Seindah Senja #17

0
152
views
Seindah Senja

“Hai sahabat cantikku… “Ucap seseorang tersebut dihadapan perempuan yang sedang terikat di pohon.

Perempuan itu hanya bisa menangis. Tak bisa mengucapkan apapun karena mulutnya tertutup kain.

‎”Jangan banyak bergerak senja sayaaang”ucapnya lagi dengan nada yang di lembutkan. Lalu tertawa.

‎Senja hanya menggelengkan kepalanya terasa tak percaya melihat seseorang yang ada dihadapannya saat ini. Dirinya terus meronta dengan harapan shabila akan melepaskannya. Mengabaikan rasa sakit yang ada di kepalanya

‎”jangan bandel senja. “Bentak shabila. “Kau tau aku sangat bahagia melihat kau tak berdaya seperti ini”lanjutnya lagi. Mengabaikan senja yang terus menangis.

‎”Tak percaya”tanyanya dan senja langsung mengangguk cepat.

‎Senja benar-benar tak percaya. Dia mengira rendra hanya salah paham saja. Tapi ini tak mungkin sahabat terbaiknya melakukan hal seperti ini padanya.

‎”Uuussshhhh”shabila menyimpan jari telunjuknya didepan bibirnya sendiri. Menyuruh senja diam.

‎shabila berbalik meninggalkan senja sendiri di sana tak ada niat sama sekali baginya untuk membuka sumpalan kain pada mulut senja ataupun membuka ikatan itu padahal dia tau senja baru saja sudah dioperasi.

Senja bersandar pada pohon itu. Merasa sangat lelah di posisi seperti ini dengan luka yang masih lama mengering. Dirinya memejamkan matanya dengan harapan allah akan memberinya kekuatan atas ujian hidupnya saat ini.

……..

“Kak rendra”panggilnya pada laki-laki yang sedang menatapnya kini.

Laki-laki itu hanya menaikkan satu alisnya sebagai tanda tanya pada istrinya itu.

‎”Senja sangat percaya bahwa kak rendra adalah jodoh untuk senja”girangnya menatap pantai. Hari ini adalah keempat mereka berlibur disini.

‎Rendra hanya diam menatap wajah binar bahagia senja dari samping. Mereka berdua sedang duduk di pasir tanpa alas sama sekali.

‎”Senja bahagia karena senja percaya bahwa kak rendra lah org yang allah kirimkan untuk menjadi pelindung jika senja sedang terluka nanti bisa juga di akhirat nanti. “Lanjutnya sambil menerawang bahwa allah tak pernah memberikan takdir buruk pada seseorang hanya orang itulah yang tak pernah bersyukur atas apa yang dimilikinya.

‎”Saya akan membimbingmu ke surga membuat para bidadari disana cemburu akan ke shalihan yang kamu miliki. Dan kau tau aku sangat bersyukur atas nikmat allah saat ini. Bisa memberikan suasana Indah pada kita “ucap rendra.

‎Senja tertegun.Menoleh menatap mata suaminya mencari kebohongan tapi tak dirinya dapatkan. Memejamkan matanya sejenak mendekat pada rendra lalu memeluk erat suaminya dengan harapan setelah liburan ini semua akan baik-baik saja. Tapi sekali lagi senja percaya rencana allah tak pernah salah pada hambanya.

‎………..

Senja membuka pejaman matanya. Sekilas dirinya mengingat perkataan rendra padanya. Tadi dia menyerah tapi ucapan rendra meyakinkannya bahwa suaminya itu akan datang disini. Akan menjemput bidadarinya kemari.

‎”Ya allah. Kepercayaan ini adalah milikmu. Tapi dengan izinmu diriku menggunakannya untuk mempercayai dirinya yang telah halal untukku. Bahwa dia akan datang kemari dengan bantuan dirimu. Aku percaya kak rendra tak akan diam tanpa melihat keadaanku. Ya allah. Terima kasih atas ujian padaku. Dan aku sangat tau ragaku bisa melewati semua ini. “Batinnya.

Senja meringis pelan. Kepalanya sakit sekali. Shabila hanya datang lalu menghilang entah kemana. Langkahnya tidak terlihat olehnya karena pohon yang menjulang tinggi.

‎Senja menyandarkan kepalanya pada pohon itu. Dengan harapan sakit ini reda.

‎”Maafkan senja ya allah karena saat ini aurat senja terbuka. Senja juga belum melaksanakan kewajiban senja. “Batinnya lagi.

‎saat membuka mata senja melihat tadi ada sekilas cahaya tertuju padanya tapi hanya sebentar.

‎Dan tak lama setelah itu ada suara teriakan menyebut namanya. Ada harapan saat ini. Itulah yang senja rasakan.

‎”Terimakasih ya allah. Alhamdulillah “batinnya.

‎Org tersebut masih berteriak. Tempat senja memang sedikit bersembunyi dan sangat sulit ditemui itulah yang bisa senja simpulan karena pohon yang mengelilinginya.

Tapi harapan itu memudar saat melihat shabila dengan pengawalnya begitu tergesa-gesa datang padanya.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here