Prolog Tuan Muda Duda

0
92
views
Tuan Muda Duda

Athar Bima Dirgantara, akrab dipanggil Athar. Athar baru saja tamat SMA, dia mempunyai kekasih bernama Putri. Hubungan mereka tidak direstui kedua orangtuanya sebab mereka berdua berasal dari keluarga yang berbeda, perbedaan mereka bisa dikatakan ibarat langit dan bumi.
Karena sudah dibutakan oleh cinta, Athar dengan berani membawa Putri menjauh dari kedua keluarganya.

Lama tidak mendapat berita, ternyata mereka sudah menikah sekitar empat bulan lalu. Hal itu membuat Dirgantara, ayahnya Athar bertambah murka.

Satu tahun telah Athar lewati hidup bersama Putri, mereka sering berantam akibat ekonomi yang kurang memadai, apalah yang bisa dilakukan Athar, dia yang terlahir manja dan hidup dengan kemewahan tidak mungkin bisa berkerja keras sedangkan dulu saja dia hanya menengadahkan tangan meminta uang pada orangtuanya.

Sedangkan orangtua Athar, dia terus memantau anak semata wayangnya, mereka pun tidak ingin kehilangan anak satu-satunya. Namun, meskipun begitu mereka tidak juga merestui status anaknya yang sudah menikah.

Dengan modal yang menipis Athar mencari kerja dan akhirnya dia mendapat perkerjaan sebagai ojek online, dia sangat gengsi sebenarnya tetapi mau gimana lagi sebab tidak ada cara lain, mencari kerja di kota sungguhlah susah.

“Apa, anak saya sekarang berkerja sebagai ojek online, astaga, benar-benar memalukan. gubrak,” sentak Dirgantara saat mendengar penjelasan dari orang suruhan yang mengatakan secara jelas pekerjaan anaknya.
Orang yang bertubuh kekar itu mengangguk kemudian melanjutkan informasi yang dia dapat.

Dirgantara mengatap rahang karena emosi, dia benar-benar malu, apa kata orang-orang nanti kalau sempat melihat Athar.

“Apa, istrinya selingkuh, benar-benar keparat,” hardik Dirgantara terkejut mengepalkan kedua tangannya.

“Iya tuan, lihat ini tuan,” jawab orang yang bertubuh kekar tadi seraya memperlihatkan foto mesra Putri dengan laki-laki lain.

“Bunuh perempuan ini, saya sangat muak melihatnya,” sergah Dirgantara pada orang suruhannya, orang yang bertubuh kekal itu mengangguk dan memberi hormat, Dirgantara mendengus kesal dan segera berlalu.

Bersambung

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here