Prolog Bodyguard with Love

0
974
views

Prolog


Di jalan yang cukup lenggang dua buah motor saling berkejaran dengan laju yang sangat kencang, motor yang di depan berpenumpang dua orang saling berboncengan, sedang motor yang dibelakang hanya satu orang sepertinya sedang mengejar motor didepannya.

Dengan kegesitannya si pembawa motor yang di belakang berhasil menyalip motor di depannya, dengan gerakkan cepat kakinya menendang motor yang kini berada di sampingnya dan “Braaakkkk” suara keras motor yang terguling melontarkan kedua penumpangnya saling berjauhan, sedang motornya hancur berguling di aspal dan terbentur sangat keras dipinggir trotoar.

Si pengejar menghentikan laju motornya, tanpa membuka helmnya orang itu menghampiri dua laki-laki yang terkapar di aspal.
Satu si pengendara bangkit dan siap hendak lari, di tangannya menenteng sebuah tas hitam berbentuk segiempat cukup besar, namun belum sempat ia berlari, bajunya keburu dicekal oleh si pengejar.

“Buukkk,,” sebuah bogem mentah mendarat di rahang orang yang brewokkan, membuat laki-laki itu kembali tersungkur.

“Berikan tas itu..!” ucap si pengejar, namun tak dihiraukan, malah tas itu disembunyikan dibelakang punggungnya.

“Brengsek..”
Si pengejar menarik kerah jaket yang digunakan laki-laki yang membawa tas hitam.tiba-tiba.

“buukk”
Sebuah tendangan diperut si pengejar membuatnya terjungkal.

Rupanya teman si brewok yang tadi terkapar sudah bangkit dengan luka-luka dan darah di sekujur tubuhnya.
Si pengejar dengan gesit kembali berdiri membuat si brewok dan temannya kalap dan kembali menerjang si pengejar dengan mengeroyoknya.

Dengan lagak santai si pengejar menghadapi kedua laki-laki sangar itu, akhirnya terjadilah perkelahian yang tidak seimbang, namun dengan mudah si pengejar mampu mengalahkan dua orang itu hingga dua-duanya kembali terkapar tidak berdaya.

Si pengejar merebut tas dari si brewok yang sudah pasrah, tidak mampu lagi melawan.
“Dasar bajingan tengik,kalian salah melawan gue”
Hardik si pengejar sambil menendang bokong sibrewok.

“Tunggu aja sampai bos kita tahu”
ancam sibrewok.
“Bilangin sama bos elo, gue DIRGANTARA DWI PAMUNGKAS yang menghajar bajingan kelas tengik seperti kalian”
Kedua pria itu terkejut saat si pengejar menyebut namanya.

Tentu saja siapa yang tidak mengenal Dirgantara preman yang menghajar sesama preman yang menurutnya berada di jalan yang salah.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here