Seindah Senja #19

0
204
views
Seindah Senja

Semua bahawan rendra saat ini sedang melongo bahkan ada keterkejutan dalam benak mereka. Mata mereka menangkap sosok kaptennya sedang menangis. Menangis katanya. Kapten yang dingin. Tdk ada senyuman atau keramahan. Tapi saat ini sedang menangis dan terus menggumamkan nama senja.

Mereka saat ini sedang perjalanan pulang ke kota. Senja telah ditemukan. Dan yang menemukan adalah rendra sendiri.. Setelah berjalan menelusuri hutan. Dengan hanya mengkuti perasaannya saja. Sosok senja ia temukan dengan tak berdaya.

Hati rendra seakan keping seketika. Melihat senja terikat tanpa jilbab di kelapanya. Dan darah sudah memenuhi lehernya. Dengan tergesa-gesa rendra membuka semua ikatan itu lalu membopong tubuh senja yang pingsan.

“Cepat rendi. Atau nyawamu jadi taruhan “bentaknya. Keadaan senja sudah sangat memprihatinkan jika tidak ditolong segera maka tak ada bisa di selamatkan

“Senja buka matamu sayang. Lihatlah aku sudah ada di hadapanmu sekarang. “Gumamnya lalu mencium kening istrinya berkali-kali.

“Senja. Humaira. Bangunlah. Aku takkan memaafkan siapapun jika sampai terjadi sesuatu padamu”desisnya.

Bawahan rendra yang mendengar itu bergidik ngeri. Membayangkan saja membuat mereka takut apalgi seseorang yang berada di posisi itu. Dan satu hal yang mereka simpulkan selama rendra jadi kaptennya. Kapten mereka itu sangat kejam. Dan tak ada kata ampun untuk mereka yang terbukti bersalah.

“Kak endra”lirihnya saat membuka matanya. Dan yang tertangkap oleh matanya adalah wajah sang suami sendiri.
Rendra tersenyum tulus. Sangat merasa lega karena senja membuka matanya.

“Ini benar kak endra. Ini nyata bukan ilusi senja lagi kan. “Tanyanya lalu meraba wajah rendra. Untuk memastikan apakah ini nyata atau hanya mimpinya. Posisi mereka saat ini adalah tepat di tengah dan di belakang ada 3 bawahan rendra disana di depan ada rendi dan alisha. Dan yang lainnya berada di mobil yang berbeda.

Rendra menarik tangan senja lalu mencium tangan itu beberapa kali. Agar senja percaya bahwa yang sedang di depannya saat ini adalah rendra-nya.

Senja terus saja menatap rendra. Merasa tak percaya. Allah mendengar doanya. Suaminya benar-benar datang padanya. Senja sedang tidur di paha rendra. Karena rendra ingin senja tetap nyaman.

Setelah beberapa menit. Perempuan itu meringis kesakitan. Tiba-tiba kepalanya sangat sakit. Senja memegang kepalanya lalu memejamkan matanya .sakit ini sangat menguji dirinya.

Rendra langsung panik .apalagi ada banyak darah yang memenuhi leher senja. Dan darah itu merembes kemana-mana.
“Bertahanlah senja. Kita sebentar lagi sampai rumah sakit…. Percepat laju mobil ini rendi.. “Bentaknya karena tak tahan melihat senja seperti sekarang ini.

Setelah mobil terparkir. Alisha langsung berlari keluar memanggil suster untuk membawakan bankar untuk senja.

Rendra berjalan keluar dari mobil dengan senja yang ada di gendongannya. Melihat suster datang. Dirinya menidurkan senja di bankar tersebut dengan hati-hati
“Ikuti mereka alisha aku ada urusan. Kabari aku jika ada informasi dari dokter”ucapnya datar setelah suster membawa senja berlalu.

Alisha mengangguk lalu berjalan cepat. Mengikuti arah senja yang dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perempuan itu duduk di kursi tunggu. Istri kaptennya itu dibawa ke ICU.
“Astaga. Badanku terasa remuk semua. 5 jam duduk dalam mobil dan perjalanan tadi sangat tdk baik. “Keluhnya.
“Semoga bu senja baik-baik saja “gumamnya lalu menyandarkan punggungnya di kursi tersebut.

“Apa maksud kalian. Senja hilang. Ini tidak mungkin terjadi. Tdk ada siapapun tau tentang hal ini”bentaknya. Begitu geram.

Pagi ini mereka merencanakan akan membawa senja jauh dari sini. Tapi kejutan apa ini. Senja tdk ada di pohon itu. Tempat dimana kedua anak buahnya mengikat senja semalam.

‎”kelilingi hutan ini. Dan temukan perempuan itu”bentaknya lagi. Dan kedua laki-laki berbadan besar itu berbalik dan mencari perempuan yang semalam mereka bawa kesini.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here