Tasbih Cinta – 06

0
538
views

First love lies deep


Kamu tahu kan artinya.

Yang jelas saat ini aku benar benar tidak bisa melepaskan cinta ini begitu saja setelah mendengar cerita Safira sepupuku ku yang menurutku terlalu berlebihan dalam menyikapi dan membicarakan masa lalu seseorang.

Yahhh…masa lalu seorang yang aku cintai
Sandi kekasihku

***

“Dia anak yang nakal Nisa. Dia tidak pernah absen dari mabuk mabukan.
Tiap malam dia suka berapa kali berpacaran kelewat batas bersama teman wanitanya.” Cerita awal Safira dan aku terus menyimaknya

“Kenapa kak Shaleh masih saja mau bersahabat dengannya kalau sudah tahu Sandy seperti itu.” Tanyaku tinggi.

“Kak Shaleh tidak tahu saat itu. Mereka selalu berteman disekolah dan semua berjalan biasa dan baik baik saja. Tapi kalau sudah malam. Sandy keluar dan tidak akan pulang sampai pagi.
Pernah 1 kali ia mendekam penjara karena kasusnya terbukti memakai obat obat terlarang” cerita Safira dan membuat ku terkejut sehingga menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku.

“Itu kesalahan pertama yang diketahui papa Sandi di awal. Setelah semua di urus dan membayar denda Sandy bebas dengan syarat dari papanya harus masuk rehabilitas untuk menyembuhkan dari ketergantungannya kepada obat obat haram itu. Dan Sandy menuruti perintah ayahnya.
Selang 1 tahun di rehabilitas. Ia sekolah seperti biasa. Saat kuliah Banyak teman wanita yang menyukainya. Karena Sandy emang ganteng Anisa. Dan ia memanfaatkan teman wanita yang menyukainya itu. Ia masih sering mabuk mabukan meski gak menggunakan obat terlarang bukannya itu sama saja?” Cerita Safira terhenti.

“Aa…aaku benar..benar gak percaya Safira kalau Sandy seperti itu” jawabku tertahan dengan tetesan air mata cinta.

“Ia selalu saja berhasil merayu wanita yang menyukainya dan terakhir Sandy berhasil tidur bersama pacarnya. Dan itu adalah kesalahan keduanya setelah narkoba. akhirnya kesalahan ia yang kedua terbukti pada aksi polisi menggrebek hotel hotel sesaat menjelang ramadhan tiba. Dan Sandy kembali di ringkus dengan kasus yang berbeda yaitu berhubungan dengan wanita yang tidak sah! Apa menurutmu itu bukan kesalahan yang besar Anisa?”

“Hikkss…” aku hanya bisa menangis mendengar cerita Safira.

“Dan lagi papanya Sandi melindunginya. Membayar Denda dan kali ini Sandi bebas seperti biasa. Aku tidak tahu bagaimana ia bisa bebas karena menurutku sandy akan terkena jeratan hukum yang lama. Tapi ternyata tidak.
Dan setelah kasus yang kedua terdengar dengan kak Shaleh. Kak Shaleh sempat marah dan tidak akan mau berteman dengannya lagi. Karena kak shaleh benar benar malu katanya saat itu. Tapi dia memohon agar Kak shaleh mau bersahabat dengannya seperti biasa tanpa melihat kesalahannya. Karena ia akan berjanji tidak akan menjadi pria brengsek seperti itu lagi. Setelah lama kak Shaleh berpikir akhirnya kak Shaleh bersedia masih bersahabat dengannya dengan syarat Sandy akan berubah menjadi lebih baik lagi. Alhamdulillah Sandy sudah sadar. Meski ia masih playboy tapi setidaknya ia tidak kencan bersama wanita dengan tidur bersama. ” ucap safira

“Terus bukan kah ia telah sadar dan akan berubah? Kenapa kalian tak bisa mengerti” tanya ku hati hati.

“Bukan tidak mau mengerti Anisa. Hanya berhati hati. Kita tidak tau apa yang ada di dalam hati seseorang benar benar berubah atau tidak. Lagian kalau yang namanya seperti itu sangat langka sekali untuk optimis berubah takkan mengulanginya lagi. Kamu faham maksud aku kan Nisa? Aku gak ada loh maksud mau jelek jelekin Sandy agar kamu menjauh karena aku menyukai dia. Tidak ada rasa seperti itu sedikitpun seperti yang kamu katakan di awal tadi Nisa. Percayalah kita masih sepupu masih ada keluarga.” Ujar Safira sambil membelai punggungku yang bergetar dengan lembut.

