Salsa yang Malang

0
61
views

“Salsa … Mama pulang, bawain coklat kesukaanmu.” Lastri mencari putri semata wayangnya di penjuru rumah.
Sayangnya, ia tak menemukan Salsa.

“Salsa … dimana kamu, Nak?” Lastri terus memanggil putri kesayangannya itu.

“Mas … kamu dimana?” Lastri baru teringat, kalau suaminya ada di rumah. Mungkin, Salsa bersamanya.

“Udah deh, Mama capek nyariin kalian. Keluar dong!” Lastri mulai kesal.

Lagi-lagi Lastri teringat sesuatu hal.
“Astaga! Kenapa aku jadi pelupa sekali. Salsa dan Mas Jae, ada di kamar atas,” ujar Lastri sambil menepuk pelan keningnya.

Berlari Lastri menuju kamar atas, menaiki tangga yang lumayan curam.
Setibanya di lantai atas, Lastri berjalan menuju sebuah kamar.

“Sayang, Mama pulang. Ini Mama beliin coklat yang kamu minta.” Lastri membuka selimut yang menutupi tubuh putrinya. Diletakkan coklat itu di samping Salsa.

“Mas, lain kali kalau Salsa minta coklat, kamu jangan marahin dia. Apa lagi sampai kamu lempar dia ke dinding. Aku tahu, kamu lagi banyak masalah. Salsa sudah terbiasa manja. Apa pun kehendaknya harus diturutin.”

Lastri mengusap wajah suaminya, setelah itu memasukkan potongan-potongan tubuh Jae ke dalam plastik hitam.

Lalu, Lastri menutup kembali tubuh Salsa dengan selimut baru. Selimut yang tadi ada noda darahnya.

‘akan kuapakan tubuh si bajingan ini’ batin Lastri.

End …

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here