Tasbih Cinta – 07

0
84
views

Posisiku saat ini tepat disamping mama. Kulirik mata mama tapi mama tampak pandangannya di depan menikmati acara televisi gosip artis terkini.

“Ma…” ucapku pelan tapi mama cuma jawab
“Hmmmm…” matanya tetap fokus ke televisi.

“Boleh kan Nisa bicara sesuatu?” Ucapku tanpa mendapat pandangan dari mama.

“Iya. Cerita apa soal kuliah mu? Kamu gak mau kuliah?” Jawab mama masih terus melihat televisi.

“Enggak sih. Tapi ini … ini…ini soal laki laki ma” jawabku dengan rasa takut.

Mama menghentikan pandangan televisinya.
“Hmmmm…kayaknya ada gosip terbagus dari pada acara saat ini” jawab mama menghadapku dan matanya fokus ke arah mataku. Membuatku bercampur rasa. Aku tahu mama pasti tidak setuju kepada ku.
Tapi aku benar benar tidak bisa melepasnya begitu saja.
Sandi kekasihku

“Siapa laki laki itu. Ia mengacaukan hidupmu atau kamu mengangguminya?” Tanya mamaku pelan

“Hhmmm…Nisa ….hmmm….gini ma Sandy mau lamar Nisa,” ucapku jelas setelah awal terasa kaku dan gugup.

“Sandy? Anaknya tante Lia?”

Aku mengangguk pelan.

“Kamu tau resikonya kan sayang? Kamu tuh dibujuk kuliah dulu baru memikirkan hal seperti ini” ucap mama ku yang membuatku menjadi tidak suka.
Iya aku tidak suka disepelekan seperti ini aku bukan anak kecil.

“Tapi ma..Sandy serius sama Nisa kok.”jawabku

“Gak.sama kamu saja Nisa. Sandy bahkan serius sama siapa pun. Kamu jangan terlalu percaya deh.”
jawab mama sangat simple menurutku.

“Tapi … sepertinya mama suka sama Sandy. Kak Shaleh juga.” Ucapku mencoba memancing mama untuk cerita sesuatu tentang Sandy di mata Mama.

“Suka dari mana? Masa mama harus benci sama anaknya sahabat mama sendiri Nisa. Kasihan tante Lia terus menderita atas kasus kasus Sandy yang begitu melewati batas, tante Lia bisa gila kalau gak kuat iman. Alhamdulillah tante Lia bisa melewati semuanya dengan tegar. Dan mama sebagai sahabat harus menghargai dan mensupportnya sayang” jawab mama membelai rambutku.

“Kasus ma?” Tanya ku pura pura.

“Kasus berat pokoknya. Mama gak sanggup kalau kamu benar nikah sama dia terus nanti gimana kalau dia ternyata ada penyakit menular.” jawab mama tiba tiba resah.

“Penyakit menular. Bukankah kita harus terima kalau suatu saat akan mendapat penyakit. Dan bukan berarti kita harus menghindari orang yang terkena penyakit” jawabku mencoba mengontrol emosi. Tentu saja aku emosi mama menyebutnya dengan mempunyai penyakit. Meski aku tau penyakit apa yang dimaksud mama.

“Penyakit ini seperti dosa sayang. Udahlah mama bilang sebaiknya hentikan hubungan ini. Mama tidak suka loh. Apalagi ayah. Coba aja kamu cerita ke ayah dan meminta persetujuan ayah.,mama gak jamin pokoknya. Ayolah kuliah sayang biar pikiran mu terbuka untuk menerima ilmu bukan menerima cinta. ” jelas mama.

“Tapi ma…Anisa…”

“Kenapa? Anisa cinta Sandy? Begitu kan katamu? Udahlah sayang ini masa masa kamu sedang puber yang telat kali. “Canda mama dengan senyumannya.

“Mama…. Anisa serius loh ma”

“Iya mama dua rius malah”

“Mama bilangin ke ayah ya”

“Udah pasti gak setuju Nisa. Ngapain juga.”

“Terus gimana dong kalau Sandy datang dan ayah mama gak suka?”

“Yah pulang aja”

“Mama……”

“Makanya tadi mama kasih saran. Hentikan semua omong kosong hari ini. Lupakan cinta sesaat hanya kamu menyukai wajahnya yang nikmat. Kamu tidak mengerti kerasnya kehidupan setelah menikah bagaimana!”

Pembicaraan terhenti saat berbunyi bel.
“Mama kedepan dulu. Ada tamu”

Aku terdiam.

5 menit mama kembali kedalam dengan membawa sebuah paket pesanannya minggu lalu.
Akhir akhir ini mama memang suka shopping online.
Jadi rumahku sering dapat bel pak kurir.

