Tasbih Cinta – 02

0
705
views

Ini sudah pukul 15.00 aku siap siap mau shalat ashar aku harus mandi dan menyegarkan diri setelah bangun dari tidur siangku

16.00 aku sudah diteras seperti biasa bersantai bersama mama ku dan ayahku dengan ditemani semangkuk bakso buatan mama ku yang super lezat plus minuman es jeruk yang sengaja sebelum tidur siang tadi aku bikin jeruk peras dan kusimpan kulkas untuk menikmati sore ini.
Aku anak satu satunya mama dan ayahku. Mereka menyayangiku tapi tak memanjakan aku. Tapi untuk bepergian jalan jalan atau kumpul bersama teman teman aku tidak bisa, karena mama dan ayahku selalu tidak mengizinkan ku.

Aku berpikir apakah seperti itu aku termasuk anak mama/anak manja??
Entahlah… aku tak pernah memikirkannya secara serius
Yang jelas aku menyayangi kedua orang tua ku sepenuh hati dan jiwaku

***

Ini sudah 6 bulan setelah kelulusan sekolah ku.
Aku tak berniat melanjutkan kuliah.
Aku hanya ingin dirumah menikmati harimu setelah sekian tahun sibuk belajar.
Rencanaku tahun depan aku baru akan mulai fokus kuliah.
Mama dan ayahku tak masalah dengan keputusanku aku, bahagia memiliki mereka.
Rasanya aku seperti anak anak pilihan.

***

Sore Hari ini aku seperti biasa membuka pintu depan dan akan duduk santai di teras menikmati angin sore hari.
Hari ini mama dan ayah sibuk di belakang mengurus pengeluaran tokonya yang akhir akhir ini meningkat.

Karena sepi sendiri aku membuka ponsel ku melihat dan membaca beberapa cerita. Tapi kali ini tidak sedikitpun cerita bagus untuk ku baca.
Yah sepertinya aku sudah mulai bosan.

Ku langkahkan kaki ku masuk ke dalam rumah . Aku berniat mengambil uang dikamarku untuk ke warung depan rumahku membeli beberapa snack buat aku cemilin dari pada bengong sendiri di teras tanpa kunyahan.

Saat di warung itu aku membeli beberapa cemilan. Dan ternyata aku harus menunggu karena di depanku ada 2 wanita muda juga sedang belanja di warung itu.

Akhirnya aku duduk menunggu disamping warung itu . Didepanku tampak ada seorang kaki laki yang sangat gagah sekali dengan wajah yang sedikit arab hidung mancung dengan bola mata berwarna coklat.

” ya allah kenapa aku selalu menatapnya” pikirku
Aku heran kenapa dari tadi aku menatapnya.
Dia pria tersebut menyapa sebagian wanita yang berjalan depannya.
Dengan senyuman pria itu aduhai bikin hatiku meleleh menatapnya.

“Sungguh indahnya ciptaan mu kali ini yaa allah.”
Pikirku tiba tiba menjadi kacau.

aku terus menatap pria itu sepanjang menunggu wanita yang tadi berbelanja.

Jantung tiba tiba berdegub kencang tidak beraturan.
Sungguh aku benci ini aku takut orang tau saat ini jantung ku terasa berdetak cepat sekali.

Selalu ku tatap saat pria itu berdiri untuk menyalami seorang gadis yang berhenti tepat di depan pria itu. Ada rasa tidak suka terbesit di hatiku kepada wanita yang bersalaman bersama pria itu.

“Aduhhh..apakah ini rasanya cemburu yaa Allah.. sungguh sakit banget hatiku melihat dia bersalaman sama wanita itu”
ucapku yang masih saja menatap dia dari warung.

Suasana di depan rumah aku sedikit agak ramai sore ini. Banyak anak anak muda berkumpul ria disini dengan membawa hati yang berwarna.

“Dekkk.. mau beli apa nih?” Tiba tiba saja abang warung menepuk pelan pundak belakang ku.

“Ehh.. abang.. ini aku mau pesen… apa yah..hmmm” tiba tiba saja aku lupa tujuan ku kesini.

Mataku masih menatap pria itu.

