Seindah Senja #25

0
124
views
Seindah Senja

Rendra dan senja sedang duduk menunggu datangnya shabila dari dalam sel penjara. Mereka telah sampai beberapa menit lalu.

“Kalian datang”ucap perempuan itu dengan nada sinis, tapi tetap duduk dihadapan pasangan suami-istri itu.

“Apa kau tak menyayangi nyawamu senja “lanjutnya lalu meletakkan tangannya tapi wajahnya tetap memperlihatkan keangkuhan.

Senja tak terusik ataupun merasa takut atas ucapan shabila padanya bahkan dirinya merasa iba pada sahabatnya itu. Ya senja masih menganggap shabila sahabat setelah beberapa kejadian yang menimpa mereka.

‎”Tidak usah menatapku iba senja. Kita hanya sekedar musuh. “Ucapnya tegas matanya menyiratkan kebencian disana.

‎”Shabila. Kita bisa memperbaiki semuanya. Semuanya hanya salah alur saja. “Lirihnya sambil membayangkan kembali kejadian kemarin

Shabila mendesis pelan “kau tak perlu sepolos ini senja. Jadi menurutmu aku salah. Tak ada yang perlu diperbaiki lagi. “Shabila berdiri dan berbalik dan menyuruh polisi wanita mengantarnya kembali kedalam sel.

‎Senja juga berdiri ingin menghentikan shabila tapi rendra menahannya.

‎”Dia takkan mendengarkan apapun senja, biarpun kau menjelaskan seribu kali dimatanya kau tetap salah walaupun ada bukti sekalipun. “Jelasnya tapi senja tak menerima ia berusaha menyusul shabila.

‎”Senja… Dia sangat membencimu .biarkan dia merenungi semuanya, “jelas rendra lagi.

‎Senja terdiam lalu memeluk rendra. Suaminya.

‎”aku cuma ingin ada disisinya disaat seperti ini. Dia pasti sangat terpukul kak. Aku cuma mau menghiburnya tapi dia menganggap semuanya salah. Apa aku salah”senja mendongakkan kepalanya pada rendra menunggu jawaban atas pertanyaannya itu.

‎”Tidak salah. Tapi biarkan dia merenungi semuanya. “Terangnya untuk menenangkan senja.

‎”Kitapulang yah”gumamnya dan senja hanya mengangguk saja.

‎Mereka berdua berlalu tanpa mereka ketahui shabila masih ada dibalik tembok disana.

‎ Tadinya memamg ingin kembali ke sel tapi dia urungkan dan polisi wanita hanya mengiyakan memaklumi semuanya.

‎Shabila menutup matanya sejenak lalu membukanya kembali. Disisi lain hatinya masih ada keinginan memperbaiki persahabatan itu. Tapi sisi keegoisannya mendominasi semuanya.

‎”Senja telah merenggut semuanya “batinnya
Shabila menatap polisi wanita itu lalu mengangguk untuk memberi tanda ia bersedia kembali kedalam sel.

‎Rendra menatap senja yang sadari tadi hanya menatap jalanan melalui jendela. Tak berbicara apapun. Bukan senja yang biasanya yang selalu berbicara tanpa henti.

‎”Ada apa… “Tanyanya lembut sambil mengusap pelan kerudung senja.

‎Perempuan itu menoleh tapi hanya sekilas lalu kembali ke posisi semula.

‎Rendra menghembuskan nafasnya pelan. Senja pasti masih memikirkan tentang shabila.

Laki-laki itu terdiam tapi tetap menarik senja kedalam pelukannya.

‎”Biarkan seperti ini”gumamnya saat senja ingin mengurai pelukan itu.

Senja terdiam, menyandarkan kepalanya di dada rendra.ia dapat mendengar detak jantung suaminya itu sangat cepat. Perlahan, perempuan itu tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada rendra mencari kenyamanan dalam dekapan sang suami.

‎”apa kak endra marah padaku “tanyanya

‎”Marah kenapa “jawabanya

‎”Karena senja mendiami kak endra “bisiknya

‎”Kaka enggak marah. Cuma heran saja ,kok istri kaka yang cerewet tiba-tiba diam. Biasanya bicara kayak rel”ucapnya

‎Senja mengurai pelukan itu. “Ohhh kak endra enggak suka kalau senja bicara panjang gitu. Enggak mau punya istri cerewet gitu. “Ucapanya lalu membalikkan badannya dan melipat tangannya didada ,matanya menatap jalanan.

‎Rendra tersenyum istrinya ini sangat menggemaskan. Perlahan rendra memeluk senja dari belakang. “Kamu tau. Hari ini kaka rasanya pengen meluk kamu terus menerus. Tak ingin melepaskanmu satu detik pun. Kangen “ucapanya

‎”Gombal kaka enggak mempan “terangnya tapi pipinya tetap merona mendengarkan perkataan rendra tadi.

‎Rendra tak menjawab hanya tersenyum. Dasar wanita bicara tapi sejalan dengan hatinya. Batinnya.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here