***

Maleeemmm sayangku…”SANDY

“Malem juga kekasih hatiku” ANISA

“lagi ngapain sayang?” SANDY

“Lagi mikirin kamu,” ANISA

“Dah mulai nakal niH sayangku…” SANDY

“Kok nakal sih 😡” ANISA

“kok marah sayangku…bete gitu…aku senang loh kamu udah mulai nakal. Pengen meluk kamu gitu terussss…hmmmm teruuusss…lanjutin yah sayang terus kita apa” SANDY

“terus apa coba. Nisa gak mau nebak!”ANISA

“Terus itu nikmatnya yang bikin kita lupa segalanya. Nikmat dunia yang tiada duanya” SANDY

“apaain sih udah malem gini ngomongnya kemana kemana. Gak ngerti Nisa sayang” ANISA

“Ihhh..padahal kamu duluan loh yang mulai…” SANDY

😡😡😡” ANISA

“kok marah lagi sayang?” SANDY

“Bete Liat kamu yang nakal. Kok jadi salahani Nisa yang nakal” ANISA

“jangan ngambek deh sayang. Oke deh aku yang nakal. Tapi kamu suka kan?” SANDY

😣” ANISA

“Kenapa? Ada yang salah” SANDY

“Udah ahh..tiap hari ngomongin ini mulu. Ayo lamar! ANISA

“Ok siap cantik. Kapan aku harus melamarmu sayang?” SANDY

“kamu datang aja dulu bicara sama ayah dan mama aku.” ANISA

“OK siap cantik…gak sabar banget aku sayang…” SANDI

“udah ya sayang aku tinggal bentar. Ini mama udah manggil aku” ANISA

“OK deh sayangku kekasih hatiku. Salam buat mama kamu yah..ehhh calon mama mertua”SANDI

😙“ANISA

😚“SANDI

***

Satu bulan dari chat aku dan Sandy yang bilang gak sabar melamarku masih saja belum terjadi.
Tampaknya Sandy masih saja terus mengulur ngulurkan waktu.
Padahal aku emang berniat serius . Aku ingin membuktikan kepada mama dan ayah kalau Sandy tidak seburuk apa yang mereka pikirkan.
Di dalam hati ku masih teringat pembicaraan ku bulan bulan lalu bersama Safira.

“Hanya mengajak mu pacaran tanpa mau menikah”

“Kalau begitu silahkan buktikan agar kamu merasa puas” jawab Safira.

Sekarang aku masih menunggu bukti itu. Aku selalu menanyakan kabar kapan ia akan melamarku.
Dan di selalu bilang “siap cantikku sayang”

Aku sampai bosan meski hatiku terus saja berdebar debar telah di bohongi.
Tapi aku masih saja mau menunggunya.

***

“Sayang,,,masih ingat janji mu berapa bulan terakhir?” Anisa

“Masih sayang aku akan melamar kamu”Sandy

“Tapi kapan sayang kamu seperti tidak serius?” Anisa

“Loh gak serius gimana? Aku lagi berjuang buat dapetin kamu. Kamu sabar yah aku pasti lamar kamu Nisa sayang” Sandy

“Kapan?” Anisa

“Sabar sayangku..ihhh..aku jadi gemes banget deh liat kamu begitu selalu mendesakku buat lamar bikin aku kangen tau” Sandy

“Kapan sayang” Anisa

“Udah gak sabar ya mau ketemu aku? Atau udah gak sabar ketemu nyentuh dan bobo bareng aku? Ayo ngaku” Sandy

“Apaan sih. Nisa butuh kepastian sayang apa kamu benar benar sayang dan cinta sama Nisa. Kalau iya ayo buktikan lamar Nisa” Anisa

“Siappp sayangku” Sandi

“Siap mulu. Tapi gak dateng dateng” Anisa

“Aku ngumpulin modal dulu sayang. Emang kamu pikir lamar cuma bawa badan doang 😍” Sandy

“Nisa kan cuma bilang awal awal ketemu dulu sama mama Nisa. Atau kamu cerita sama mama mu ceritain gimana hubungan kita. Biar Nisa tau kelanjutan kisah cinta kita gimana” Anisa

“Tentu indah sayang kelanjutan kisah cinta kita. Percaya deh sama aku.”

” yaudah terserah kamu aja Nisa bingung mau ngomong apa lagi”

***

4 bulan setelah kejadian aku masih saja terus berhubungan dengan Sandy.
Kadang aku sendiri heran hubungan seperti apa yang aku jalani sama Sandy sekarang.
Chat rutin setiap hari
Telepon rutin juga tiap mlm
Kadang telepon kami juga sudah berbicara sangat intim.
Dan herannya aku tidak bisa menolaknya.
Kami sering bertemu. Karena sekarang aku sudah mulai kuliah. Tapi aku masih bisa menjaga diri ku tanpa hubungan diluar batas.
Kadang kalau sandy tidak sibuk ia menjemputku dan mengajak ku makan siang.Tentu saja hal ini membuat aku semangat kuliah. Karena aktivitasku sekarang bukan dirumah saja tapi aku bisa leluasa bertemu sang kekasih ini. Tanpa izin mama dan ayah.

