Seindah Senja #14

0
223
views
Seindah Senja

kapten Rendra kami telah menangkap laki-laki yang menembak ibu senja. Sesuai perintah kapten kami tidak membawanya ke penjara akan tetapi ke rumah kosong pilihan kapten “mendengarkan hal itu membuat rendra mengangkat wajahnya yang awalnya tertunduk melihat lantai sambil memijat pelipisnya.

“Kau boleh pergi “bawahan rendra itu undur diri. Melanjutkan penyelidikannya.

Rendra berdiri memasuki ruangan tempat istrinya berbaring. Duduk di pinggir ranjang bankar tersebut.
“Senja.. Mengapa tak pernah mendengar aku. Bukankah kukatakan jangan ceroboh. Mengapa tidak katakan padaku jika dirimu ingin keluar belanja. “Ucapnya lirih lalu menggengam erat tangan senja.
Tak ada jawaban yang rendra dapatkan ini sudah tiga hari berlalu tapi tak ada perkembangan senja untuk membuka pejaman matanya.
‎”Kau tau. Aku begitu merindukan sikap cerewetmu itu”lanjutnya lagi. Rendra menatap wajah Senja. Wajah itu memucat. Tak ada lagi senyuman ceria senja. Suara rajukan senja. Dan tentu saja bicara panjang senja.
‎”Kini kau terluka. Shabila benar-benar membuat kesabaranku teruji. Awalnya aku memaklumi semuanya. Tapi kini ia melangkah ke nyawamu”geramnya. Bahkan tanpa ia sadari ia menggenggam kuat tangan senja.
‎”Aku takkan mengampuni apapun”desisnya seakan ingin membunuh seketika laki-laki suruhan shabila itu.
‎ tatapannya melunak saat melihat wajah tenang senja kembali. Seakan hanya senja yang bisa meredakan segala emosi dalam diri rendra
‎”Aku pergi dulu. Mengurus sesuatu. Jaga dirimu “rendra perlahan melepaskan tangan senja lalu mengecup kening isterinya. Menatap senja lama. Saat melihat perban di belakang kepala senja emosinya langsung memuncak. Rendra berjalan keluar dengan emosi yang begitu besar.

‎Tanpa rendra sadari perempuan itu sudah terbangun sadari tadi hanya tidak membuka pejaman matanya. Air matanya datang. Hatinya begitu sesak. Mendengarkan nama sahabatnya disebutkan oleh suaminya membuatnya kini tau apa alasan laki-laki itu begitu membenci shabila.
‎”Astagfirullah… “Lirihnya.
‎”shabila. Tapi apa yang terjadi “gumamnya.
‎”Mungkin rendra salah paham saja. Senja harus menyelamatkan shabila. Rendra sangat bahaya jika amarah menghampiri hatinya “senja bangun. Ia memegang kepalanya.
‎”Senja harus menyelamatkan shabila”gumamnya. Mengabaikan rasa sakit kepalanya. Perlahan senja berdiri. Berjalan keluar.

‎”Bu senja ingin kemana”tanya salah satu bawahan rendra yang ditugaskan khusus untuk menjaga senja di rumah sakit.
‎”aku ingin bertemu kak rendra. Kemana dia pergi”gumamnya.
‎”Bu senja masih sakit. Bahkan baru saja sadar. Sebaiknya istirahat saja. Tadi kapten rendra menyuruh kami untuk menjaga ibu “lanjutnya lagi.
‎Senja terkejut mendengar nama kapten yang disebutkan polisi wanita didekatnya saat ini. Seribu pertanyaan berada dalam benaknya saat ini
‎”Kapten…..???”tanyanya dengan ambigu.
‎”Kapten rednra adalah ketua dari tim kami.. Dan beliau adalah….. Bu senja “ucapannya terpotong dan langsung menyebut nama senja karena perempuan itu tiba-tiba pingsan


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here