Satria Aderald #07

0
84
views
SATRIA ADERALD

Pengumuman resmi Satria Aderald


“Sekali aku berucap milik ku. Maka kamu mutlak tetap milik ku.”

____________SatriaAderald_____________

Aurel berjalan di koridor dengan wajah judes. Dia merasa risih karena orang-orang terus membicarakannya dari berbagai sudut. Masih pagi tetapi mulut mereka sudah minta di sumpal. Ingin rasanya Aurel berteriak kasar sekarang juga.

“Astagfirullah, astagfirullah. Nyebut, Rel. Biar jiwa bar-bar lo nggak keluar,” batin Aurel berseru sambil beberapa kali mengatur napasnya untuk meredam emosi yang sudah bergejolak dalam dirinya.

“HEH CUPU!”

“SIALAN!”

Aurel refleks mengumpat saat seorang memanggilnya sembari menarik bahunya ke belakang drngan kasar, hingga membuat Aurel refleks mundur dan berbalik.

Aurel mengkerutkan dahinya saat melihat tiga orang siswi yang bisa dibilang cantik. Cantik namun berlebihan yang membuatnya terlihat sepertitante-tante girang. Bagaimana tidak? Baju ngetat yang mana memperlihatkan lekukan tubuhnya yang montok, rok di atas lutut, muka full make-up, rambut juga diombre.

“Ada masalah apa lo sama gue?!” tanya Aurel tajam. Kali ini dia tidak akan tinggal diam ketika ditindas. KEADILAN HARUS MENANG!

Seorang cewek yang berada di tengah diantara ketiganya itu berdecih. Dia–Jesa, cewek cantik namun kelakuannya tidak seperti wajahnya .”Songgong banget

lo! Burik aja sok-sok’an deketin Satria!”

Aurel memutar bola matanya malas, lagi-lagi soal cowok itu. Kenapa rasanya semua menyalahkan Aurel? Padahal Aurel tidak sudi dan tidak berminat sedikit pun untuk berdekatan dengan yang namanya SATRIA ADERALD. Bagi Aurel dia hanya cowok tidak punya hati, dan tidak punya perasaan yang tidak pantas didekati.

“Lo denger ya!” Aurel menggantungkan ucapannya lalu menunjuk cewek itu.”Gue nggak pernah sudi deketin dia! Dianya aja yang terus usik gue!” lanjut Aurel tajam. Membuat ketiganya tertawa mengejek mendengar itu.

“Munafik banget lo!” ucap salah satu temannya Jesa. Dinda namanya.

“Pasti lo yang nembak Satria duluan, kan?” temannya Jesa yang satunya lagi ikut bicara. Dia Kirana.

Aurel mengkerutkan dahinya mendengar ucapan Kirana.”Maksud lo apa?!” tanya Aurel tajam pada Kirana.

Jesa kembali berdecih.”Jangan sok polos! Pasti lo yang maksa-maksa Satria buat jadi pacar lo, kan? Pasti lo yang ngemis-ngemis sama dia, kan?”

“JAGA UCAPAN LO YA!” sentak Aurel kepalang emosi. Namun dia juga kembali berpikir, pacar? Maksudnya apa? Aurel sama sekali tidak mengerti. Dinda menatap Aurel jijik.”Lo itu nggak selevel sama Satria!”

“BACOT LO PADA!” Aurel kembali emosi. Dia pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga. Aurel tidak ingin dia kelepasan menjambak rambut badai mereka.

Apa maksud ucapan mereka bertiga coba? Pacar? Aurel masih jomblo, mana mungkin dia memiliki pacar. Saat lewat mading, Aurel mengkerutkan dahinya melihat sebuah pengumuman. Dia mendekat dan membaca pengumunan tersebut.

PENGUMUMAN RESMI
UNTUK SEMUA MURID SMA PERMATA!

Di beritahukan, untuk hari ini dan seterusnya. Gadis bernama AURELIA JOVANDA kelas XII IPA 4 resmi menjadi pacar SATRIA ADERALD.

Tidak ada kata ‘Tidak’ atau pun ‘Bukan’

Maka dari itu, untuk semua murid SMA Permata. TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGUSIK AUREL SEDIKIT PUN! BAIK DARI SEGI UCAPAN MAUPUN FISIK!

BAGI YANG BERANI MELANGGAR! BERURUSAN LANGSUNG DENGAN SATRIA ADERALD DAN SELURUH ANGGOTA LEGISTER.

SURAT INI RESMI DIBUAT OLEH LEONIL SAGRAHA ATAS PERINTAH SATRIA ADERALD DENGAN KONDISI SADAR DAN TANPA ADA TEKANAN DARI PIHAK MANA PUN.

Tertanda!

Satria Aderald
Ketua Legister

______________________________________

Aurel melongo membaca surat pengumuman tersebut. Apa maksud semua ini? Enak saja Si Satria itu mengklaim dirinya sebagai pacarnya. Dan lagi, kapan dia menyatakan perasaanya pada dirinya? Melalui pengumuman ini? Oke Aurel akui dia sedikit anti mainstream. Namun tetap saja dia tidak sudi menjadi pacar cowok tidak punya hati itu, walau perempuan di SMA Permata ini memuja-mujanya bak Dewa. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Dengan kesal, Aurel mencabut pengumuman itu dari mading, lalu dia berjalan untuk mencari cowok tersebut.

Aurel meremas kertas itu dengan mata yang terus mencari-cari sosok Satria Aderald. Saat di pertigaan koridor, Aurel berhenti melihat segerombolan lelaki memenuhi lorong yang cukup gelap. Aurel yakin itu anak-anak geng yang diketuai oleh Satria. Dengan emosi Aurel segera bergegas menuju jejeran lelaki itu, tepatnya menuju kerumunan.

Dahinya mengkerut saat melihat cewek tadi yang menghadangnya di koridor utama sedang menangis ketakutan.

“SINGKIRIN DARI HADAPAN GUE!” teriak Jesa histeris.

Leon tertawa.”Lo baca pengumuman di mading, tapi masih aja lo lakuin. Oon banget ya lo?” katanya sambil kembali menakuti Jesa dengan kecoa yang dia bawa.

Beberapa dari mereka menoleh saat melihat Aurel. Ibu bos datang!

“Eh ibu bos?”

Aurel mendelik saat Yusuf berujar demikian.

“Lo semua ngapain bully dia?” tanya Aurel ketus.

“Ya karena dia udah usik lo,” jawab Hidan santai sembari bersandar di dinding.

Aurel menghela napas.”Satria yang suruh?” tanyanya setengah kesal.

Erik menghampiri Aurel dan berdiri di hadapannya.”Ibu bos yang cantik j–”

Tak!

Erik ¬†meringis sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat ulah Genta yang menjitaknya.”Muji boleh, tapi ingat dia siapa,” kata Genta mengingatkan.

 

Erik menyengir lebar mendengarnya. Dia kemudian beralih menatap Aurel lagi.”Ibu bos jangan marah-marah ya? Pak bos ada kok.”

“Di mana?” tanya Aurel tidak mau basa-basi dan tidak mau mengurus Jesa yang masih saja menangis hanya karena kecoa. Baginya bertemu dengan Satria lebih penting untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here