Kulihat pria itu berjalan sedikit kedepan tampak badannya yang bikin aku melongo. Padahal gak tinggi banget sih sekita 160cm lebih kira kira. Tapi aku menatapnya tanpa berkedip.
Sungguh aku takkan melewati pemandangan ini sedikitpun pikirku.
Dia naik motornya kemudian meluncur hilang dari tatapan ku.

Hati ku tiba tiba bersedih.

“Dek . Dari tadi ngelamun aja. Mau beli apa?” tanya abang penjaga warung sekali lagi.

“Hmm..chitato aja bang sama coklat silverqueen satu yang gede ya bang” jawabku sekenanya.
Hatiku saat ini sungguh benar benar berantakkan.

“Yaa Allah ini cinta hebat banget.. eittt ini cinta atau bukan yah…ya Allah rasanya sungguh luar biasa” bathinku .

Setelah selesai membeli snack aku langsung pulang kerumah ku . Duduk kembali ke teras depan rumah ku.

“Besok sore aku akan beli coklat di depan lagi ah…
mau liat dia pria idamanku” pikir ku saat itu sambil senyum senyum

***

Sudah 5 hari setelah kejadian melihat pria idaman itu aku selalu pergi membeli coklat di depan rumahku warung tetangga ku yang komplit.
Karena emang semua ada disitu mirip mini market tapi gak serapi mini market. Tapi kelengkapan stoknya yang lengkap kayak minimarket.
Sudah 5 hari juga aku tidak menemui itu pria idamanku
Sedih???

Yah pasti aku sedih.
Pengen tau kabarnya gimana dimana tapi gak tau siapa namanya. Aku cuma tahu wajahnya tahu orangnya tapi gak tau apa apa tentangnya Pria idamanku.

Sudah 2 minggu ini aku selalu memikirkan sang Pria idamanku. Kadang mama ku heran kenapa tiap sore aku rajin sekali makan coklat.

“Kenapa sih setiap hari makan coklat” tanya mama ku saat aku melamun di teras di sore hari.

Aku tak menjawab bener deh aku masih memikirkan pria itu.

“Annisa Nayla kesayangan mama kenapa sih kamu makan coklat sambil melamun gak jelas gitu?” Tanya mama menepuk pundakku yang membuat aku kaget sekali. Segera aku mengambil gelas di meja samping ku dan meminumnya sampai beberapa teguk.

“Aku harus mengontrol perasaan ku depan mama. Malu banget kalau ketauan mama” pikirku

“Ditanya juga makin bengong nih anak?” Jawab mama

“Ihhh mama Nisa lagi benar benar menikmati ini coklat” jawabku asal sambil menunjukkan coklat yang ada di tanganku.

“Makan coklat seriap hari. Yang namanya berlebihan itu gak baik loh” ujar mama sambil melotot ke arah ku.

“Iya Nisa tau ma. Tapi coklat juga bikin Nisa fresh lagi masalah jadi hilang gak gampang stres” jawab ku kembali asal.

“Alahh… bilang aja lagi jatuh cinta!” Jawab mama ku membuat hatiku seperti terasa melompat jauh..

Glekkkk…

Aku kembali meraih gelas dimeja dan mulai minum air kembali seteguk.

“Kenapa?” Tanya mama

“Gak napa napa. Kenapa sih kalau jatuh cinta emang makan coklat mulu ya ma?” Tanyaku

“Gak juga Nisa. Mama cuma asal nebak aja. Kalau yang namanya jatuh cinta biasanya suka senyum senyum sendiri nangis nangis sendiri tertawa tertawa sendiri ngambek ngambek sendiri bukan makan coklat tiap hari kayak gini.” Oceh mamaku panjang

“Mirip orang gila ma kalau kayak itu” jawabku dengan tertawa kecil.

“Memang” jawab mama ikut tertawa.

“Assalamu’alaikum tante mira ” tiba tiba ada teriakan salam di depan pagar rumah ku.
Shaleh masuk menemui mama ku dan aku yang sedang cemil coklat ini.

“Wa’alaikum salam. Eh shaleh.. ayo masuk nak.. kami lagi santai nih berdua” jawab mama setengah teriak.

Shaleh masuk dengan mengajak temannya
Aku setengah terkejut sampai sampai aku berdiri melihat siapa teman kak shaleh

“Kenapa Nisa kok berdiri kayak nyambut presiden aja” jawab shaleh heran melihat tingkah ku.