Malam ini aku dan ayah duduk di meja makan. Setelah menyiapkan semua mama ikut duduk di sebelah ayah menghadapku.
Hanya saja perasaanku jadi tidak enak untuk malam ini. Ada desiran halus yang menerpa hatiku.
Makan malam hampir saja selesai setelah kami makan dengan banyak diam.

“Anisa?” Ucap ayah mengawali pembicaraan.

“Ya” jawabku kemudian menghentikan makanku. Kulihat mama ku wajah dengan tidak semangat.
“Apa yang terjadi” pikirku

“Kamu serius menjalankan hubungan dengan Sandy?” Tanya Ayah yang membuatku menjadi takut.

“Ayah sudah bilang bahkan sebelum kamu mengenalnya . Ayah tidak suka jika ia menjadi menantu ayah. Faham kamu!” Kata ayah sangat tajam dan jelas membuatku terdiam sesaat.

“Anisa minta maaf yah.” Jawabku dengan tertunduk.

“Ayah gak suka sayang ia ayah tidak yakin sama dia pernah tidur sama wanita. Ia juga suka memakai obat obat terlarang. Masa yang seperti itu kamu mau jadikan imammu sayang. Ayolah jangan kamu katakan cinta mati kepadanya. Ini hanyala nafsu belaka!” Jawab ayahku panjang dengan nada sedikit melunak dari pembicaraan yang awal.

“Itu kan dulu ayah” jawabku mencoba membelanya. Kulihat mama menggelengkan kepalanya melihat tingkahku.

“Masa bodoh” pikirku saat itu
“Aku harus memperjuangkan cinta ini demi kebahagiaan aku” ucapku didalam hati.

“Berubah semenjak kapan?” Jawab ayah

“Semenjak bertemu dengan Nisa Ayah”jawabku enteng

“Sudah berapa lama kamu berhubungan sama dia, dan apa saja yang telah kamu lakukan untuk membuktikan cintanya.?”tanya ayah

“Udah setahun ini yah. Tapi yah tenang Nisa gak serendah itu. Dan Sandy juga telah berhenti dari aksi nakal nya terdahulu . Sebagai bukti cinta Anisa sama Sandy. Anisa meminta Sandy melamar Anisa yah” jawab Anisa meski disertai rasa takut tapi ternyata cinta itu menyemangatinya.

“Kali ini pembuktian kamu berhasil. Dan dia benar benar membuktikannya. Dia telah melamar kamu kemarin.” Jawab ayah kemudian dengan nada sedih. Mama langsung mengusap pelan punggung ayah. Sambil berbisik
“Sabar sayang”

“Aku telah gagal mendidik anak” jawab ayah sedih

“Tidak ayah Nisa menjaga diri.” Jawabku pelan

Ayah memundurkan tempat duduknya kemudian pergi meninggalkan mama dan aku. Dan ku lihat mama memundurkan tempat duduknya dengan celat lalu menyusul ayah ku yang masuk kedalam kamar.

***

Sandi
Hallo sayang gimana hari ini adakah kejutan buat kamu?”

Anisa
Lamaran kamu membuat Nisa terkejut dengan sejuta rasa sayang. Kenapa tidak kamu kabarkan Nisa terlebih dahulu. Kamu melamar Nisa tapi Nisa gak ada dirumah”

SANDY
Kan aku cuma mau kepastian orang tuanya ajah. Berarti kamu gak harus hadir karena aku tau kamu sudah bulat kan mau menikah dengan ku?

Anisa
Tentu sayang ku…ihhh…kangennn…

SandY
Samaaa aku juga sayang…
Besok yah kita janjian? Kamu atur waktunya ya selesai kuliah aku jemput.

Anisa
Oke deh….sayang…

Sandy
Kalau udah ketemu nanti aku meminta sesuatu ya..hmmm sesuatu hadiah yang sangat berarti pokoknya..
Sebagai hadiah pertama udah berhasil melamar kamu sayang…

Anisa
Hadiah apa sayang? Lamaran kamu Nisa terima..tapi masih macet nungguin jawaban ayah

Sandy
Hmmmm…..

Anisa
Pokoknya gak ada hadiah sentuh menyentuh sebelum halal.
Ingat itu ya sayang. Kamu kan harus jaga Nisa dan tunggu Nisa

Sandy
Gagal lagi deh

Anisa
Nanti kalo udah halal ok deh siappp…

Sandy
Jadi gak sabar mau ngehalalin kamu sayang

Anisa
Hihihihi

SANDy
KOK NAWAIN AKU SIH SAYANGGG…

ANISA
Lucu sih kamu ngebet banget kayaknya

SANDy
kamu juga kan pasti.
Hahahah

Dalam percakapan malam itu kami melepas tawa bersama.
Rasanya beban satu terlepas sudah.
Sekarang aku akan mencoba fokus selanjutnya.
Membuat ia menghentikan segala aktivitas nakalnya.
Meski aku telah mencoba dari dulu sedikit demi sedikit menasehatinya. Ia sudah mulai berubah menjadi lebih baik dimata ku .

Semoga aku kuat menghadap semuanya.
Semangat!!!


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here