senyum Anisa. Ku coba menepis namun kembali lagi.

“sungguh aku tidak mengerti mengapa aku harus diberikan rasa cinta kepada wanita yang telah bersuami?”
Padahal aku juga telah beristri???

“Apa yang harus aku lakukan ?”

***


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here