Seindah Senja #10

0
171
views
Seindah Senja

“Ingat senja, bunda mau cerewetnya ditunda dulu. Itu mulut di kunci. Bisa?? “Peringat perempuan berjilbab silver itu pada seorang gadis cantik di hadapannya.dan gadis yang sudah di make up natural tersebut hanya mengangguk saja.

Vina tertegun melihat putrinya telah berpakaian pengantin. Sangat elegan. Senja begitu cantik dengan pakaian pilihannya sendiri. Hari ini adalah acara yang dinanti .hari pernikahan senja dan rendra.
‎sebagian undangan telah hadir diluar. Tinggal menunggu rombongan rendra datang. Yang diwakilkan oleh om dan tantenya karena org tua rendra telah meninggal.

“Saya terima nikah dan kawinnya senja binti buntoro prakasa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai “..ucap laki-laki itu dengan tegas tanpa jeda.
‎Di kamar. Senja memeluk bundanya. Tadi jantungnya berdetak sangat cepat. Tapi sekarang begitu lega. Ia telah menjadi seorang istri. Kehidupannya telah berubah beberapa detik yang lalu.
‎”Kita keluar sayang”ujar bundanya mengurai pelukan diantara mereka. Lalu menuntun senja. Keluar dari kamar .bertemu dengan suaminya. Rendra.

‎Senja berjalan dengan pelan. Dituntun oleh bundanya. Semua mata tertuju padanya. Senja duduk di samping rendra. Duduk menghadap rendra. Mencium tangan rendra yang kini menjadi suaminya.
‎Kini giliran rendra yang mencium kening istrinya saat ini. “Kak rendra jangan kelamaan. Senja malu tau. Walaupun senja selalu cerewet kayak rel yang tak berujung sampai tempatnya. Tapi senja juga malu kak rendra”ujar senja berbisik dan tentu saja hanya rendra yang bisa mendengarkan hal itu.

‎Tanpa senja sangka. Rendra langsung mencium pipi kanan dan kirinya dari balik cadarnya. Sangat cepat. Hanya sekilas saja. Dan tentu saja yang terkena adalah cadarnya.
‎karena terkejut. Saat rendra menjauh. Senja menutup wajahnya karena Malu. Sontak membuat semua undangan tertawa melihat kelucuan mempelai wanita.

‎Acara resepsi sudah mulai daritadi. Sudah banyak undangan yang datang menyalami mereka. Awalnya senja menginginkan tempat perempuan dan laki-laki terpisah. Mempunyai tempat tersendiri.. Akan tetapi luas tempat yang dipilih orang tuanya tidak memadai.

‎daritadi senja belum pernah mengajak rendra berbicara. Ia marah pada laki-laki itu karena telah mempermalukan dirinya. Dan senja menatap rendra. Laki-laki itu hanya memperlihatkan muka datarnya pada semua org.

‎”Kak endra senyum dikit. Biar terlihat ramah. Nanti para undangan mengira kak rendra itu sombong. Itu senyum mahal banget”bisiknya. Bahkan ia melupakan sikap merajuknya tadi.
‎”hmm”jawab rendra. Dan dirinya tetap memperlihatkan muka datarnya pada semua org. Senja menghembuskan nafasnya lelah. Sekaligus kesal melihat rendra seperti itu.

‎”Kak rendra senyum itu pahala menurut senja. Ini permintaan istri loh. Seharusnya hari ini kita bahagia. Bukan malah muka datar seperti itu “bisiknya lagi saat undangan berlalu di hadapannya.
‎”Nanti kamu bilangin saya genit. Di toko perhiasan kemarin kamu marah enggak jelas. Sekarang malah nyuruh saya senyum pada semua orang “ucap rendra datar. Dan ia tak sadar sudah berbicara panjang tadi.
‎”kak endra baru ngucapin 21 kosa kata. Itu belum panjang. Coba bicara panjang lagi…. ”Ucapan senja terpotong oleh deheman bundanya. Saat senja melihatnya. Bundanya memperingati nya agar jangan cerewet. Senja langsung mengangguk. Dan mulai menyalami para undangan lagi.
‎Rendra tersenyum samar. Nyaris tak terlihat sama sekali. Tapi senja tau ia menatap rendra dengan Mata memperingati. Bahwa rendra tdk boleh menertawainya.

‎Mereka berdua sama-sama diam. Menyalami tamu satu per satu. Tanpa ada obrolan apapun lagi.

‎shabila menggenggam gelas itu dengan sangat kuat. Emosi. Dendam seakan semakin menancap dalam hatinya. Hari ini mungkin dirinya tdk bisa melakukan apapun. Tapi rencana masih banyak dalam dirinya. Ia takkan menyerah.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here