Seindah Senja #12

0
579
views
Seindah Senja

“Ini tas mu suami muka datar. Semangat bekerja. Jangan genit sama perempuan lain. Disini ada senja yang menunggu. Dan jangan…. “Ucapan senja terhenti saat rendra tiba-tiba mengecup keningnya.

‎”Aku berangkat. Assalamu’alaikum “ucap rendra. Setelah senja mencium tangannya. Ia berbalik menuju mobil. Hari ini rendra kembali bekerja. Liburan mereka sudah selesai. Saatnya memulai aktivitas masing-masing.

‎Setelah melihat mobil rendra menjauh. Senja berbalik. Masuk kedalam rumah. Entah mengapa dirinya menjadi tiba-tiba diam tadi saat rendra melakukan hal itu.

‎”Si kulkas berjalan itu. Berlaku sok romantis. Senyum dikit kek sama istri. Astagfirullah. Senjakan harus membersihkan rumah. Kenapa malah celoteh gini “ucapnya. Memukul pelan mulutnya karena tdk pernah kehabisan kata untuk berbicara.

‎Ia menuju kedapur. Membersihkan makanan sisa sarapan paginya tadi. Lalu mencuci piring. Dan melakukan pekerjaan ibu rumah tangga lainnya.
‎ Awalnya senja ingin melanjutkan kuliahnya. Karena masih semester 4.tapi bundanya menyuruhnya menundanya dulu. Dan meminta senja fokus dengan rendra saja. Dan setelah memikirkan semuanya. Senja menangguk saja.

‎”aku ingin kau melakukan sesuatu hari ini. Harus hari ini. Berikan aku kejutan. Ini untukmu. Pergilah “setelah mendengar titah perempuan dihadapannya. Laki-laki itu mundur dan berjalan keluar.

‎ Wanita itu tersenyum kemenangan. Hari ini waktunya dirinya berpesta. Kemarin senja yang berpesta sekarang giliran dirinya.

‎”Kau adalah sahabat terlugu senja. Aku ingin lihat sampai mana kau bertahan bersama permainan seorang shabila”ujairnya lalu meminum wine dihadapannya. Inilah keseharian dirinya.

‎Semenjak semuanya berakhir. Hidupnya menjadi tak berarah. Senja menghancurkan segala keinginan terbesarnya. Seandainya senja membiarkan shabila mengambil pertandingan se-indonesia itu mungkin mimpi shabila sudah terwujud.

Tapi senja membuat semuanya lebur. Dan ditambah lagi. Saat pulang sekolah org tuanya kecelakaan. Hari itu dirinya hancur tak tersisa. Dan senja mengabarkan padanya bahwa senja menang.

‎dirinya sedang berduka dan perempuan itu malah memberinya berita Seperti itu.

‎”Kau akan merasakan lukaku senja”ucapnya dengan nada kebencian yang begitu jelas.

‎”Maaf pak. Bukannya saya ingin menganggu tapi ada telepon dari pihak rumah sakit bahwa istri bapak sedang dirawat disana. Mertua bapak sedang berada di luar negeri. “Ucap sekertaris itu dengan takut. Tadi rendra memberitahukan padanya jangan mengganggunya. Akan tetapi ini penting.
‎”Kau boleh pergi “ucap rendra datar. Dan wanita itu berbalik dan keluar dari ruangan rendra.

Rendra bangun dari duduknya. Meninju tembok. Matanya menggelap. Ia sangat emosi. Ia tau ini pasti ulah sahabat senja tak tau diri itu
‎rendra mengira perempuan itu sudah berhenti. Akan tetapi ini semakin menjadi seperti ini.

Rendra menarik jasnya yang ada di kursi. Lalu berjalan keluar. Tanpa ada ekspresi sama sekali. Shabila sudah menantangnya saat ini. Ia tersenyum licik. Senja belum tau apa pekerjaan rendra sebenarnya.

‎”Tentu saja shabila. Luka dibalas luka. Akan ku ikuti permainanmu”desisnya dengan ancaman yang tersembunyi. Dia sudah cukup sabar saat kemarin .tapi ternyata sahabat tersayang istrinya itu membakar api saat ini. Dan yang biasa memadamkannya sedang terbaring sakit..


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here