Tasbih Cinta – 11

0
103
views

“Hai Mira.. masyaAllah tambah anggun aja kamu semakin hari”

Sapa Lia saat baru saja Mira membuka pintu depan menyambut tamu sahabat nya. Tampak Ali bersalaman dengan suaminya Lia dengan rasa enggan karena Ali melirik ada Sandy berdiri di belakang mereka

“Bisa aja kamu Lia. Ayo masuk aku takkan membiarkan tamu terbaik ku berdiri disini sampai siang ” canda Mira dengan senang dan melirik sebelahnya

“Loh..ada Sandy juga? Apa kabar nih?” Tanya Mira kembali

“Alhmdulillah baik tante ” jawab Sandy pendek dan terlihat wajah sedihnya yang tidak semangat.

“Alhamdulillah deh kalo gitu. Senang bisa kumpul seperti ini ya. Ayo masuk ajak Mira ramah.

Mereka pun berkumpul di ruang tamu. Sesaat Mira pamit kebelakang mengambil minuman dan kue kue yang memang telah ia siapkan. Lia menyusul Mira ke dapur karena ia sudah bersahabat lama rasanya canggung melihat Mira sibuk sendirian di dapur.

“Sepi rumahnya Om,” tanya Sandy mencoba memecah keheningan.

“Iya. Anisa keluar ” jawab om Ali

Tampak Sandy mengangguk pelan kemudian tertunduk lesu.

“Tidak biasanya ya Li, biasanya kamu tidak mengizinkan ia kemana mana” jawab papanya Sandy

“Iya kalau jalan keluar tak jelas tentu aku tidak mengizinkannya. Tapi kali ini dia kerumah sepupunya sendiri. Itu juga aku yang antar ” jawab Ali jelas sambil melirik arah Sandy.

“Oh iya. Ya zaman sekarang emang anak anak gak bisa dilepaskan begitu saja.” Jawab papanya Sandy

“Betul godaan dunia terutama anak muda sangat rentan terkena, apalagi perempuan,” jawab Ali santai.

“Yah…betul sekali ” jawab papanya Sandy dengan anggukan kepalanya.

***

20 menit mereka bercerita setelah jamuan telah siap .

“Mira. Maksud kedatangan kami sebenarnya juga ada yang lain loh ” kata Lia saat mereka kehabisan obrolan.
Mira mengernyitkan alisnya heran

“Yah? Maksud apa?” Tanya Mira pelan

“Kami kesini kembali melamar Anisa Nayla untuk putera terakhir kami Sandy.”

Tampak Ali melotot tidak percaya. Ia gelengkan kepala nya dengan cepat.

“Kenapa Ali. Kita bisa lebih mempererat silaturahmi kembali dengan menikahkan anak kita. Karena mereka sama sama mencintai ” jawab ardiansyah suaminya Lia

“Bukan kah….” belum sempat dijawab Ali Mira langsung berbicara cepat

“Anisa harus fokus dulu sama kuliahnya”

“Kita bisa menunggu yang penting mereka udah ada terikat ‘tunangan’,” jawab ardiansyah

“Maaf, kita tidak bisa mengizinkan Anisa bertunangan lama lama, itu hanya menimbulkan dosa dan fitnah saja” jawab Ali tegas

“Kalau begitu percepat saja setelah acara lamaran ini. Biar mereka tidak terikat suatu dosa.menikah kemudian melanjutkan kuliah ” Jawab Ardiansyah mantap

“Tidak ardi. Saya tidak bisa memutuskan seperti itu ” jawab Ali

“Hmmm…..”

Tampak diruangan ini hening sesaat. Sandy tertunduk lemas mendengarkan semua pembicaraan ini. Dari awal emang dia gak mau ikutan kesini. Ia yakin hatinya akan hancur seperti saat ini dia rasakan. Tapi papa dan mama nya gak mau mengerti dan terus saja mendesak mengajaknya kesini.
Bulir bulir bening ingin rasanya jatuh dari kelopak mata Sandu. Tapi ia menahannya. Malu jika ini terjadi. Dia laki laki tak pantas Menangis karena di tolak cinta.
Tapi sungguh ini rasanya sangat menyakitkan hati Sandy. Melebihi sakitnya disayat dengan pisau berkali kali. Hatinya benar benar terluka karena cinta.

“Kita membiarkan mereka pacaran yang jelas haram Li. Tapi kamu menolak kami mengajak menikahkan mereka, apa maksud kamu?”Tanya Ardiansyah geram.

“Aku tak pernah mengizinkan mereka berpacaran?” Jawab Ali tegas

“Tapi mereka tetap berhubungan loh jawab Lia kemudian

“Itu kesalahan mereka dan aku takkan memaafkan jika hal itu masih saja terjadi “jawab Ali

“Sekarang om tanya kamu. Apakah harinini Kamu masih berstatus pacaran sama Anisa?” Tanya Ali kemudian kepada Sandy.
Sandi bergeming diam seribu bahasa. Dia tak mampu membalas pertanyaan yang menyakitkan itu.

“Kenapa kamu diam, sayang?” Tanya Lia heran melihat Sandy yang begitu aneh dimatanya hari ini.

