Tasbih Cinta – 05

0
518
views

“Sayang..kenapa kamu gak ikut tadi siang kerumahku?”
Sebuah chat wa masuk di hp ku sore ini saat aku melamunin pembicaraan kak Shaleh yang menurutku memuakkan itu

Aku segera membalas chat kekasihku.
Iya aku langsung menerima cinta Sandi tadi pagi saat aku baru saja bangun tidur. Sandi menyatakan isi hatinya mencintai ku dan tulus akan menjalankan hubungan yang serius kepadaku. Hatiku sangat senang sekali aku langsung saja menerimanya meski belum aku kasih tau mama dan ayah dan kak Shaleh tentunya juga tidak mengetahui. Makanya aku kecewa sekali mendengar penjelasannya tadi sore. Sedangkan mama dan ayah aku tidak berani mengatakannya. Karena mereka pasti marah kalau melihat aku pacaran. Mereka tidak suka aku pacaran. Walaupun aku baru saja mengenalnya sungguh aku yakin cinta yang sempurna untukku.

“Ikut siapa? Lagian aku malu. Kan kita udah sepakat di awal untuk sementara hubungan kita backstreet”
Jawabanku ku kirim tanda SEND

Tidak beberapa lama kemudian

“Iya aku tau tapi sampai kapan sayang aku udah gak sabar menemuimu. Kangenn rindu ini benar benar menyiksaku,”

Balasan chat dari Sandi ku baca dengan hati berbunga bunga. Entahlah rasanya seperti aku sedang mabuk tingkat tinggi.belum sempat ku balas wa Sandi masuk chat nya lagi

“Coba kalau kamu ikut mama kamu tadi siang kita bisa curi curi pandang atau kita bisa mojok dibelakang rumahku loh.”

Gleeekkkk….!!!

Aku menelan air saliva ku sendiri. Hatiku berdebar debar. Ku elus dada ku sambil istighfar.

“Astaghfirullahal adzim…!!! Jadi Sandi anak nya tante Lia?” Tebakkan ku saat itu.

Ku rasakan detak jantungku lebih kuat dari biasanya.aku bingung harus membalas apa chat Sandi. Pikiran ku menjadi kacau dan takut. Aku takut ayahku yang tadi siang sempat berbicara tidak suka anak tante Lia kalau menjadi menantu ayah.

Tiba tiba chat dari Sandi masuk lagi di ponsel ku

“Kenapa gak dibalas sayangg…ayolah..kok diemm . Aku beneran deh rindu. Atau mau aku anterin kamu coklat sekarang dirumahmu? Biar sekalian kita ketemu?”

“Gak kok tadi lagi ada urusan bentar ini juga lagi siap mau lanjut chat sama Sandyku tersayang ” jawabku melalui chat tersebut.

“Gimana sayang? Aku anterin coklat sekarang mau?”
Chat Sandy kembali ku terima dan membuatku menjadi takut.

“Nanti dong sayang kan kita udah janji backstreet..ingat itu. Lagian aku udah maem coklat loh sekarang.

Kali ini aku balas chatnya membuat suatu alasan agar ia tak datang hari ini melancarkan niatnya membelikan aku coklat.

“Loh maem sama siapa nih sendiri?? Mau kan aku temenin. Awas jangan nolak lagi dong sayangkuh…”
Chat balasan Sandy membuatku semakin gugup

“Ihhh…gak ngerti yah..backstreet dulu sayang…ntar deh kalau aku udah siap terus udah cerita sama mama dan ayah kamu baru boleh temuin aku”
Kembali ku kirim balasan chat aku berisi penolakan.

“Kok gitu sih sayang…aku kangenn sungguh kangen beratt.. ”
Balasan chat Sandi membuatku menjadi berbunga bunga kembali meski dihantui rasa takut. Takut yang entah apa yang aku takutkan.

“InsyaAllah secepatnya aku temuin kamu deh sayang”
Segera ku klik Send pada chat balasan aku kepada Sandi.

***

Shaleh
Anisa,,,serius kamu mau ketemu Sandy?

