Seindah Senja #21

0
230
views
Seindah Senja

Setelah mematikan mesin mobilnya. Dia berjalan keluar. Memasuki gedung putih didepannya dan tentu saja istrinya sedang dirawat di dalam.

‎Melewati beberapa lorong dan bertanya di meja depan tadi dimana ruangan istrinya. Rendra memasuki kamar itu dan pandangannya langsung menemukan senja sedang tidur terlelap. Dan alisha Serang duduk di sofa.

‎”Ehh kapten sudah datang. Kalau begitu saya permisi “ujarnya saat melihat rendra berjalan ke ranjang tempat senja berbaring.

‎”Kau langsung ke markas “alisha hanya mengangguk lalu berlalu. Meninggalkan rendra bersama senja.

“Senjaaa… “Panggilnya. Sambil mengusap lembut pipi istrinya itu. Tapi tak ada tanda senja ingin membuka matanya.

“Jangan bermain denganku senja. Buka pejaman matamu dan makanlah”dan mata itu langsung terbuka. Dan saling bersitatap dengan mata rendra.

“Senja kangeen”cicitnya lalu bangun memeluk erat rendra. Memejamkan matanya. Beberapa hari berpisah dengan rendra membuatnya merasa kehilangan sesuatu dalam hidupnya

Rendra tak mengucap apapun. Hanya membalas pelukan senja. Dirinya juga begitu merindukan momen ini.

‎”Senja kira kita takkan bertemu lagi. Tapi sekali lagi allah memberiku kesempatan untuk tetap bersama kak endra. “Bisiknya. Dan rendra tau saat ini senjanya sedang menangis.

‎”senja sangat takut. Apalagi disana tak ada perkembangan bahwa senja akan selamat. Tapi kak rendra datang…. Kak endra datang.. Menyelamatkan senja. Memberi senja harapan…. Bahwa semuanya pasti membaik”terangnya..
‎Rendra hanya mengusap pelan punggung senja. Berusaha menenangkan senja. Membiarkannya meluapkan semua beban dalam hidupnya..

‎”Selama allah mengizinkan saya akan selalu berada disampingmu. Membimbingmu. Membuatmu merasa dihargai. Biarkan mereka menjatuhkan. Tapi dengan kemampuanku maka saya paling depan menghukum mereka “mendengar penuturan itu senja semakin mengeratkan pelukannya.

Allah selalu tau apa keinginan hambanya. Dan lihatlah allah memberinya imam yang baik. Batinnya.

‎”Yasudah. Kamu makan dulu “rendra mengurai pelukannya. Dan menatap wajah sembab senja.

‎Perempuan berkerudung Biru itu hanya mengangguk. Rendra mengusap sisa airmata senja dengan ibu jarinya lalu mengambil piring. Menguapkan makanan pada istrinya.

‎”assalamualaikum anggota semua “teriaknya saat memasuki markas itu. Dan sontak semua temannya hanya menggelengkan kepalanya. Sudah biasa. Batin mereka

‎”Heeii.. Jawab salamku dulu “dan yang alisha dapatkan hanya gumaman tak jelas dari semua pria berseragam disana.

‎”Berhenti mengoceh alisha.Mending kamu membuatkan kami minuman. Kami sangat lelah. Betul kan teman-teman “rendi. Yang berada paling dekat dengan alisha memotong ucapannya. Karena jika dibiarkan perempuan itu akan terus berbicara. .

“Setuju “ucap serempak mereka.

Rendi tersenyum lalu menatap alisha. Menaik turunkan alisnya. Sebagai kode bahwa alisha segera kedapur membuatkan mereka minuman.
‎Perempuan yang rambutnya sebahu itu mendengus kesal. Tapi tetap melangkahkan kakinya kedapur membuatkan minuman para pria disana. 2 tahun lebih bekerja disini membuatnya sangat hafal apa disukai temennya itu.
‎”begini lah resiko jika hanya sendiri di kelompok kepolisian ini. Aku serasa menjadi pembantu dadakan mereka. “Gumamnya

“Rendi. Menurutmu apa yang akan kapten lakukan pada perempuan iblis itu”tanyanya

“Uuussshhh.. Dia juga manusia. Mungkin dia akan sedikit di permainkan oleh kapten “rendi menjawab cepat pertanyaan alex temannya yang ada disampingnya karena yang lain sudah tertidur .

“Dipermainkan???? ”

“Jangan berfikiran negatif dulu. Maksudku. Kapten akan mempermainkan pistol dihadapannya agar dia mengakui kesalahannya sendiri. Dan bisa dipenjara sesuai hukum yang berlaku. “Mendengar penuturan rendi. Alex hanya menganggukkan kepalanya.

Rendi adalah temannya yang paling dekat dengan kapten mereka. Jadi pasti hafal apa yang akan terjadi. Tapi sekali lagi. Mereka tak tau hukuman apa yang akan diberikan pada seseorang yang telah melukai istri kaptennya itu.

Alisha membawa nampan berisi 12 minuman di tangannya. Dengan hati-hati, lalu menyimpannya di meja. Matanya menatap semua temannya.
‎”Dasar. Menyuruhku membuat minuman tapi malah tertidur semua”gumamnya.
‎Lalu berjalan kekamarnya yang dibuatkan khusus untuknya.
‎”Terasa tidak sabar. Shabila akan diapakan sama kapten. Tapi kurasa bu senja pasti membatalkannya “batinnya….


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here