Seindah Senja #04

0
981
views
Seindah Senja

Senja memasuki kamarnya dengan perasaan bahagia. Rendra tau semuanya. Dirinya berbaring di kasur dengan seprey bermotif senja. Seperti namanya. Tanpa membuka jilbabnya. Hari ini ia sudah mengungkap kegundahan hatinya.

‎”Kak endra memang the best. Subhanallah. Pernikahan ini akan Indah sekali. Uuuhhh kak endra walaupun malas bicara. Tak apa. Aku tau semuanya “gumamnya. Dan lama-kelamaan ia tertidur.

“Saya tak akan setuju rendra menikah dengan gadis lugu tak berguna seperti itu “geram seorang wanita
‎”Kita tak bisa menghentikan semuanya sayang. Rendra bahkan tak menentang semuanya. “Jawabnya
‎”Tidak. Saya akan melakukan apapun. Agar pernikahan ini tidak berjalan sampai kapanpun “gumamnya lalu melempar pisau tepat kearah foto yang terpajang di dinding. Pisau itu tepat berada di foto itu.
‎”Gadis lugu itu akan pergi seperti yang kumau”lanjutnya lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.

“Assalamu’alaikum pak rendra. Ada seorang perempuan yang ingin menemui anda”.sekertaris itu berlalu setelah melihat atasannya mengangguk tanda setuju.

‎”Assalamu’alaikum kak endra. Senja datang. Kebetulan hari ini libur kuliah. Dan bunda bilang kak rendra sedang sibuk. Tapi senja pengen cerita jadi kesini “ujarnya ceria lalu duduk di sofa. Menyimpan makanan yang ia bawa di meja dan menatap lawan bicaranya.
‎”Kak rendra. Laptopnya disimpan dulu okey. Ingat jawab salam itu wajib. Hentikan itu dulu “ucapnya lagi sambil memainkan telunjuknya didepan wajahnya sendiri.
‎”Wa’alaikumussalam. “Jawabnya datar. Tanpa peduli celotehan senja yang begitu panjang.

‎Senja baru saja ingin berbicara tapi sekertaris sudah masuk kembali
‎”Maaf pak. 30 menit lagi meeting. “Lapornya.
‎”Astagfirullah. Kak endra belum makan. Hentikan itu dulu. “Senja berdiri dan menuju meja kerja rendra. Berkacak pinggang. tapi rendra tetap tidak mempedulikannya.

‎Ia berjalan dan menutup tiba-tiba leptop laki-laki itu. Sekertaris yang ada disana terkejut melihat tindakan senja. Karena jika org lain yang melakukan itu. Ia pasti sudah di marahi abis-abisan oleh kepala perusahaan itu.

‎”Stop. Dan ikuti aku kesofa untuk makan kalau tidak aku akan marah dan mogok berbicara padamu selama beberapa jam kedepan”tuturnya dengan nada tegas.

‎Rendra menatap senja dan menaikkan sebelah alisnya. Heran mendengar ancaman senja tadi. ‎”Bisa?”tanyanya.
‎”bisalah. Kenapa tidak. Jika kak rendra tak mau menurutiku aku akan marah. Dan tak memperdulikan jika rendra datang. Pikirkan saja pekerjaan mu itu. “Ujar senja lagi. Kembali duduk di sofa. Duduk membelakangi meja kerja rendra. Dan mengunci mulutnya dengan tangannya sendiri.
‎Rendra tersenyum samar. Bahkan tak terlihat. “Baik”ucapnya lagi. Lalu duduk di sofa single. Mengambil makanan yang dibawa senja memakannya dengan perlahan.

‎Sekertaris yang ada disana melongo.Bahkan sangat heran. Dan apa tadi. Bosnya tersenyum. Tersenyum ..kata itu terulang dalam hatinya. Dan bosnya tak marah saat senja menutup laptopnya secara tiba-tiba. Ia semakin heran saat perempuan yang tadi kini berceloteh tanpa henti di hadapan ceo itu.

‎Dan jawabannya hanya hmm saja. Dan perempuan itu tak memperdulikan sikap itu. Bahkan binar ceria sangat kentara dilihatnya. Pasangan yang aneh. Batinnya. Berbalik dan berjalan keluar.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here