“Maaf Lia. Sebaiknya acara pertemuan kita hari ini akan tidak enak jika diselipkan maksud seperti Ini ” kata Mira mencoba mengalihkan suasana.

“Kami memang kesini bermaksud melamar anak kamu Anisa untuk Sandy, kasihan mereka memperjuangkan cinta mereka berdua. Izinkanlah… “jawab Lia.

” Tapi sudah ada jawaban dari Ali kan lamaran ini tidak bisa diterima dulu. ” kata Mira cepat dengan lembut takut sahabatnya merasa tersinggung.

“Apa kamu tidak kasihan Mira melihat mereka yang saling mencintai?” Tanya Lia

“Mencintai seperti ini adalah bukan sesuatu perkara yang harus dibenarkan” jawab ali ketus

“Kamu terlalu melihat masa lalu orang, Ali” jawab Ardiansyah geram

“Anisa anak ku dan aku berhak memberikan yang terbaik untuknya ” jawab ali merasa tersinggung dengan ucapan Ardiansyah

“Ma, pa, mari kita pulang, kita tidak bisa memaksakan hal ini.” Ajak Sandy kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Ia tidak mau percakapan ini berlanjut karena Sandy melihat arah pembicaraannya sedikit sudah saling singgung menyinggung. Bisa jadi hal ini akan menimbulkan permasalahan yang baru yaitu perkelahian.

“Ini emang salah ku di awal tidak menceritakan semua apa yang telah terjadi 2 hari belakangan Ini, tapi aku benar benar tidak sanggup mengatakannya bahwa hubungan ku dengan Anisa telah selesai. Karena benar hatiku menolak takdir Ini ” lirih Sandy di dalam hatinya.

“Mari Lia,kita pulang. Keluarga ini terlalu sombong.” Ajak Ardiansyah menggenggam tangan istrinya lalu bergegas keluar tanpa salam lagi.

Ali menghembuskan napasnya pelan saat mobil tamu mereka pergi meninggalkan teras depan rumahnya.
Ali memeluk pinggang istrinya itu dan berbisik pelan di telinga istrinya.

“Aku heran kenapa ia mau kesini lagi melamar anak kita, padahal Anisa telah berbicara kepada kita kemarin kemarin kan bahwa ia telah putus dengan Sandy”

“Mungkin ia hanya mengatakan yang lama saat saat mereka pacaran dan belum putus.”

“ATAU jangan jangan Sandy tidak bercerita pada papa dan mama nya bahwa ia telah putus dengan Anisa?”

“Mungkin saja Ya”

“Mengurus anak satu aja susah sekali ternyata” jawab Ali kemudian terkekeh kecil memeluk erat pinggang istrinya.

“Udah ah..pelan dikit meluknya dong.”

“Hehehehe….siappp!!!”

“Semoga saja hubungan pertemanan aku dan Lia tidak akan memburuk setelah kejadian ini ”

“Tentu saja. Kamu juga jangan pernah berubah dalam bersikap kepadanya. Teruslah bersikap seperti biasa ya sayang”

“InsyaAllah.”

***

Malamnya…
Saat adzan isya baru saja selesai berkumandang. Ali segera mengambil wudhu untuk shalat isya berjamaah dengan istrinya Mira.
Selesai shalat mereka khusu’ berdoa bersama .

Setelah selesai Ali berniat mengambil kunci mobilnya untuk menjemput Anisa dirumah Safira. Tiba tiba saja handphone Mira berdering. Tampak di layar nya tertulis Nayla cantik

“Hallo.assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam, ma”

“Kamu siap siap yah. Bentar lagi ayah kesana mau jemput kamu

“Jangan ma , nayla mau izin tidur sini dong sama Safira.masih mau cerita cerita”

“Duh…Tanya Ayah dulu Ya

“Mama aja yang bilangin, kalau mama yang bilang pasti deh diberi izin ayah.”

“Kamu yah udah pinter lagi kayak dulu ngomongnya”

“Kan anaknya mama dan ayah harus pinter dong”

Ya udah nanti mama bilangin Ayah dulu yah. Oh iya Safira mana?”

“Iya tante ada apa ” jawab Safira saat menerima telepon

“Anisa gak kenapa napa kan nginep sana?”

” enggak deh tante. Safira pastiin disini Anisa Aman terkendali tanpa ngamuk ngamuk pokoknya.”

“Ihhh..apaan sih ” terdengar suara Anisa menjerit

“Ya udah kalu gitu”

“Oh iya tante . bronisnya enak. Nanti coba jual ya tante Safira promoin.”

“Kamu berlebihan sayang ”

“Enggak tante beneran deh . Kak Shaleh juga tadi bilang enak super enak pokoknya, kalau dijual pasti deh laris”

“Alhamdulillah kalau begitu, mama kamu nyicip gak? Hayo itu 3 kotak kamu makan sendiri fir”

“Hahahha..enggakla tante. Safira 2 kotak aja 1 kotak Safira bagi ke mama dan Kak Shaleh.”

“Lapar ma lapar !!!” Suara Anisa menimpali obrolan mereka.

“Wowwww….Ya udah kalau gitu. Baik baik disana Ya.”

“Tentu deh tanteku sayang,”

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam”

***


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here