“Kalian hanya berprasangka buruk kepadanya. Su’udzhon padahal kalian harus percaya kepadanya siapa tahu Sandy emang benar benar berubah dan prasangka kalian semua salah. Harusnya kalian memberinya semangat.” Jawabku masih dengan nada bergetar

“Kak Shaleh telah melakukannya Anisa. Ia telah memberi semangat karena Sandy emang sahabatnya . Dan kami…aku yah lebih tepatnya. Aku bukan berprasangka jahat kepadanya. Aku hanya berhati hati bukan tidak yakin. Tapi kalau emang Sandy telah berubah dengan baik dan takkan terulang lagi ini bagus. Tapi jika tidak….???
Nah ini yang aku takutkan.
Kamu masih muda. Baru juga tamat dari sekolah mu.
Jangan kamu pikir menikah dengan lelaki yang memiliki hal hal keraguan seperti ini akan membuat mu kamu betah menjadi seorang istri” kata Safira

“Maksud kamu apa? Keraguan seperti apa?” Jawabku masih tidak bisa menerimanya

“Aku sudah menceritakan semuanya Anisa dan kamu juga sudah mendengar semuanya. Mungkin kamu bilang ini tidak masalah hanya masa lalu tapi aku ? Aku menyebutnya pria ini penuh keragu raguan dan aku akan terus berhati hati akan hal ini. Karena kamu adalah saudara sepupu ku makanya aku mau menceritakan semuanya demi kamu. Tapi jika kamu mau melanjutkan silahkan Anisa. Aku juga tidak berhak mengatur hidupmu” jawab Safira membuatku tertunduk diam.

“Dan satu lagi. Jika suatu saat kamu menikah dengannya. Jangan kamu tangisi seandainya suatu saat kamu ada masalah di dalam keluarga kecilmu dan ia akan kembali ke arah masa lalunya. Jika tidak alhamdulillah kamu berhak bersyukur jika iya kamu harus bersabar.” Kata Safira sekali lagi.

“Cari lelaki yang mampu mengajak kita kepada kebaikan saja bukan seperti ini.” Ucap Safira membuatku mengangkat kepala.

“Maksud kamu?” Tanyaku dengan menyipitkan mataku

“Hanya mengajak mu pacaran tanpa mau menikahi” jawab Safira

“Dia mau melamarku kok kata siapa dia hanya mau pacaran saja!” Ketusku tidak suka

“Kalau begitu silahkan buktikan agar kamu merasa puas” jawab Safira menjadi tegas

***

14.30 siang aku udah sampai dirumah ku sepulang dari rumah Safira. Kami mampir ketempat makan sebentar bersama safira.
Obrolan sehat ku hari ini berdua Safira sangat membuatku menjadi ragu kepada sandy
Bukan ragu untuk mencintainya
Tapi…
Aku ragu untuk meninggalkan cinta ini.
Tekadku satu aku akan terus memperjuangkan rasa ini sampai Sandy mau melamarku dan aku akan menikah dengan nya.
Rencana sempurna pikirku.
Padahal aku sadar aku terlalu muda untuk menikah. Tapi kalau saja pacaran itu di izinkan aku ingin pacaran saja sampai umurku pas untuk menikah.
Tapi rasanya itu tidak mungkin. Pacaran sudah jelas jelas haram dan ayah mama ku pasti akan marah jika tau aku melakukannya.
Melakukan dosa yang dibenci dan dijauhi oleh mama dan ayahku.

***

“Baru pulang dari rumah Safira?” Tanya ayahku tiba tiba ketika aku baru saja masuk melewati pintu ruang tamuku.

“Iya yah” jawabku pendek

“Ada apa? Kok seperti tidak semangat gitu?” Tanya Ayahku perhatian

“Tidak apa apa ayah hanya tadi dijalanan panas sekali. Aku capek pengen istirahat dulu” jawabku pelan.

“Kamu sudah makan?” Tanya Ayah lagi

“Udah yah”

“Udah shalat?”

“Udah juga ayahku sayang” jawabku tersenyum kecil

“Yakin gak mau cerita sama ayah?” Tanya ayah tiba tiba

“Cerita apa yah. Nisa gak ada cerita apa apa tuh” jawab ku

“Tapi sepertinya kamu sedang menyimpan suatu cerita kepada ayah?” Tanya ayah yang membuatku terkejut dan gugup karena terlintas di hatiku bayang bayang Sandy begitu saja.

“Ehh…hee..hee..ehh…eng…ennggak juga kok ” jawabku canggung

“Tuh kan?” Ledek ayah

“Udah dong ayah kan Anisa malu.” jawabku mencoba manja berharap ayah berhenti bertanya.

“Kenapa mesti malu sayang…kan kamu anak ayah bukan anak orang lain” jawab ayahku

“Iya tapi beneran deh ayah Anisa gak ada cerita yang disembunyikan.” Jawabku

“Bener??”

