Seindah Senja #23

0
99
views
Seindah Senja

Rendra berjalan keluar dan benar kata alisha diluar sudah sangat berantakan. Para bawahannya kini melawan para bodyguard shabila yang datang kemari.

‎Entah siapa yang memberitahu mereka hingga markas persembunyian rendra dan yang lainnya di ketahui oleh lawannya ini.
‎laki-laki yang dulunya mafia itu mengeluarkan pistolnya menembak pria yang semuanya berpakaian serba hitam. Identik dengan bodyguard bodoh. Batinnya

‎Matanya menajam. Sekilas ia menghitung mungkin sekitaran ada 50 orang disini. Rendra memutar otaknya. Ia harus menggunakan rencana cepat kalau tidak pasukannya akan kalah.

‎”Bismillahirrahmanirrahim”batinnya melangkah kedepan. Dengan pistol ditangannya ia menembak pria yang mendekat padanya tak mempedulikan darah yang sudah memenuhi lantai markasnya ini.

Alisha menggeleng pelan. Ia sangat terkejut. Sisi kaptennya ini baru ia lihat saat ini. Alisha kira adegan seperti ini hanya ada dalam dunia perfilman tapi itu terjadi tepat didepan matanya.

‎Tapi itu hanya sekilas. Tanpa pistol. Alisha melawan hanya menggunakan otot tapi jangan menganggap remeh sosok alisha. Mana mungkin ia diterima di kelompok rendra jika tak mempunyai kelebihan apapun.

‎Diam-diam alisha mngeluarkan pisau yang berbentuk sabit. Lalu melemparnya tepat ke jantung lawannya.

‎Alisha tersenyum senang. Itu adalah hal mudah. Jika dalam bahaya seperti ini maka membunuh pasti di halalkan.

‎Tapi ia tak tinggal diam ,ia berjalan keluar dan membantu teman-temannya melumpuhkan lawan mereka.

Rendra terus menembak dan bidikan pistolnya selalu tepat sasaran. Kadang jantung. Kepala ataukah perut mereka.

‎”bu senja “ujar alisha. Mendengar itu otomatis rendra berbalik dan melihat senja yang masih menggunakan pakaian pasien rumah sakit kini berdiri dekat dengan lawan.

‎Rendra mendesis pelan. Isterinya itu sangat keras kepala. Rendra baru saja ingin melangkah ke sisi senja tapi suara tembakan dan teriakan alisha membuatnya mematung di tempat.

‎”Bu senjaaa……”teriak alisha

‎Itu terjadi beberapa detik yang lalu tepat dihadapannya dan kejadian itu seakan mengambil separuh nyawanya.

‎Rendra memutar badannya menemukan shabila tersenyum sinis disana. Lalu berjalan pergi. Dan ternyata rendra lengah. Ada bodyguard shabila yang berhasil masuk dan membuka ikatan perempuan itu.

‎Rendra tak bisa mengatakan apapun kejadian ini seakan membuat fikirannya membeku. Semua telah terjadi tepat di hadapannya.


‎rendra menatap tumpukan tanah didepannya. Pemakaman ini telah selesai beberapa saat yang lalu tapi rendra masih tak bergeming masih duduk di dekat makam itu.

‎Merasa ada yang kurang dari dalam dirinya karena dirinya orang itu pergi. Pergi dan takkan ada kata kembali disini.

‎Rendra berdiri lalu berjalan meninggalkan pemakaman itu dengan hati yang duka.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here