Seindah Senja #22

0
176
views
Seindah Senja

Kedua pasangan baru bertemu beberapa saat lalu saling diam. Karena sang perempuan sedang marah pada laki-laki yang ada di hadapannya.

‎”Senja…. “Panggilnya
‎”Hmm”jawabnya
‎”Senja… “Panggilnya lagi.

‎”Apa “bentak senja dengan nada ketus, dirinya sangat kesal terhadap suaminya itu. Ia hanya bertanya tentang shabila tapi malah dilarang.
‎”kamu cantik”ujar rendra tapi belum ada tanda bahwa senja berhenti marah bahkan ucapan rendra barusan tak ditanggapi olehnya
‎”senjaaa… “Panggilnya dengan nada frustasi. Sudah hampir 20menit membujuk senja tapi tapi istri tercintanya ini masih kesal.

‎”Senjaaa”panggilnya lagi. Rendra terus mengulang-ulang hingga senja mengarahkan penglihatannya padanya.

‎”Kamu sangat manis”senja mendengus kesal mendengar penuturan rendra.

‎”Enggak mempan”jawabnya datar.
‎”yaudah. Kamu mau apa “putus rendra. Ia menyerah ternyata membujuk seorang perempuan sangatlah susah. Masih mending menghadapi seribu kasus daripada menghadapi senja yang sedang merajuk seperti sekarang

‎”Kan senja udah bilang tadi. Shabila mana”ucapnya dengan sangat cepat.

‎”Tapi humaira…. ”

‎”Yaudah. Mending kak rendra keluar. Senja enggak mau diganggu”potongnya cepat.

‎Rendra mendesis pelan. Istrinya ini sangat keras kepala. Dan hatinya itu terlalu baik, dan keinginannya itu membuat rendra geleng-geleng kepala.

‎Senja mengatakan ingin bertemu shabila. Dan meminta rendra agar kasus ini tidak di perpanjang ke meja hijau. Itu tentu saja membuat rendra keberatan.

‎Kemarin nyawa senja jadi taruhan demi kegilaan gadis tak tahu diri itu tapi permintaan senja ini membuatnya takut.
‎Jika mempertemukan mereka berdua. Bisa-bisa ada lagi kasus baru. Senja belum sembuh total.

‎”Yasudah. Aku pergi dulu ada urusan. Jika merindukanku jangan cari yaa karena kamu sendiri yang ngusir. Aku pergi. Assalamu’alaikum”rendra berdiri dan mengecup kening senja sekilas lalu berjalan keluar. sampai kapanpun takkan ada pertemuan antara senja dan shabila. Takkan ada.

‎”Wa’alaikumussalam “jawab senja. Hanya itu entah dirinya juga merasa lelah. Perlahan perempuan itu tertidur.

Rendi yang mulanya tertidur santai langsung duduk ditempat melihat sosok rendra dengan wajah datarnya.

‎Bawahan rendra itu berdiri membangunkan semuanya temannya dan memanggil alisha di kamarnya. Setelah semua berkumpul mereka berbaris di depan rendra.

‎”dimana shabila”tanya rendra saat melihat semua bawahannya telah berbaris rapi.

‎”Lapor kapten. Dia adalah didalam. Bersama dengan demian. Laki-laki suruhannya. Laporan selesai “jawab rendi dengan lantang dan tepat.

‎Sebagai jawaban rendra hanya mengangguk lalu berjalan mendorong pelan pintu coklat itu dan didalam hanya gelap cahaya hanya masuk dari celah jendela saja.

‎”Apa kabar shabila”tanyanya sinis. Berjalan ke harapan perempuan itu. Menajamkan penglihatannya.

‎kini rendra berdiri di hadapan shabila. Perempuan itu hanya diam.bungkam. merasa pasrah jika ajal menjemputnya sebentar lagi
‎Rendra tersenyum sinis. Tak boleh ada rasa iba disini.

‎”Saya mohon lepaskan anak saya pak rendra. Ia tak tau apapun. Biarkan dia pergi”ujar laki-laki yang terikat di tiang.

‎”Lepaskan kau bilang”tanyanya dan ada bentakan disana.

‎”sebelum kau menembak senja. Apakah kau berfikir .apa resiko yang akan dirimu tanggung……. “bentaknya dan mengepalkan tangannya. Mengingat luka yang senja dapatkan membuat rendra ingin membunuh mereka berdua saat ini juga.

‎”Senja sudah mengambil kebahagiaanku “teriak shabila memotong ucapan rendra.
‎rendra ingin berbicara tapi teleponnya berdering tertera nama senja disana.

‎”Assalamu….. ”

‎”Maaf kapten. Diluar ada sekelompok pria menyerang markas kita. Mereka sudah di depan taman menuju kesini. “Ucap alisha disisi pintu. Karena dari tadi mereka hanya menunggu diluar saja.. Dan tentu saja senja mendengarnya.

‎”Kau lihat rendra. Aku takkan menyerah .mereka datang untuk menjemputku disini. Kau kalah”ujar shabila dengan nada sinis.

‎Rendra mendesis pelan. Mematikan panggilannya dengan senja secara sepihak. Tanpa memperdulikan panggilan khawatir senja. .

Rendra berjalan keluar. Melawan para bodyguard shabila. Tanpa berfikir bahwa senja akan menyusulnya kesini.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here