Tasbih Cinta – 03

0
204
views

Pagi ini ku langkahkan kaki menuju dapur menemani mama menyiapkan sarapan untuk kami bertiga. Apalagi roti buatan mama udah selesai. Harum butter roti mama bikin aku menjadi semangat buat menyambut pagi ini. Hihihihi…
Setelah selesai urusan dapur kami berdua mama duduk di meja makan sambil cerita cerita sembari menunggu ayah yang sedang ganti baju di kamar.

“Ayo kamu makan aja dulu Anisa kalau gak sabaran nunggu ayah. Mama liat kamu udah ngeces kayak itu nooo” ujar mama sambil tertawa kecil menunjuk bibirku.

“Ok lah ma emang dari tadi anisa gak nahan aroma bikin perut ini berbunyi terus” canda ku segera menyatap roti buatan mama dan kulahap dengan semangat
“Hmmm..lembut…hmmm…nyoklatt…” celotehku bikin mama tersenyum sendiri.

“Ma hari ini Anisa mau keluar sebentar ke toko buku ma pengen cari cari novel terbaru bosen juga main hape mulu” ucapku setelah selesai menyantap satu buah roti buatan mama.

“Sama siapa? Ayah pasti tidak mengizinkan kan kalau enggak sama safira sepupumu” jawab mama.

“Iya nanti Anisa tanyain Safira kira kira dia ada waktu gak ya nemenin Anisa” kataku.

Safira adalah sepupu aku, keponakan mama, dia adeknya kak Shaleh usia Safira lebih tua 3 tahun dari aku tapi aku tetap berteman baik dengan sepupuku satu ini meski usianya di atas aku safira orangnya enak diajak curhat diajak jalan. Cuma akhir akhir ini dia sering sibuk sama pekerjaannya.

“Ma…kak Shaleh mau kesini lagi?” Tiba tiba aku terbesit mau nanyain pria yang sering ikut kak shaleh itu karena aku liat mama sepertinya mengenal pria itu.

“Gak tau juga sih . Tapi kan Shaleh emang sering mampir kesini. Kenapa? Ada yang tidak beres?” Tebak mama.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal bingung nanyanya gimana.

“Kenapa Anisa?” Tanya mama sambil menatapku

“Enggak kok ma nanya aja” jawabku masih bingung harus memulainya dari mana.

“Eiittt…kamu suka Shaleh ya?” tebakan mama selalu meleset.

“Uhhhh….gak level lah yang kayak gitu tuwirr ma” jawabku cemberut.

Padahal di dalam hati aku berbicara
“Ayo ma sedikit lagi mama benar itu yang disebelah kak Shaleh ma”
Tapi sayang itu hanya ucapan di dalam hatiku.

“teruss biar Shaleh tuwir gak tuwir amat sih gayanya aja keren otaknya cemerlang lihat teman seperjuangannya aja keren.”ucap mama langsung membuatku tersedak saat minum susu.

“Ihhh….mama….”ucapku asal

“Loh kenapa?” Tanya mama heran.

“Apa sih keren keren” jawabku kembali asal.

“Kenapa emang keren kok. Kamu kenapa terkejut gitu sih anisa kayak gak pernah tahu Shaleh aja” tanya mama heran.

“Ya allah ma aku itu terkejut pria itu bukan cerita tentang kak shaleh. Duhhh mama gak ngerti banget..gemes deh” pikirku didalam hati.

“Hai sudah makan duluan ya” tiba tiba ayah menyapa kami berdua.

Obrolan kami pun terhenti tentang kak Shaleh dan pria itu. Sampai sekarang pun aku tidak tahu siapa pria itu. Mau nanya mama aduhhhh malunya luar biasa..

***

Pukul 10.00 pagi ini aku sudah siap mau ketoko buku sekarang aku nungguin Safira biar bisa ke toko buku bareng dia.
Setelah pamit mama aku rencana mau kedepan membeli beberapa permen saja. Toh Safira juga belum ada pikirku “sapa tau nanti aku ketemu pria itu” pikirku yang masih saja berharap.

Saat aku membuka pintu rumah.

