Seindah Senja #27

0
74
views
Seindah Senja

“Bi,saya berangkat ke kepolisian dulu, tolong awasi senja. Dia masih dikamar”ucapnya sambil mengambil jasnya lalu berjalan keluar. Ada banyak kasus yang harus terselesaikan hari ini. ..

Dengan wajah dinginnya rendra melangkah keluar. Senjanya masih tidur. Mungkin sesampainya di kantor rendra dirinya akan menelpon istrinya itu.

“Lohh bi, kak endra mana? “Tepat saat mobil rendra pergi perempuan cerewet itu muncul dengan muka bantal.

“Udah berangkat bu”ungkapnya.

“Kok enggak bangunin senja sih. Issshh kak endra kebiasaan selalu aja main pergi saja .pokoknya senja enggak mau makan kalau dia tidak disini”mendengar itu pembantu rumah tangga itu langsung gelagapan.

“Ibu harus makan,ingat ada bayi dalam perut ibu .”senja menghembuskan nafasnya pelan.menyuapkan beberapa suap nasi kedalam perutnya. Niatnya tadi ingin makan bersama dengan suami kulkasnya itu. Tapi malah pergi tanpa pamit sama dirinya sama sekali.

Mood senja langsung berubah,”udah bi,senja udah enggak mau makan lagi. “Ia berdiri lalu berjalan kekamar dengan menggumam tak jelas. Dan semua kata itu ditujukan untuk suami muka datarnya itu.

Bi rani,selaku pembantu rumah tangga dirumah itu hanya menggeleng pelan. Entah bagaimana kehidupan rumah tangga tuannya itu. Yang satunya selalu bicara tanpa henti dan satunya lagi. Dinginnya .ma syaa allah. Harus menggunakan sabar kalau bicara.

‎Bi Rani menoleh dan mendengar telepon rumah berdering.

‎”assalamu’alaikum, ehh tuan. Kenapa tuan… Belum tuan…. Katanya enggak mau makan kalau enggak ada bapak disampingnya…. Hanya beberapa sendok saja…. Baik tuan akan saya beritahukan. Wa’alaikumussalam. “Pembantu itu menyimpan kembali telepon pada tempatnya.

‎”Bicaranya irit banget. Bu udah makan?. Kenapa? Berapa banyak? Suruh dia kekantor saja?… Astaga apa saya harus belajar irit bicara juga. Sebaiknya saya ke kamar untuk memberitahu ibu”baru beberapa langkah sosok itu sudah datang dengan setelan lengkap.

‎”Bi, aku mau kekantor si kulkas berjalan. Pamit ya bi, mau ceramahi si muka datar kalau sebelum kerja itu harus pamit sama istri enggak boleh langsung pergi aja. “Ucapnya panjang lebar padahal kata itu bisa disingkat saja.

‎”Bu, tadi bapak nelpon suruh ibu ke kantornya “lapornya cepat, takut jika nyonya nya itu malah pergi ketempat lain.

‎”Astaga bi, ia ini juga mau pergi. Kulkas berjalan itu kak endra. Muka datar itu kak endra. Senja memang biasa manggil dia gitu”jelasnya lagi. Bi Rani hanya menganggukkan kepalanya. Dia baru mengerti bahwa ada panggilan seperti itu untuk pak rendra.

‎Dan melihat punggung nyonyanya itu pergi.
‎”Orang cerewet memang gitu ya, sikapnya cepet berubah. “Tuturnya lalu berjalan masuk ke dapur melanjutkan tugasnya.

“Astaga senja…. “Seru seseorang saat melihat sosok perempuan berkerudung coklat turun dari mobil.

‎Perempuan itu tersenyum,lalu melangkah kearah seseorang yang menyebut namanya tadi”assalamu’alaikum alisha”ralatnya. Karena tadi bukan salam yang diucapkan oleh bawahan suaminya itu

‎”Wa’alaikumussalam. Maaf bu, saya soalnya seneng banget ketemu ibu disini”senja hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan itu.

‎”Ohh iyaa. Alisha kenapa disini? “Karena setahunya perempuan itu hanya bekerja di kepolisian tapi malah berkeliaran di perusahaan seperti ini.

‎”Mau ketemu kapten bu,tadinya kapten mau adain rapat bersama di kepolisian tapi enggak jadi. Malah manggil saya kesini. Soalnya ada kasus yang kami selidiki saat ini”jelasnya. Perempuan berambut pendek itu merasa bingung. Seharusnya saat ini kapten mereka ada di markas. Tapi malah memanggilnya kemari.

‎”Yaudah kita masuk sama-sama aja”ajaknya dan langsung disetujui oleh Alisha.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here