Seindah Senja #24

0
157
views
Seindah Senja

Rendra terus berjalan meninggalkan pemakaman. Memasuki mobilnya langsung disambut oleh senyum teduh seseorang didalam sana.

Rendra memang menyuruh org itu menunggunya dimobil. Rendra hanya diam menyandarkan punggungnya di sandaran mobil membiarkan supir yang mengambil alih mobil ini beberapa waktu

Ia merasa lelah atas semua masalah yang datang di hidupnya. Ini seakan ujian. Kejadian kemarin membuat pertahanannya terguncang. Tepat dihadapan matanya seseorang itu pergi.

Sudah ada janji dalam dirinya tdk ada ampun lagi untuk shabila. Perempuan ular itu harus ditangkap. Rendra telah menyerahkan ini pada hukum. Rendra jua menyerahkan masalah ini pada grup lain.

Rendra menutup matanya menggunakan lengannya. Ini sungguh sangat sulit dicerna. Didalam mobil hanya diam. Tak ada suara apapun disina. Seseorang juga didekat rendra hanya terdiam membiarkan laki-laki itu menenangkan fikirannya.

“Halo “jawabanya karena teleponnya baru saja berdering.
“Saya sudah menangkapnya rendra”jawab seseorang di sebrang sana
“Terima kasih. Biarkan hukum yang berlaku “gumamnya lalu mematikan panggilan secara sepihak.

Seseorang di dekat rendra mengusap pelan tangan rendra memenangkan laki-laki itu. Rendra membuka pejaman matanya. Melihat sosok yang ada didekatnya.

Seseorang itu tersenyum. Rendra menariknya dalam pelukannya. Memejamkan matanya .meresapi ketenangan saat memeluk org ini.
“Hampir saja saya kehilangan kamu. “Gumamnya lalu mencium pucuk kepala org itu.

Tak ada jawaban. Org itu hanya mengeratkan pelukannya.

‎”Senja… “Panggilnya.

‎ Rendra mengurai pelukannya.
‎”Kau tau ,saya sangat takut saat suara tembakan itu ada. Tapi melihat rendi yang tumbang. Sekarang saya tau. Ia merelakan nyawanya padamu. “Gumamnya. Dan menyandarkan punggungnya kembali pada sandaran mobil.

‎”Kenapa “tanya senja

‎”Saya tetap merasa jatuh senja. Rendi sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri “gumamnya.

‎Senja terdiam ia masih mengingat kejadian kemarin. Memang ada tembakan mengarah padanya. Tapi bukan dirinya yang terkena. Tapi rendi. Bawahan terbaik rendra.

‎Senja tak tau apa yang terjadi. Yang senja tau ia hanya mendengar teriakan alisha padanya dan juga rendra mematung ditempat.
‎Tapi saat senja menoleh kesamping bukan dirinya yang terluka tapi rendi. Posisi senja menyamping dan rendi juga tepat disampingnya sedang berkelahi dengan laki-laki berpakaian serba hitam.

‎Mungkin di fikiran shabila senjalah yang meninggal. Tapi bukan dirinya. Memang jika di lihat. Sekilas yang tepat terkena adalah senja tapi kenyataanya yang berada didalam gundukan tanah itu adalah rendi.

“Semua akan baik-baik saja kak endra”gumamnya. Lalu memeluk rendra dari samping. Menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Rendra memeluk senja menggukan tangan kanannya dan yang satunya lagi is gunakan untuk menutup matanya. Merasa sangat penat.

‎”kita menjenguk shabila ya kak rendra”bujuknya.

“Hentikan belas kasihan mu itu senja “geramnya. Merasa sangat emosi atas sikap baik istrinya ini.

“Kak….. “Bujuknya

Rendra mendesis pelan. Tapi ucapannya selanjutnya membuat senja tersenyum senang bahkan mengecup pelan pipi suaminya itu.

‎”Pak, ke kantor polisi “titahnya.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaThe Thrill Of love #12
Berita berikutnyaWill You Marry Me #19
Menulis itu sebuah pengembangan dalam diri, dengan jalur ini mungkin sebagian keresahan hati. Maka dari itu saya menyukai dunia literasi dapat mengungkap berbagai genre cerita dan memotivasi para pembaca di waktu yang sama.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here