Glekkkk

Aku menelan saliva ku melihat pandangan du depanku.

Pria itu

Yapp…pria itu tepat berada di depan ku bersama kak Shaleh tentunya.
Aku memberi senyum kecil kepadanya dan ternyata ia membalas senyum kecil juga.

“Ya Allah gak bisa aku gambarkan bagaimana rasanya aku saat ini. Ingi terbang bebas ke dunia khayalan. Rasanya kaki ini gak mau bergerak dan terus menatapnya.

“Gantengnya…” pikirku.

“Heyyyy!!!” Suara kak Shaleh mengejutkan lamunan indahku.

“Apa sih?” Jawabku menjadi cemberut tidak suka.

“Kenapa sih adik ku satu ini akhir akhir ini sering melamun. Tamu tuh datang di persilahkan masuk dulu kek bukan lanjut lamunan kamu,” jawab kak Shaleh.

“Yah…silahkan masuk kakak ku…” ucapku dengan nada mengejek kulihat pria itu ia tertawa melihat ku.

“Hmmmmm jantungku berdegup kencang sekali…hatiku berdebar debar melihatnya tertawa kecil ” pikirku.

“Yaa allah..aku gak mau berlalu dari sini rasanya…”pikirku
Kulihat kak Shaleh mengajak pria itu masuk kedalam.
Aku sengaja berdiri mematung untuk sekadar mendengar kak Shaleh memanggil pria itu dengan nama apa.
Tapi ternyata sia sia tiba tiba saja Safira menepuk pipi ku saat itu membuatku terkejut kembali.

“Heyyy…lamunin siapa sihh..pagi pagi udah bengong di depan pintu” sapa Safira menepuk pipiku membuatku malu kembali.

“Iya nih fira selalu saja melamun akhir akhir ini. Makanya kuliah dong biar gak nganggur tu pikiran. Kerjaan melamun ajah” teriak kak Shaleh menimpali dari dalam.

“Duh kak Shaleh apaan sih…aku kan pagi ini lagi mikir mau beli novel apa terbaru bukan melamun” ucapku membela diri

“Gak gitu juga cari novel.”ejek kak Shaleh

Kulihat pria itu kuharap ia melihatku dengan memberikan senyumnya..
Tapi ternyata tidak ia sibuk memainkan ponselnya.

“Ahhh..mungkin ia sibuk menjawab pertanyaan pertanyaan teman ceweknya” pikirku menebak dengan sedih

“Oh iya aku masuk dulu temuin mama setelah itu kita berangkat” kata Safira

“Aku nunggu di luar aja Safira tadi aku udah pamit sama mama” jawabku tiba tiba menjadi malas.

Aku sedih melihat pria itu tak menatapku dengan senyumannya.
Sedih rasanya luar biasa.
Malunya gak ada rasa.
Bahagianya tidak ada.

Andai dia pria itu tak mau mengenalku.
Bagaimana hancurnya hatiku.
Mau nanya malu.
Selalu di ejek mulu.
Tapi aku mau.
Mau tapi malu.
Sungguhhh….. bagaimana ini jalan keluarnya.

Tiba tiba saja kak Shaleh mendekatiku bersama pria itu.

“Anisa Nayla…” kata kak Shaleh setengah berbisik.

“Ya kenapa?” Jawabku sewot pasti kak Shaleh mau bikin aku malu lagi.

“Ini temanku anaknya sahabat mama kamu mau kenalan sama kamu.” Kata kak Shaleh masih setengah berbisik pelan.

“Ohhh..yaa Allahhh..” jeritan hatiku kembali terbang rasanya.

“Siapa ya?” Tanyaku pura pura cuek.

“Cuek amat?” Jawab kak Shaleh dengan melirik pria itu

“Kan mau kenalan? Aku nanya siapa?” Jawabku berusaha menetralkan perasaan ku yang bercampur aduk menjadi satu.
Jantungku terus saja memompa dengan cepat.

“Sukamto” jawab kak Shaleh yang membuatku langsung tertawa mendengar namanya yang ternyata gak sekeren yang aku kira.