“Iya abis makan coklat banyak ni jadi bawaan kadang suka error kayak gini” jawab mama yang super deh bikin malu aku banget apalagi di depan Pria idaman ku .

“Apaan sih mama sembarang ajah” sahut ku terus mengambil coklat dan memakannya untuk menghilangkan rasa yang hadir dihatiku saat ini.

“Oh iya tante om Ali kemana nih kita mau ketemu om Ali mau nanyain sesuatu” kata shaleh kepada mama.

Aku pun mulai curi curi tatap wajah sang pria itu.
Yaa Allah ternyata ia melirikku juga terus memberi senyum kecilnya kepadaku.
Duhhh..entahla bagaimana rasa nya saat ini suasana hatiku.
Saat kak shaleh terus berbicara kepada mama aku terus saja menatap pria itu.
Tapi sepertinya mama sudah kenal sama pria disamping kak shaleh dan pria itu juga seperti sudah mengenal mamaku.
Terlihat sekali saat mereka berdua gabung dan berbicara akrab di teras duduk bersama aku dan mama menunggu ayahku yang sedang mandi karena baru juga pulang dari tokonya.

***

Saat malam tiba kulihat mama sibuk di dapur mau bikin sesuatu kayaknya.
Ku dekati mama
“Ma..ayah kemana?” Tanyaku sambil melihat mama yang super sibuk menyiapkan bahan.

“Ke masjid belum pulang mungkin masih bersantai setelah sholat ” jawab mama pendek

“Mama lagi bikin apa ma?” Tanyaku sekedar basa basi

” bikin roti. Udah lama mama gak bikin roti pengen roti coklat nih tapi gak ada coklatnya” jawab mama sambil mencampur campur bahan yang sudah disiapkan

“Owh..kalau gak ada yah sesuai yang ada aja ma?” Jawabku santai

“Bagaimana kalau kamu ke warung depan rumah jam segini masih buka loh warungnya. Kamu kan sering beli coklat disana siapa tahu ada nutella atau selai skippy gitu buat ini temen makan roti ntar” kata mama masih sibuk dengan adonan rotinya.

“Ok deh ma siapp” jawabku

Di dalam hatiku kalau menuju tuh warung di depan selalu saja berdebar debar tak karuan. Jantung pun berdegup kencang padahal aku tak pernah ketemu lagi di depan warung itu dengan pria idamanku setelah pertemuan pertama itu.

***

Setelah selai coklat ku dapatkan aku segera melangkah untuk pulang.
Hatiku terus saja berdebar debar.
Tiba tiba saja ada kak shaleh di depan ku.
“Heyy.. malam malam gini masih aja ngemil? Mau ndut?” Sapa shaleh menatapku dengan geli.

“Ihh..apaan seh kak shaleh. Ini mama minta aku beliin selai coklat tau!” Jawabku berusaha menetralkan perasaan ku yang dari tadi hadir.

Glekkk….

Aku meneguk air saliva ku sendiri saat tau siapa yang hadir di belakang kak shaleh.

Pria Idamanku

“Kenapa nih anak kayak lagi kesambet gitu?” Tanya shaleh.

“Ehh… apaan sih kak shaleh jahiill” ucapku berusaha fokus sama tatapan ku

Dia tersenyum lagi.
Subhanallah indahnya..
Aku segera mau melangkah menghindari ocehan kak shaleh yang akan panjang itu.

“Eittt..mau kemana nih Nisa?” Kata kak shaleh

“Yah pulanglah. Ntar mama lama nungguin nih selai coklat” jawabku sambil tetap curi curi pandang kepada pria Itu. Tapi tampak pria itu tidak memandangku membuat ku sedih tapi tetap semangat curi curi pandang.

“Mau bikin apa sih mama kamu? Liat ajah kak shaleh pasti datang besok mau ikutan nikmati itu selai” jawab kak shaleh lalu melenggang pergi yang berdiri kaku.

“Apa sih maksud kak shaleh” gerutu ku kepada kak shaleh. Dan langsung melenggang pulang. Menemui mama dan memberikan pesanan mama. Kemudian aku kembali ke kamar setelah menuntaskan kewajibanku kepada sang pencipta dan terlelap menemui mimpi malamku.
Ku harap ku mimpikan dia pria itu tapi nyatanya tak sekalipun aku memimpikannya.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here