Aku
Iya kak. Doakan ya semoga semua baik baik saja dan tidak seperti perkiraan kakak

Shaleh
Ayolah Anisa..percaya sama kakak untuk kali ini. Kakak sudah menyesal mengenalkan kamu sama dia. Kakak gak yakin kamu aman sama dia.

Aku
Maaf kak Shaleh Nisa bukan anak kecil lagi kok. Nisa bisa jaga diri Nisa sendiri kok.

Shaleh
Bagaimana bisa kamu ketemuan sama dia? Kamu mau bohongi mama dan ayahmu?

Aku
Tentu tidak kak Shaleh.aku punya cara tersendiri .

Shaleh
Berhentilah mencintai dia Nisa. Mama dan ayahmu juga gak bakal setuju apapun itu caramu!

Aku
Terima kasih kak usulnya. Tapi Nisa berhak menjalankan cinta nisa sendiri.

Shaleh
Anisaaa….

Aku segera mengakhiri percakapan di telepon kak Shaleh yang menurutku menyebalkan itu.
Tiba tiba saja Safira juga menghubungi aku dengan niat yang sama seperti kak Shaleh.
Segera aku mengakhiri percakapan Safira yang menurutku gak penting.

***

Ini sudah 2 minggu aku menjalankan backstreet bersama Sandy.
Sungguh aku takut mama dan ayah marah kepada aksiku yang melanggar perintahnya untuknya agar tidak pacaran.
Aku bisa saja menyuruh Sandy melamarku. Toh dia sudah bekerja dan menurutku dia sudah dewasa dan cukup umur untuk menikah.
Tapi…
Yang kutakutkan adalah jawaban mama dan ayahku saat tahu pria pilihan ku ternyata Sandy adalah anaknya tante Lia yang sudah pasti tidak disukai ayah.
Padahal aku tidak tahu apa yang membuat mereka tidak menyukai Sandy yang menurutku sangat sempurna.
Tidak hanya ayah yang tidak menyukai Sandy tapi juga kak Shaleh dan Safira.
Makanya sampai akhir ini aku masih menyembunyikan hubungan ku dengan Sandy. Sampai semua sudah aman menurutku.
Entahlah aman seperti apa maksudku yang jelas aku tidak mau mengakhiri cintaku dengan Sandy begitu saja.

Tolong fahamlah sama kondisi ku saat ini,
Aku berhak kan berusaha untuk cintaku?

***

Sandi
Sayang sekarang kamu udah dimana

Aku
Masih dirumah nih sayang. Bentar yah aku mau siap siap dulu baru deh bisa keluar.

Sandi
Udah izin sama mama dan ayah?

Aku
Hmmm..pasti gak di izinin deh sayang..aku kabur ini nanti siangan dikit yah

Sandi
Apa?! Kabur untuk ketemuan sama aku. Ayo dong sayang pamit ajah sama mama mu pasti di beri izin kok. Kan kita gak ngapa ngapain. Cuma temu kangen aja Lagian aku serius loh sama kamu . Kalau semua udah kenal kan aku tinggal lamar kamu. Sempurna kan?

Aku
Tidak sekarang sayang.
Udah pokoknya kamu tunggu aja seperti yang sudah kita rencanakan. Nanti aku menyusul kesana.

Sandi
Aku jemput ajah ya sekalian bicara sama mama dan ayahmu?

Aku
Bisa gak sih ngerti sama aku.. atau mau aku ngambek sekalian dan kita gak usah ketemuan!

Sandi
Kok marah gitu sayang..?
Ok deh aku tunggu aja dari pada gak ketemuan mana sanggup aku sayang..

Aku
Abis sebel banget deh sama kamu suka banget isengin aku bikin marah.

Sandi
Iya kamu sih kelamaan kasih kabar ke orang tuamu. Aku juga butuh kepastian lah . Tapi gak papa untuk sekarang kita pake rencana kamu yah sayang.
Muuuaachhh…
Sampai ketemu lagi ya.

