Real Story – Wanita Tengah Malam

0
254
views

“Siapa di sanaa?!” Teriakku sembari menghentikan wudhu malam itu.

Sejak bangun tadi suara itu terus mengganggu. Mulai dari suara kursi yang bergeser, dinding yang digebuk, sampai suara meringis kecil dari arah ruang tamu.
Aku pun meletakkan gayung dan langsung berjalan menuju ke arah ruang tamu.
Namun, tidak ada siapapun. Bahkan kursi yang tadi seolah bergeser, tidak terlihat berpindah sedikitpun.
Pukul 02.10 malam.
Aku langsung kembali ke kamar mandi, untuk mengulang wudhu yang terhenti.
Begitu membasuh wajah, kembali suara seperti meringis muncul dari arah ruang tamu.

Terus saja.
Aku meneruskan wudhu sampai dengan selesai. Walaupun ada seseorang kurasakan yang sedang berdiri tegak menunggu di belakangku.
Selesai berdoa.
Kakiku melangkah ke sebuah kamar yang sengaja aku kosongkan, untuk dijadikan ruang shalat.
Di ruangan tersebut, hanya ada sehelai tikar sebagai alas sajadah, dan sebuah lemari kecil yang kubuat sebagai tempat buku dan Al Qur’an.

“Allahu Akbar,” ucapku sebagai memulai shalat.

Tapi apa yang kudengar. Suara seorang wanita yang sedang cekikikan kecil, terdengar dari belakang pintu ruangan tersebut. Seolah tak mengindahkan, aku terus saja menyelesaikan shalat malam itu.
Kembali.
Suara-suara yang itu pun semakin mengganggu. Suaranya semakin lama semakin kuat, serasa kepala ini semakin membesar dan berat.

***

Selesai salam.
Aku langsung melihat ke belakang dengan posisi masih duduk.
Masyaallah!
Ternyata ada seorang wanita berambut gimbal dan berbaju putih agak kecoklatan sedang menatapku dari sudut ruangan.
Walaupun wajahnya tak terlihat jelas, karena tertutup rambut. Tapi aku yakin, saat itu dia memang sedang menatapku sinis.

Aku memang bukan tipe orang yang penakut dan mudah panik melihat hal seperti ini.
Karena sejak kecil dahulu. Aku sering melihat berbagai sosok menyeramkan.
Sebelum akhirnya, Ibu membawaku ke seorang ustad ketika usia dua belas tahun.

Setelah selesai berdoa. Aku pun melipat sajadah dan meletakkannya ke sebuah gantungan.
Melirik lagi, tetapi dia sudah tidak ada.
Namun bau aneh pun muncul seketika. Seolah tak memperdulikan, aku langsung mematikan lampu dan kembali ke kamar tidur.

***

Saat mataku hendak terpejam. Tetiba saja suara ketukan keras dan perlahan terdengar mengetuk pintu kamarku. Padahal, aku tinggal di sini seorang diri.
Pasti.
Itu bukan manusia.

“Sudahlah … aku mau tidur, kau tidak usah mengganggu lagi. Ini sudah malam, besok aku bangun kesiangan!” Teriakku dari atas tempat tidur.
Walau pun aku sadar, tidak ada seorang pun dari balik pintu itu.
Hilang.
Suara itu pun hilang. Tapi bukan sampai di situ.
Malah ia sekarang sedang duduk tepat di ujung tempat tidur–di sebelah kakiku.

Wajahnya menunduk dengan rambut gimbal melebar di lantai kamar. Aku tidak memperdulikannya, kemudian membaca doa dan memejamkan mata sebisaku. Sampai akhirnya, alarm HP pun membangunkanku untuk kembali ibadah shubuh.

Inilah kisah nyata yang kualami pada February 2020 kemarin. Di sini, di kosan yang kutinggali….

by : Syahrukh Khan

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here