“Iya yah bener. Tapi nanti Anisa cari cari tau dulu ada gak ya cerita buat ayah?heheh…oh yaudah ya Anisa kekamar dulu.beneran deh pengen istirahat dulu.ngantukk.” jawabku asal dengan logat manja

“Ya udah istirahatlah anak ayah yang manja” jawab ayah kemudian melanjutkan kembali membaca korannya di siang hari itu.

***

Dikamar aku benar benar bingung.
Kenapa aku bisa mengenal Sandy.
Kenapa aku bisa mencintai Sandy.
Padahal sudah pasti ini tidak baik dijalankan.
Tapi aku takkan mundur untuknya apapun itu tekadku terus menghantui.
Tiba tiba saja ponsel ku bergetar tanda ada pesan wa yang masuk

“Sayangku Anisaa…lagi ngapain ini?” SANDY

“Lagi bersantai ria dong sayang”
ANISA

“mau dong santai bareng kamu. Santai dimana nih diteras atau dimana?”
SANDY

“dikamar nih. Masa siang siang santai di teras. Sepi tau.”
ANISA

“Dikamar…awwhh..sendirian santainya?”
SANDY

“Iya dong sayang sendirian. Emang sama siapa lagi kalau bukan sama kamu”
ANISA

“beneran yah aku kesana nemenin kamu santai di kamar terus kita bobo bareng.”
SANDY

aku terkejut dengan chat nya terakhir.
Bobo bareng???
Pikirku mulai kacau. Teringat semua cerita cerita Safira tadi siang yang bilang kalau Sandy udah pernah tidur bareng teman wanitanya.
Aku menelan ludah.
“Ini adalah dosa” pikirku saat ini
“Aku telah menggodanya” pikirku kembali.

Aku masih punya iman dan masih ingat dosa. Ketika melihat chat dari Sandi mengajakku “bobo bareng”
Meski aku yakin ia hanya berniat bercanda tapi hati kecilku menjadi takut.

“Lagi apa sih sayang. Kok lama balesnya?”
SANDY

“Enggak kok lagi apa yah 🤔
ANISA

“Pasti lagi mikirin aku kan”
SANDY

“Sudah pasti sayang aku selalu memikirkan kamu”
ANISA

“jadi gimana mau aku temenin bobonya biar aku bisa beneran peluk kamu.”
SANDY

“Ihhh….nakalll..udah ada guling yang akan aku peluk kok”
ANISA

“Peluk guling beda dong rasanya kalau dipeluk sama aku. Percaya deh. Mau coba gak?”
SANDY

“Enggak!!”
ANISA

“ihhh..jual mahal banget sih sayang..padahal aku mau kasih tau kamu sumpah rasanya emang beda kok. Kok kamu gak caya sama aku kekasih kamu?”
SANDY

“sandi sayang udah ahh…aku rasa pembicaraan kita udah terlalu jauh. Membayang bayangkan seperti itu adalah dosa!”
ANISA

“Tapi kamu suka kan sayang?”
SANDY

“sayanggg . Kalau benar kamu cinta sama aku ayo lamar aku biar kita bisa nikah sekalian . Dari pada seperti hanya membayangkan saja malah ini dosa”
ANISA

“Beneran nikah? Bener kamu sudah siap aku lamar? Tentu aku akan segera mengabarkan kedua orang tua ku. Lagian emang gak enak loh kalau tiap malam aku hanya bisa membayangkan kamu aja disamping ku”
SANDY

“Iya. Kabarin aku selanjutnya ya sayang”
ANISA

“Aku selalu merindukan kamu sayangku
Mmuuuaachhh”
SANDY

“sama sayangku..aku rindu kamu juga. Biar kita tetep bersatu dengan cinta yang suci”
ANISA

***

Kulangkahkan kaki ku menuju teras rumahku. Siang ini aku tidak menjalankan ritual tidur siangku hehehe.
Aku benar benar bahagia menikmati chat demi chat sang kekasih hatiku Sandy.
Tadi siang aku mengajaknya menikah. Padahal kalau dipikir sehat aku belum siap sekali.
Tapi aku gak mau melangkah jauh dan terkena rayuan Sandy.
Aku mau menikah menghindari dosa.
Kali ini ku langkahkan kaki ke teras rumah ku. Rapi sesaat diruang tengah Tampak ku lihat mama duduk santai disofa ruang tengah sambil menonton tv.
Langkahku menjadi berubah tujuan.
Aku menuju sofa tempat mama duduk dan aku hempaskan lembut badanku di sofa sebelah kanan mamaku sayang.
Pertama tama akan aku ceritakan dulu tentang hubunganku bersama Sandy dengan mama.
Kuharaf mama mengerti menyukai menyetujui dan memahamiku.
Dan bisa berjalan Sesuai rencanaku.

***


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here