Aku
Oke sayangku..sampai ketemu .
Muuuaaachh juga…

Aku mengakhiri percakapan via telepon ku siang ini setelah makan bersama mama tadi. Ayah gak pulang hari ini. Sepertinya Ayah sibuk banget di toko sampai gak makan siang bersama kami.
Rencanaku siang ini setelah makan siang ini aku akan kabur melalui jendela kamarku.
Dan tanpa sepengetahuan mama ku aku akan keluar.
Dan mama akan mengira aku sedang tidur siang.
Setelah itu aku akan kembali ke kamar pukul 16.00.
Dan saat mama akan mengetuk pintu kamar ku untuk shalat ashar.
Dan aku akan pura pura bangun dari tidur siangku.

Rencana yang sempurna kan??

***

Aku
Sayang aku di taksi sekarang kamu nanti tunggu di tepi jalan ya. Nanti kita masuk kafenya bareng. Aku takut kalau sendiri.

Sandi
Siaaaappp kekasih ku

25 menit di perjalanan akhirnya aku bertemu juga dengan kekasih ku cintaku yang takkan pernah pudar dengan rasa apapun itu.
Akan ku usahakan sekuat hatiku mempertahankan rasa yang ada.
Yang jelas saat ini aku harus memanfaatkan waktu 2 jam ini bertemu dan berkasih sayang kepada sang kekasih.

Kamu tau apa yang kurasakan saat ini??
Aku benar benar bahagia dengan pertemuan ini. Meski aku tau yang aku lakukan ini salah di mata tuhanku Allah.
Tapi sungguh cinta itu mengalahkan segalanya.
Aku ingat apa yang aku lakukan adalah salah dan berdosa. Berbohong dan mencintai kepada yang belum halal.
Tapi aku tidak menggubrisnya.
Sampai aku harus berpikir apa aku harus membuka hijab ku saja agar mereka semua tau aku tidak sempurna seperti mama dan ayah kira.
Tapi aku masih punya iman.
Aku masih tetap bertahan diposisi seperti ini

***

“Anisaa..udah bangun belum ini?” Teriak mama seperti biasa.
Untung saja aku pulang cepat waktu. Hingga tidak ada kecurigaan yang pasti.

“Iya ma….” balasku dengan penuh semangat.

“Ok buruan ya..nanti kalau udah selesai sholatnya bantuin mama di dapur mau bikin brownis kayak kemarin lagi” teriak mama dari balik pintu kamar ku . Belum sempat ku buka pintu kamarku mama sudah melenggang meninggalkan kamarku.

“Alhamdulillah..sesuai rencana” pikirku di dalam hati kemudian mengelus dada ku.

Rencana ku berjalan mulus dan lancar. Aku banyak banyak bersyukur hari ini.

***

Hari ini aku akan kerumah Safira. Aku sudah minta izin sama mama dan tentunya mama dan ayah mengizinkan.
Aku akan bertanya sesuatu sama Safira.
Tentang apa??
Yah tentu tentang Sandy kekasih ku.
Sepertinya mereka tau semua tentang Sandy.
Aku takut jika apa yang telah terjadi ini cuma akal akalan karena Safira menyukai Sandy. Sehingga kak Shaleh menghalangi cintaku.
Atau emang kak Shaleh yang mencintai aku sehingga kak Shaleh rela menjelekkan Sandy sahabatnya kepadaku.
Bukan aku ke PD an tapi ini semua hati ku yang berkata.
Mungkin mungkin dan mungkin.
Karena hal ini bisa saja terjadi. Pikirku saat itu.

Makanya hari ini setelah ku berpikir 2 hari semenjak pertemuanku dengan Sandy kemarin. Hari ini keputusannku kerumah Safira dan akan mendesaknya menceritakan apa yang sebenarnya tentang sandy.

Semoga aja kali ini rencanaku berjalan mulus seperti biasa.

Aku melangkahkan kaki ku keluar rumah pagi ini setelah aku bikin janji kepada Safira bertemunya dengannya pagi ini.
Alhamdulillah jadwalnya pagi ini kosong sampai 3 jam kedepan.
Waktu ini harus aku manfaatkan sebaik mungkin.
Semoga hubunganku dengan Sandy akan baik baik saja.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here