“Hahahahahhahaha” kami pun tertawa bareng…

“Ehhh..kenapa nih tawa bareng.?” Kata Safira melihat kami berdua kak Shaleh tertawa.

“Abis nyandain orang yang lagi jatuh cinta seru loh.” Jawab kak Shaleh

“Udah mulai Jahiiill nih ya kak.” Jawab Safira kemudian melenggang kedeoan rumahku melewati kak Shaleh dan pria itu. Ehhh.. sukamto maksudku hihihihi nama yang luar biasa gak sebanding sama gayanya pikirku.

“Ayo….” kata Safira

Kami segera melenggang pergi meninggalkan kak Shaleh dan pria itu eghh sukamto .

***

Pukul 14.00 kami berdua sudah dalam perjalanan pulang saat di taksi Safira membuka obrolan tentang Sukamto tadi.

“Bener ya kamu mau kenalan sama dia?” Tanya Safira

“Siapa?” Tanyaku jutek

“Ituh si Sandy” jawab Safira

“Sandy yang mana sih?” Tanyaku menjadi heran.

“Sukamto?” Jawab Safira tertawa.

“Ohhh..hahahha…jadi namanya Sandy? Bukan Sukamto ya..iya dia yang mau kenalan sama aku” jawabku mulai pede

“Kamu mau?” Tanya Safira

“SANDY Ganteng yah?” Jawabku

“Iya tentu lah. Ganteng apalagi ceweknya banyak banget loh” jawab Safira

“Apaa…??Sandy playboy dong” jawabku

“Iya semua orang juga tau dia playboy. Kamu suka?” Tanya Safira

“Kok aku gak tau” jawabku melupakan pertanyaan terkhir Safira

“Kamu kan anak mama gaptek mana tau apa apa ” jawab Safira ketus

“Uhhh…” balasku.

“Gak papa saling kenal dulu. Sapa tau dia berubah setelah berkenalan dengan kamu” jawab Safira tersenyum memberi semangat

***

Malam ini rasanya aku sudah merasakan bahagia di luar batas.
Ku hempaskan badanku di kasur kamarku dengan membayangkan wajah Sandy sang pengisi hatiku.
Aku tak bisa melupakannya. Sungguh aku selalu mengingatnya.
Sandy apakah kau mengingatku selalu juga seperti diriku saat ini.
Aku selalu membayangkan wajah Sandy senyumnya tertawanya semua tentang sandy
Aku pun tersenyum bahagia mengingatnya
Hatiku menjadi berwarna.

Tiba tiba saja ponsel ku berkedip kedip tanda ada pesan wa masuk .
Aku segera menggeser layar ponsel ku dan melihat pesan wa yang masuk.

“Assalamu’alaikum. Anisa Nayla boleh aku kenal dekat sama kamu mulai hari ini?”

Sandy (bukan sukamto) 😅😅😅

Glekkkk….

Aku terkejut bercampur bahagia
Inilah yang selalu ku tunggu tunggu
Mengenalnya sang pujaan hati cinta pertama ku. Sukamto ku ehhh…Sandy ku…hihihi
Segera ku mengetik sesuatu untuk membalas wa nya

“Wa’alaikumsalam kak Sandy. Bukan sukamto kan??? Heheheh.Iya boleh kak. Senang sekali bisa kenalan sama kakak

Anisa”

Ku klik Send.

“Alhamdulillah senang mendengarnya. Btw lagi apa nih?”

Segera aku membalas pesannya

“Lagi siap siap mau tidur kak.”
Ku tekan Send

“Ok deh met bobo aja ya cantik. Nanti kita sambung lagi ya.”

Ohh tidak bukan ini yang ku mau. Aku masih mau chat sama dia. Tapi aku terlalu jujur mengatakan siap siap mau tidur. Membuat nya mengakhiri chat ini
Sedih sekali rasanya.

Lalu ku balas wa nya kak Sandi

Iya kak selamat malam.
Lalu ku klik send

Semoga aja besok pagi aku akan mendapatkan sapaannya kembali

Segera ku tarik selimut dan terlelap menuju indahnya mimpi setelah menemukan cinta.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here